Istri Jutekku

Istri Jutekku
Jadikan Kenangan


__ADS_3

Malam harinya Deyan dan Sasya sudah berada di kamar dan membaringkan tubuh mereka di ranjang.


"Neng?" Panggil Deyan memastikan Sasya sudah tidur atau belum.


"Hemmm?" Sahutnya.


"Neng belum tidur?" Tanya Deyan dengan menghadapkan tubuhnya ke arah Sasya.


"Tepatnya nggak bisa tidur." Jawab Sasya malas.


"Kenapa?"


"Keinget Mami sama Papi terus." Jawab Sasya lirih.


"Neng kangen sama orang tua Neng?" Pertanyaan ini dijawab anggukan oleh Sasya,"Kalau gitu Neng telpon aja atuh!" Lanjutnya memberi saran.


"Nggak diangkat terus." Tukasnya.


"Oh,mungkin mereka lagi sibuk." Tutur Deyan.


"Mungkin."


Tiba-tiba Deyan teringat sesuatu,"Neng? Neng tau nggak bedanya bulan sama Neng?" Tanyanya.


"Nggak." Jawab Sasya singkat.


"Kalau bulan selalu hadir di malam hari sedangkan Neng selalu hadir di hati Akang setiap waktu." Ucap Deyan.


Sasya membulatkan matanya,"Akang gombalin aku?" Sasya memastikannya.


"Hehee....Nggak juga!" Bantahnya,"Akang tidur duluan ya Neng! Good night and nice dream." Lanjutnya mengalihkan pembicaraan.


Kok dia mendadak jadi romantis gini sih? Batin Sasya heran.


Sasya pun akhirnya ikut terlelap.


*


Keesokan harinya,


"Neng? Kok malah mau tidur lagi?" Tegur Deyan.


"Emangnya kenapa?" Tanyanya.


"Sok atuh geura mandi! Akang mau ajak Neng jalan-jalan!" Titah Deyan sembari tersenyum.


"Males ah! Paling ke sawah atau ke kebun!" Sasya menolaknya.


"Neng so tahu! Sok buruan mandi dulu! Akang tunggu!" Deyan keluar dari kamar.

__ADS_1


"Maksa banget sih! Tapi yaudahlah semoga hari ini menyenangkan." Sasya menuruti perintah Deyan dengan segera mandi.


Sasya telah berdandan kini ia menemui Deyan,"Ayo Kang!" Ajaknya.



"Neng cantik pisan hari ini." Pujinya dengan memandang lekat hingga tak berkedip.


"Ehmmm....." Sasya berdehem dengan keras berharap Deyan segera sadar.


"Hehee....Maaf Neng! Akang jadi salting lihat kecantikan Neng!" Tuturnya malu-malu.


"Dasar modus!" Tukas Sasya.


"Kalau sama Neng Akang nggak pernah modus!" Tuturnya,"Daripada debat terus,mending sekarang kita berangkat aja!" Lanjutnya.


Akhirnya mereka pergi menaiki motor matic yang selalu Deyan gunakan untuk berpergian.


Di tengah perjalanan dalam posisi motor masih melaju,"Sebenernya Akang mau ajak aku kemana?" Tanya Sasya namun Deyan tak mengubrisnya.


Beberapa saat setelah Sasya bertanya akhirnya Deyan menghentikan motornya.


"Kita jalan-jalan di festival ini." Tutur Deyan.


"Oh..." Jawab Sasya biasa saja.


"Neng mau naik wahana yang mana?" Tanya Deyan saat mereka sudah dekat dengan beberapa wahana,"Gimana kalau kita nyobain naik ombak banyu?" Lanjutnya menawarkan.


"Nggak usah takut,kan ada Akang!" Tukas Deyan meyakinnya.


Akhirnya Deyan membayar sewa untuk menaiki wahana ini lalu segera menaikinya.


"Aaaaa....." Sasya berteriak saat wahana ini mulai bergerak dengan cepat.


"Neng jangan teriak-teriak atuh!" Omel Deyan.


"Aku takut!" Ucap Sasya panik.


