Istri Jutekku

Istri Jutekku
Tidak Pantas Untuknya!


__ADS_3

Siang harinya Sasya masih saja mengurung diri di kamar.


Di tempat lain Deyan baru saja sampai di Jakarta tepatnya di terminal bus.Ia segera mencari ojek untuk bisa sampai di rumah mertuanya.


Ini kali pertamanya Deyan ke rumah istrinya setelah menikah sebulan yang lalu.


Kini ia baru saja sampai di depan rumah gedong sigrong yang tak pernah dalam otaknya bahwa ternyata keluarga istrinya sangatlah kaya.


Saat Deyan hendak memasuki gerbang karena sudah mendapat izin dari satpam tiba-tiba seorang pria asing menghentikannya.


"Tunggu!" Serunya.


"Maaf anda siapa?" Tanya Deyan.


"Anda yang siapa?" Bara balik bertanya.


"Kenalkan saya Deyan suaminya Neng Sasya." Deyan menyodorkan tangan kanannya namun Bara tak menerimanya.


"Hahaa jangan mimpi kamu!" Tegas Bara.


"Mimpi kumaha? Sayateh emang beneran suaminya!" Tukas Deyan.


"Cowok kampungan kaya gini nggak mungkin jadi suaminya Sasya! Saya aja ganteng,orang kaya lagi! Ditolak terus sama Sasya! Apalagi kamu cuma cowok kampungan nggak berkelas!" Bara memperingatinya.


"Terserah kamu aja mau percaya apa nggak yang penting saya udah ngomong jujur!" Tegas Deyan.

__ADS_1


"Apa yang bisa bikin saya percaya kalau kamu ini suaminya Sasya?" Tanya Bara.


"Ini cincin nikah sama ini foto nikahan kami!" Deyan menunjukkan buktinya,"Terus ini bukti kebersaamaan kami!" Lanjutnya menunjukkan foto saat menaiki wahana di festival.


"Kamu beneran suaminya?" Bara jadi setengah percaya.


"Iya,kamuteh siapa atuh nanya terus udah kaya polisi aja!" Tukas Deyan.


"Saya Bara calon suaminya Sasya!" Jawab Bara dengan percaya diri.


"Jangan asal ngomong kamu! Nama perempuan yang kamu sebut itu istri saya!" Tegas Deyan.


"Saya nggak peduli! Saya tahu,Sasya nggak mungkin suka sama kamu! Mungkin kalian nikah cuma karena status!" Sindir Bara.


"Sembarangan kamu!" Deyan hampir menghajarnya.


"Kamu yang mimpi ketinggian! Masa istri orang mau kamu nikahin!" Sindir Deyan.


"Sadar diri Bro! Kamu nggak pantes buat Sasya! Kamu dan Sasya bagai langit dan bumi yang jauh dan sulit untuk di tempuh! Jadi mundur ajalah! Sampai kapanpun kamu sama dia itu mustahil!" Tegas Bara tanpa memikirkan perasaan Deyan.


Hati Deyan terasa ditusuk-tusuk mendengar perkataan Bara.


Ia mulai mencerna perkataan Bara,ia fikir perkataan Bara ini ada benarnya juga.Mengapa ia harus mengejar wanita yang dari awal tidak pernah mencintainya.


"Kamu bener juga! Neng Sasya emang nggak cocok sama saya! Seharusnya saya mundur!" Tutur Deyan.

__ADS_1


"Bagulah kalau kamu sadar!" Bara menyeringai.


"Saya nggak seharusnya ada disini! Lebih baik saya pulang! Saya titip Neng Sasya! Jika kamu benar-benar mencintainya tolong jaga dia dan jangan pernah sakiti dia! Saya pamit! Assalamu'alaikum..." Deyan benar-benar kembali pulang.


"Huufft syukurlah..." Bara tersenyum penuh kemenangan.


Tanpa mereka sadari sedari tadi Sasya memperhatikan mereka di balik jendela kamarnya serta mendengar segala perbincangan mereka.


Saat Deyan pergi Sasya langsung turun berharap Deyan masih ada di sekitar rumahnya tetapi sayang,Deyan sudah tak terlihat lagi.


"Bara! Ngapain kamu ngomong kaya gitu sama dia?" Sasya mengomelinya.


"Loh emangnya kenapa? Itu memang faktanya Sya!" Bara membela diri.


"Kamu nggak pantes ngomong kaya gitu sama suami aku! Kamu nggak pantes ikut campur dalam rumah tanggaku!" Sasya memarahinya.


"Jadi kamu beneran udah nikah?" Tukas Bara.


"Iya,selama ini aku udah nikah dan dia itu suami aku!" Sasya menekankan ucapannya,"Puas kamu? Sekarang kamu pergi dari rumah aku! Jangan pernah temuin aku lagi!" Lanjutnya sembari menutup gerbang dengan keras kemudian masuk kembali ke rumahnya.


Bara hanya diam karena ia benar-benar masih tidak menyangka jika Sasya sudah menikah.Dan yang lebih parahnya Sasya lebih membela Deyan dibandingkan dirinya.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like,Komen,Rate 5 dan Vote😊Makasiihh❤


__ADS_2