
Keesokan harinya tepat setelah shalat shubuh Sasya langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
Tiba-tiba Deyan mendekatinya,"Aduuh rajin pisan istri Akang!" Serunya mengagetkan Sasya.
"Ish ngagetin aja!" Gerutu Sasya.
"Padahal mah nggak usah bikin sarapan atuh Neng! Hari inikan Akang libur kerja!" Tukas Deyan.
"Terus kalau libur kerja,libur makan juga gitu? Nggak kan?" Sasya mengejeknya.
"Hehe...Iya juga sih." Deyan tersenyum tipis,"Tapi Akang nggak mau lihat Neng kecapean! Akang mau pagi ini Neng santai-santai aja!" Lanjutnya.
Sasya langsung menempelkan tangannya ke kening suaminya,"Nggak panas!" Serunya.
"Maksudnya?" Deyan memasang wajah bingung.
"Aku fikir Akang sakit,gak biasanya Akang bersikap romantis kaya tadi!" Jelasnya.
__ADS_1
"Akang romanris salah,nggak romantis juga salah! Hmm..." Deyan memelas.
"Masih pagi udah cemberut gitu!" Sindirnya.
"Udahlah males." Ucap Deyan hendak berlalu.
"Akang nggak ada niat gitu buat ngajak aku jalan-jalan kemana kek gitu?" Sasya menahan lengan suaminya.
"Semalem juga udah jalan-jalan,eh ujungnya kita malah berantem! Akang nggak mau ah kaya gitu lagi!" Tukas Deyan.
"Aku janji mulai hari ini kita nggak akan berantem lagi! Kita bakalan happy terus!" Sasya meyakinkannya,"Aku nggak mau ngulang lagi masa suram dalam rumah tangga kita! Cukup saat tinggal di Bandung kita ngalamain rasanya tidak saling memiliki! Disini jangan! Pokoknya aku mau membuka lembaran baru dengan hal-hal yang lebih menyenangkan! Kita buang jauh-jauh kenangan buruk kita! Kita fokus menata masa depan yang indah!" Tegas Sasya.
"Akang jangan ngomong kaya gitu! Selama ini Akang selalu terima segala kekurangan aku! Jadi udah jadi keharusan buat aku untuk nerima segala kekurangan Akang juga! Harta dan fisik bisa berubah! Buktinya sekarang Akang jadi ganteng terus udah jadi Manager lagi! Mohon maaf ya Kang,padahal dulu Akang itu kucel karena keseringan ke sawah! Namun segala sesuatu itu pasti akan indah pada waktunya! Akang merubah pandangan buruk seseorang terhadap Akang yang cuma cowok kampungan jadi idaman!" Sasya menekankan ucapannya.
"Makasih ya karena Neng masih mau bertahan dengan Akang! Makasih juga karena Neng udah lebih milih Akang dibanding Bara! Padahal jelas-jelas Bara itu lebih ganteng dan lebih kaya dari Akang!" Ucap Deyan sendu.
"Masalah ganteng,Akang nggak kalah ganteng kok dari Bara! Malahan gantengan Akang ketibang Bara! Iya sih Bara kaya tapi sayang kaya harta aja! Nggak kaya hati! Dia bisanya cuma nyakitin hati cewek-cewek aja makanya aku nggak pernah suka sama dia! Walaupun aku udah kenal dia sebelum kenal Akang,tapi aku tetep lebih yakin sama Akang daripada dia! Dia selalu ngejar aku tapi aku nggak pernah tanggapin dia! Awalnya Mami support aku buat deket sama dia tapi untungnya ada Papi yang tahu kedok asli Bara itu gimana! Jadinya Mami juga nggak setuju! Komitmen aku sih tetep nggak ya walaupun misalkan Papi sama Mami yes,aku balakan tetep no!" Tegas Sasya dengan penjelasan yang mendetail.
__ADS_1
"Akang sayang pisan sama Neng! InsyaaAllah Akang akan berusaha untuk bahagiain Neng dan nggak bikin Neng kecewa!" Seru Deyan.
"Iya Kang! Kita tata masa depan kita dengan hal-hal yang indah dan juga positif! Aku juga minta Akang bimbing aku supaya aku nggak balik lagi ke perangai aku yang dulu!" Sasya memohon.
"Iya Neng...InsyaaAllah bismillah aja,kita pasti bisa." Deyan meyakinkan istrinya.
Sesaat mereka saling berpelukan,lalu segera bersiap untuk melakukan quality time in the weekend.
.
.
.
Karena kemarin nggak Up hari ini borong tuh udah 2 episod yaa😂😂
Siap-siap sebentar lagi Novel ini akan TAMAT☺
__ADS_1
See you next🙋🙋