"Kalau Neng takut,sini peluk Akang aja!" Titah Deyan sembari memeluknya dari samping.


Beberapa saat kemudian wahana ini berhenti dan mereka segera turun,"Pokoknya sampai kapanpun aku nggak akan pernah mau lagi naik wahana itu!" Gerutu Sasya.


Deyan terkekeh mendengar gerutuan Sasya,"Tapi Neng senengkan bisa Akang peluk?" Godanya.


"Jangan ngarang deh!" Bantahnya.


"Heheee....Sekarang kita naik wahana kurung yuk?" Ajaknya,"Tapi sebelum itu Akang mau beli ice cream dulu supaya pas kita naik wahana itu kita nggak pusing dan tetep enjoy." Lanjutnya sembari berlalu.


Benar saja,Deyan kembali dengan membawa 2 cup ice cream yang berbeda rasa dan memberikan 1 cup pada Sasya lalu mereka menaiki wahana kurung tersebut.

__ADS_1


Dan perlahan wahana ini mulai bergerak berputar seperti jarum jam,"Neng cobain deh ice cream punya Akang! Enak loh!" Titahnya sembari menyodorkan sesuap ice cream,"Ayo buka mulut!" Lanjutnya.


Dengan berat hati akhirnya Sasya menerima suapan itu hingga tak terasa wahana ini sudah berputar sebanyak 2 kali dan mengharuskan mereka untuk turun.


"Neng pusing nggak?" Tanyanya.


"Nggak." Jawabnya singkat.


"Sekarang kita ke rumah hantu yuk?" Ajaknya dan Sasya hanya bisa setuju.


Mereka mulai memasuki area rumah hantu itu,Sasya terus berteriak histeris saat mendapati sosok hantu-hantuan yang tiba-tiba saja muncul dari berbagai arah tanpa disangka.


"Kang pokoknya aku mau keluar! Aku takut banget!" Tegas Sasya.


Akhirnya Deyan mengikuti keinginan Sasya untuk keluar dari tempat ini karena ia tak tega jika harus melihat istrinya ketakutan.


"Ngapain takut atuh Neng? Padahal ituteh cuma hantu bohongan!" Tukas Deyan.


"Tetep aja serem!" Bantah Sasya.


"Yaudahlah,sekarang kita cari makan yuk? Akang udah mulai lapar initeh!" Ajaknya dan Sasya pun mengikutinya dari belakang.


Kini mereka telah berada di sebuah kedai mie bakso.Tanpa menunggu lama pesanan mereka telah siap berhubung pembeli hari ini sedikit.


Seusai makan dan membayarnya,Deyan mengajak Sasya untuk singgah di tempat yang bebas untuk singgahi yakni sebuah bangku bawah pohon.


"Sebenernya ada gerangan apa Akang ngajak aku jalan-jalan kaya gini?" Tanya Sasya heran.


"Emangnya kenapa?" Deyan balik bertanya.


"Tumben-tumbenan aja sih!" Jawabnya.


"Akang cuma pengen bikin Neng seneng! Biar nggak bosen di rumah terus juga!" Tuturnya.


"Oh..." Jawab Sasya singkat.


"Tolong jadikan ini kenangan ya Neng!" Pintanya tiba-tiba hingga membuat Sasya mengernyit heran.


"Kok Akang ngomong kaya gitu?" Tukas Sasya.


"Hehe....Nggak apa-apa!" Jawabnya seolah menyembunyikan sesuatu,"Sekarang kita pulang yuk? Neng tunggu dulu disini ya! Akang ambil motor dulu!" Lanjutnya sembari berlalu.


Sebenernya apa sih maksud dia ngomong kaya gitu? Jadikan kenangan? Sejak tadi malem tingkah dia aneh banget! Batin Sasya berperang dengan fikirannya.


Kini Deyan telah kembali,Sasya segera naik ke motor yang di kendarai suaminya dan Deyan melajukan motornya menuju perjalanan pulang setelah menghabiskan waktu berdua setengah harian ini.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote😍Makasiiihh❤❤


__ADS_2