Istri Jutekku

Istri Jutekku
Rencana Pertama


__ADS_3

Sasya termenung di dalam kamarnya,ia mengingat-ingat setiap kata yang diucapkan Papinya tadi.


Kenapa Papi ngomong gitu sih? Fikirnya.


"Padahal gue anak satu-satunya! Tapi kenapa berasa punya banyak sodara!" Gumamnya.


Ia memilih melupakan hal ini saja dengan tidur.


*


Keesokan harinya,Anton dan Maria telah start untuk menjalankan rencana mereka.


Tak lupa Anton segera menghubungi beberapa orang yang akan ikut terlibat juga dalam rencana ini.


"Sekarang kita pura-pura sedih! Ayo Mi! Sebelum Sasya turun." Anton memberi arahan pada Maria.


"Hmm...."


"Oh ya,Bi Esih sudah Mami kasih tahu belum?" Anton merasa khawatir pada asisten rumah tangganya.


"Beres." Jawab Maria cepat.


"Dua jempol untuk Mami." Anton mengangkat kedua jempolnya,"Sasya dateng!" Lanjutnya cemas.


Mereka langsung berakting sesuai peran dengan lihainya.


"Hiksss...Hiksss....Sekarang gimana dong Pi?" Seru Maria tak lupa air matanya keluar akibat obat tetes mata yang telah ia teteskan sebelum Sasya datang pada matanya agar terlihat menangis sungguhan.


"Papi juga bingung Mi." Jawab Anton Lirih.


"Ini Mami sama Papi kenapa? Kok masih pagi udah pada sedih aja?" Sasya mendekati kedua orang tuanya.


Mereka tidak menjawabnya,Anton melamun dan Maria sesenggukan menangis.


"Jawab dong Mi,Pi! Ini sebenernya ada apa?" Tukas Sasya meminta kepastian.


"Perusahaan Papi Sya...." Akhirnya Anton menjawabnya tapi masih menggantung.

__ADS_1


"Perusahaan Papi kenapa?" Sasya bertanya kembali.


"Perusahaan Papi bangkrut..." Jawabnya lirih.


"APA? Hehee...Papi bercanda ya?" Sasya menganggapnya sebuah lelucon.


"Papi serius." Tegas Anton.


"Hahhhh...." Nafas Sasya seolah berhenti,"Nggak mungkin!" Bantahnya.


"Sekarang kita harus gimana Pi?" Kini giliran Maria yang berakting.


"Papi nggak tahu Mi! Yang jelas semua aset kita akan disita bank! Kecuali perusahaan kita yang ada di Singapur,itupun harus dirintis lagi dari nol." Jelas Anton.


"Pi,Mi,tolong bilang sama Sasya kalau kalian lagi bercanda! Atau bilang kalau sekarang Sasya lagi mimpi!" Tuturnya tak sanggup.


"Ini semua nyata Sya." Tukas Maria.


"Harta kekayaan Papi nggak mungkin abis dalam sekejap! Harta Papi gak akan habis sampe 7 turunan!" Tegas Sasya,"Lalu lelucon apa ini? Apa kalian sedang mengerjai aku?" Lanjutnya.


"Salah satu staff kantor membobol uang perusahaan! Dan dia bergerombol dengan temannya yang lain untuk membobol di cabang perusahaan Papi yang lain." Lirih Anton.


Sulit juga meyakinkan hatinya! Batin Anton.


"Tidak ada kaitannya sama sekali Sya! Papi baru aja dapet kabar ini 15 menit yang lalu." Tuturnya.


"Ini nggak mungkin! Kita nggak mungkin jatuh miskin kan Mi?" Ucap Sasya histeris.


"Maafin Mami sayang! Mungkin ini sudah jadi jalan hidup kita." Tutur Maria sedih.


Sasya memeluk Maminya dengan erat sembari menangis tersendu-tersendu karena tak menyangka hal ini bisa menimpa keluarganya.


Esih hanya bisa mendalami perannya dengan pura-pura bersedih tanpa berkata apapun.


Selang beberapa saat....


Ting...Nong....

__ADS_1


"Biar Bibi yang buka..." Seru Esih.


Setelah pintu dibuka,terlihat 2 orang pria yang bersetelan jas masuk ke ruang tamu.


"Pak Anton,kami dari pihak bank datang kemari untuk menyita rumah,mobil serta aset berharga lain yang anda miliki untuk melunasi semua hutang-hutang anda." Jelas salah satunya.


"Tolong beri saya waktu Pak!" Seru Anton sedikit memohon.


"Kami beri waktu kalian 4 hari untuk segera mengosongkan rumah ini!" Tegasnya,"Dan ini surat perintahnya!" Lanjutnya.


"Baik Pak,terimakasih..." Ucap Anton.


"Kalau begitu kami permisi..." Kedua lelaki tersebut pun berlalu dari rumah Sasya.


"Terus nanti kita mau tinggal dimana Pi?" Tukas Sasya.


"Entahlah Sya..." Anton memelas.


"Bi,maaf terpaksa kami akan memberhentikan Bibi." Seru Maria.


"Iya nggak apa-apa nyonya! Bibi ngerti kok." Jawabnya menerima.


"Papi akan cari tempat tinggal untuk kita nanti! Semoga aja ada temen Papi yang mau bantu kita." Tutur Anton.


Mereka kembali merenungi hal ini,terutama Sasya yang merasa sangat terpukul.Ia beranggapan bahwa hal ini sungguh tak adil baginya.


.


.


.


Haduuhh😔Kamu baper banget sih Sya! Itukan cuma tipu daya mereka😐Ehh iya Sasya kan gak tahu kalau ini cuma tipu daya untuknya😆


Harap jaga rahasia yaa😂 Jangan sampe Sasya tahu🙊


PANTENGIN TERUS KELANJUTANNYA😍

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,TIP,RATE 5 DAN VOTE😙 TERIMAKASIH😊


__ADS_2