Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Saya Suami Maria


__ADS_3

Ayah memang bukan pria kaya raya, ayah tidak memiliki harta yang banyak tapi ayah adalah pria pekerja keras.


waktu Maria kecil, ayah selalu bilang bahwa orang pekerja keras akan menjadi orang yang berhasil kemudian Maria bertanya kenapa ayah tidak kaya? ayah jadi kikuk, lalu ayah jawab "ayah menolak untuk kaya, nanti ayah pusing menghabiskan uang soalnya anak ayah cuma satu" haha, ayah selalu pintar cari alasan.


dari kecil Maria tidak pernah melihat ibu, bahkan gambar ibu pun Maria tidak punya. ayah bilang ibu tidak suka di foto. sering Maria menyalahkan diri, karena lahirnya Maria membuat ibu kehilangan nyawa tapi ayah selalu bilang bahwa kehidupan itu adalah Rahasia dan Maria adalah hadiah terindah yang tidak pantas disebut sebagai sebab ayah kehilangan belahan jiwanya.


ayah adalah pahlawan keluarga, ayah bekerja siang malam untuk membesarkan dan merawat Maria. jadi Saat ayah jatuh sakit, semua akan Maria lakukan.


...****************...


Maria dan Diaz berjalan cepat keluar ruangan, Amirah mengikuti dari belakang.


"Ayah.. "


mata Maria memerah panas, berkali-kali dia menggosok kedua matanya.


"Ayah... hiks.. hiks"


Maria berlari memeluk ayahnya, Diaz hanya berdiri kaku di belakang Maria sedangkan Amirah tak masuk ruangan, dia memilih duduk di kursi tunggu luar ruang rawat.


rindu? tentu saja, sudah lama ia menantikan momen ini. paling tidak harapan itu kembali ada untuk perjuangan ayah dan dirinya selama ini


"Susi?" kata ayahnya pelan mengusap kepala Maria.


"Ayah!!" Maria langsung bangkit dari dekapan ayahnya, tangannya sibuk menggosok wajah menghapus air mata.

__ADS_1


Diaz tersedak saliva menahan tawa karena ayah Maria yang menyebut Maria dengan nama orang lain.


"Anak ayah namanya Maria, bukan Susi.. hiks..hiks" Maria kembali menangis, salah satu lengannya menutupi kembali kedua matanya.


Ayah Maria memang belum tergolong usia lanjut, namun semenjak terjangkit kanker paru perlahan-lahan ayahnya juga mengalami gejala penurunan ingatan.


"Ayah bercanda sayang, ayah ingat kok Maria" wajah keriput ayahnya semakin jelas saat kedua ujung bibirnya naik membentuk senyuman.


"Maria... " lanjut ayahnya berjeda.


"terakhir ayah ingat, ruang rawat ayah tidak sebesar ini dan yang pasti tidak ada TV"


"Kamu jual barang apalagi sampai bisa bawa ayah di rawat ke sini?"


pertanyaan ayahnya sontak membuat Maria tertegun, mata dan mulutnya melongo menatap sang ayah.


"Aku yang bayar!" sela Diaz datar.


keempat pasang mata ayah dan anak yang saling pandang itu kini langsung berbalik tertuju pada Diaz.


"kenapa?" ucap Diaz heran.


"dia siapa Susi?" ayah Maria menyempitkan kelopak matanya berusaha agar pandangannya lebih jelas saat menatap Diaz.


"Maria ayah! Maria!"

__ADS_1


"Saya Suami Maria" jawab Diaz singkat.


jawaban menohok Diaz membuat ayah Maria ikut melongo, dia berbalik menatap Maria yang duduk di samping nya.


"Susi?"


Maria kikuk, terus menunduk tak berani menatap balik ayahnya.


Diaz kembali menahan tawa saat mendengar panggilan ayah Maria.


"dia benar ayah, Ma.. Maria sudah menikah dan dia adalah menantu ayah" Maria membuka mulut meskipun suaranya terbata.


namun sayang jawaban Maria itu sontak membuat ayahnya shock.


"ekh.. ekh... ekh" nafas ayah Maria terengah-engah tangannya langsung memegang dada.


"Susi, ayah serangan jantung. tolong ayah penyakit jantung ayah kambuh"


"dokter!! dokter!!" pekik suster di ruangan.


Para dokter yang khusus di perintah untuk merawat ayah Maria berdatangan, satu diantaranya langsung cepat mengambil posisi.


"permisi nyonya biar kami bantu periksa pasien dulu" dokter itu menyela meminta Maria meninggalkan posisi di samping ayahnya.


Diaz langsung menarik pergelangan tangan Maria, meraih tubuh Maria ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"ayah sakit kanker paru, bukan jantung" Maria mendongakkan kepalanya ke atas menatap Diaz sedih.


Diaz hanya diam memeluk Maria hangat, dalam batinnya dia ingin tertawa keras karena ayah Maria yang langsung serangan jantung saat Maria mengakui telah menikah dengannya. Pura-pura? entahlah, yang pasti saat ini hanya ayah Maria yang berhasil membuat pria seperti Diaz dapat tertawa.


__ADS_2