Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Sebuah Pergerakan Balas Dendam


__ADS_3

Sebastian membantu membuka kain penutup mata Amirah. Amirah langsung mencari Diaz yang berada di depannya.


"Tuan.. "


"dimana Maria?" kata Diaz singkat.


"nyonya.. keluar kamar rawat untuk mengurus ambulans dan mencari dokter tuan. selang beberapa waktu tiba-tiba pintu kamar terbuka, saya pikir nyonya yang kembali, tapi malah 6 orang pria berbadan besar itu yang masuk. saya sempat berteriak, tapi mereka dengan cepat membekap saya lalu saya kehilangan kesadaran, saya tidak tahu apa-apa lagi tuan" jawab Amirah gugup.


"Sial, ada orang lain yang menculik Maria Tian" Diaz mengepal tangannya kuat.


"Segera kami cari tuan" jawab Sebastian.


"Pergi, cari sekarang" pekik Diaz.


"baik tuan" Sebastian dan yang lain langsung pergi dari Luxury.


...****************...


Fajar datang, belum ada perkembangan kabar dari Sebastian maupun penjaga yang lain. Diaz terduduk di bangku taman, wajahnya lemas tak tidur semalaman.


pagi ini hujan turun deras membasahi tubuh Diaz, penampilannya kusut seperti pikirannya saat ini.


"Biasanya aku menikmati hujan di pagi hari agar lebih merasa tenang, tapi kali ini bahkan badai pun tak akan mampu menghilangkan rasa gelisah ku sekarang. kenapa? hatiku terasa sakit begini. kamu dimana Maria? aku harus mencari kamu dimana?" katanya frustasi sambil memegang dada.


"Tuan kenapa hujan-hujanan? nanti sakit"


tiba-tiba anak kecil perempuan muncul di depannya. dia menjinjit memayungi Diaz dari depan.


"kamu siapa?" mata Diaz membulat saat melihat anak itu menjinjit mengingatkannya pada Maria.


"Tuan basah, nanti saa.. kit. hatsyi hatsyi" dia menggosok hidung karna bersin kedinginan.

__ADS_1


Diaz meraih wajah anak itu, tatapan matanya berubah tak lagi kosong, mulutnya melengkung membentuk senyuman.


"kamu sangat mirip dengan dia" ucap Diaz


"jangan menangis" anak itu membalas meraih pipi Diaz.


"ketika seseorang dengan lembut menghapus air mata kita, itulah momen kalau dia seolah memohon kepada kita untuk berhenti menangis karena dia tidak sanggup melihat kita sedih. terutama kalau dia menghapus air matamu dengan jarinya langsung, dia tidak perduli kalau jemarinya basah dia bahkan tidak punya waktu untuk mengambil tisu atau sapu tangan. yang jelas, dia ingin air mata itu segera pergi dari wajah kamu-"


"mama bilang begitu dan Sofia ingin air mata itu pergi jauh dari wajah tuan. Sofia tidak mau lihat tuan bersedih" sambung anak itu memegang pipi Diaz.


mata coklat Diaz semakin membulat, saat linangan air matanya di hapus oleh tangan kecil Anak itu.


"Sofia sayang ayo kita pulang!!" seru perempuan paruh baya di depan taman.


"iya ma" anak itu tertawa lebar meninggalkan Diaz di bangku taman.



DDRRTT


namun keningnya mengkerut saat melihat bukan notifikasi Sebastian melainkan sebuah pesan dari nomor tak dikenal, nafasnya menjadi cepat saat membuka pesan itu, pesan yang berisi foto Maria terikat di sebuah kursi di gudang.


tak lama notifikasi telpon dari nomor yang sama masuk.


"Kamu mencari istri kamu kan? temui aku di gudang Helle sekarang, jangan bawa siapapun atau aku habisi wanita ini di hadapan kamu"


"sial, berani sekali kamu mengancam ku" pekik Diaz marah.


tut tut tut


pria itu cepat mematikan telpon.

__ADS_1


...****************...


Maria teriak memberontak berusaha melepaskan simpul yang mengikat tangan dan kakinya di kursi kayu.


pria berbadan besar itu membuka kain penutup mata Maria, sehingga kini Maria dapat melihat jelas pria bertato kalajengking itu.


"Kamu siapa? aku tidak kenal kamu" pekik nya pada pria itu.


"haha kamu memang tidak mengenal aku, tapi kamu jelas mengenal kakak ku" pria itu mengangkat tangannya menunjukkan tato kalajengking itu di depan mata Maria.


Maria membulatkan mata memperhatikan tato itu, mulutnya menganga saat akhirnya ia mampu mengingat bahwa tato itu sama dengan tato di perut pria yang melecehkannya di bus waktu itu.


"maksud kamu-"


"benar, dia kakak ku. kamu ingat bukan? aku ingin membalas dendam" sela pria itu.


"tapi dia yang bersalah, seharusnya aku yang marah, dia melecehkan ku di dalam bus!!" pekik Maria membela diri.


"benar, kamu benar. aku tidak balas dendam dengan kamu, tapi aku membalas dendam pada suami mu, dia menginterogasi kakak ku dengan keji kakak ku mati hanya dalam waktu semalam setelah dia masuk kantor polisi dan aku mendapati bahwa suami kamu yang sudah menyakiti dia. di tubuhnya penuh luka memar cambukan, dan yang lebih keji bagian sensitif nya penuh dengan luka bekas sundutan. aku sangat sakit hati dan ingin membalas dendam pada suamimu" sambung pria itu semakin marah.


Maria terbelalak saat mendengar jawabannya, jantungnya berdegup kencang tak karuan.


"Dia tahu aku dilecehkan? aku tidak pernah menceritakan apapun padanya" kata Maria dalam hati.


...****************...


Halo ini author 🙋


Terima kasih karena sudah membaca kisah Maria sampai bab ini ya kak o(〃^▽^〃)o author sangat senang.


Huaaa....

__ADS_1


akhirnya author berhasil Crazy up, setelah berulang kali mendapat dukungan untuk up up up dari pembaca (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و (tapi sayangnya bab ini telat lolos review ╥﹏╥). author sangat terharu dengan antusias dan dukungan dari kakak, yosh! author akan berusaha sebaik mungkin.


Terima kasih kak, jaga kesehatan selalu. author sayang kalian ♪~(´ε` )


__ADS_2