
Malam, Maria sendirian di kamar sedangkan Diaz harus kembali duduk di kursi kerjanya, banyak pekerjaan kantor yang tertunda karena dia mulai meluangkan waktunya bersama Maria akhir-akhir ini.
Maria tidur di kasur namun matanya belum terpejam, ia masih sibuk bermain ponsel. belajar kembali cara menggunakan ponsel seperti apa yang di ajarkan oleh Diaz padanya tadi siang.
kalau mau telpon, pilih menu ini lalu tekan nama kontak yang ingin kamu hubungi...
Diingat-ingatnya kembali arahan Diaz dan jarinya sibuk menekan nekan tombol di layar ponsel.
"Menu ini, lalu tekan ini" dia bicara sendiri kemudian mencari nama kontak yang akan di telpon.
seperti yang di katakan oleh suami nya bahwa hanya ada dua kontak yang tersimpan Diaz dan Sebastian.
"pilih kontak yang ingin kamu hubungi, misal pilih dia saja- lalu tekan ini" katanya kembali
namun...
...****************...
drrtt
ponsel yang di letakkan Diaz di meja kerja bergetar, dia menyeringai saat dilihatnya notifikasi telpon dari Maria, Istrinya.
"ada apa? kenapa telpon? aku masih kerja sayang. ada yang kamu butuhkan? atau kamu sudah rindu padaku ya?" katanya setelah menekan tombol hijau di layar.
"hah.. ti... tidak, aku hanya belajar lagi yang kamu ajarkan tadi siang tapi malah salah tekan. maaf mengganggu kamu. kembalilah bekerja, aku akan matikan telponnya" jawab Maria di telpon.
__ADS_1
"kamu tidak ganggu sama sekali, tunggu sebentar ya kalau pekerjaanku sudah selesai aku akan langsung ke kamar"
"a.. aku akan tunggu, bekerja lah lagi. aku matikan telponnya" Maria selalu terbata-bata, salah tingkah.
"tekan tombol merah ya" kata Diaz kembali.
"iya" jawab Maria singkat.
tut
kemudian telpon itu mati. Diaz tersenyum memandangi ponsel saat ponsel itu sudah tak lagi di telinganya.
...****************...
...(di kamar Maria lagi) ...
Maria menarik bantal ke wajahnya, hari ini Diaz full mempermainkan detak jantungnya.
"sayang? tadi dia panggil sayang" bantal itu di gosoknya keras ke wajah.
Sekali lagi dia menarik kembali ponsel di kasur samping tubuhnya, dipandanginya layar ponsel. memperhatikan riwayat panggilan telponnya barusan.
"sebaiknya biar begini saja tidak usah di ganti lagi tak apa kan?" katanya kecil, namun senyumnya tak hilang. bantal tadi kembali menutupi wajahnya.
Panggilan Keluar - Suamiku 👹 - 2 menit lalu
__ADS_1
beberapa jam yang lalu dia belajar mengganti nama kontak yang di tuliskan Diaz sebelumnya.
malamaa, dia kemudian tertidur. ia lupa pada ucapannya di telpon untuk menunggu Diaz.
...****************...
pukul 1.00 pagi, Diaz baru kembali ke kamar. dilihatnya Maria yang sudah tertidur pulas di kasur. dia mendekat memeluk tubuh Maria dari belakang.
"aku telat lagi ya?-"
"kamu sudah tidur" katanya lembut sedikit kecewa.
"kamu pasti kelelahan ya? kamu lucu sekali tidur begini. ponselnya bahkan belum kamu lepas sayang" dia menyeringai kemudian bangkit mengambil ponsel yang ada di genggaman Maria dan meletakkannya di atas nakas.
dia kemudian meraih tubuh Maria kembali, mendekap tubuhnya dari arah belakang
"Maria, kamu membuat suasana hatiku ini jadi enak. aku mau peluk kamu, aku kelelahan, tapi entah kenapa aku ingin terus menikmati waktu seperti saat kita menghabiskan waktu hari ini Maria. rasanya sangat tenang, aku ingin terus begini, memeluk erat tubuhmu saat tertidur. aroma kamu sangat menenangkan. biarkan aku menikmati aroma ini sampai nanti sebelum aku lupa bagaimana harum tubuh kamu" bisiknya lembut di telinga Maria.
cup
bibirnya mendarat halus mengecup permukaan bahu Maria di depan wajahnya.
"Selamat Malam sayang" katanya.
kelopak matanya menurun, mengecil dan semakin mengecil. lelah, dia tertidur mendekap Maria dalam pelukannya.
__ADS_1