Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
I'm Normal


__ADS_3

Amirah semakin gugup saat melihat Maria berada di ujung lorong. dekat dan semakin dekat dengan kamar rawat, meskipun suara Sebastian tak sebesar yang tadi namun Amirah masih cemas bila Maria datang dan melihat yang aneh-aneh.


"nyonya.." Amirah bangkit dari tempat duduk saat Maria sudah berada di depan pintu.


"Amirah, syukurlah dokter bilang Tuan Diaz boleh pulang. ayo masuk jangan takut" Maria tersenyum lebar memegang kedua bahu Amirah.


"jangan nyonya!!"


pekik Amirah saat Maria menurunkan gagang pintu ke bawah, namun sayangnya pintu sudah terlanjur terbuka sebelum dia memperingati.


"kenapa Ami-" ucap Maria berjeda


"-rah"


pupil mata Maria melebar saat melihat Diaz dan Sebastian. Sebastian yang telanjang dada duduk di depan Diaz dan Diaz yang memegangi kedua tangan Sebastian ke belakang dan tangannya yang lain memegang punggung Sebastian.


Diaz dan Sebastian melongo saat Maria dan Amirah muncul di depan pintu. reflek Diaz cepat mendorong Sebastian ke depan.


"Maria ini tidak seperti yang kamu lihat, Sebastian minta tolong untuk di kompres, punggungnya memar oleh pukulan. sungguh aku tidak bohong" Diaz panik mengangkat kedua tangannya setara bahu


"kamu ngomong, jangan diam"


Siku Diaz menyenggol lengan Sebastian yang sekarang sibuk mengancingkan kembali kemeja putih yang ia tanggalkan sebelumnya.


"Maria, aku masih normal jadi tidak usah berpikir yang aneh-aneh tentang aku dan bos" Sebastian menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


...****************...

__ADS_1


...(di sisi lain)...


Maria yang masih berdiri di depan pintu sibuk menyenggol lengan Amirah yang berada tepat di sampingnya.


"ssttt..sstt...Amirah... Amirah" bisik Maria.


"ini kesempatan kamu" sambungnya


"kesempatan apa nyonya?"


"kamu tidak dengar? Sebastian perlu bantuan untuk mengompres memar di punggungnya"


"hubungannya dengan saya apa nyonya?" Amirah kembali kebingungan kali ini ia menatap Maria yang terus berbisik namun wajahnya tetap menoleh ke depan.


kali ini Maria menegaskan tatapan matanya ke Diaz dan Sebastian, "ah tidak, tidak masalah aku paham, oh ya syukurlah tadi aku sudah menemui dokter dan katanya tak masalah jika Diaz mau pulang. Jadi bagaimana kalau Amirah saja yang membantu kamu sambil kami bersiap-siap?" sekali lagi Maria menyenggol lengan Amirah.


"hah? jangan nyonya... jangan" bisik Amirah cemas.


Sebastian mengepalkan salah satu tangannya menutup mulut kemudian melangkah keluar melewati Maria dan Amirah yang masih berdiri di depan pintu.


Maria menatap Diaz di tempat tidur ia memalingkan wajah, satu tangannya melintang menutupi kedua matanya.


"jangan berpikir yang aneh-aneh!" kata Diaz pelan, saat Maria meraih tangannya untuk turun dari ranjang.


"kamu di larang dengan perempuan, malah langsung dengan laki-laki"


"aku cuma bantu tian, aku itu normal, normal!!" tegas Diaz kesal.

__ADS_1


"haha... iya.. iya, ayo bersiap pulang" Maria cengengesan senang melihat ekspresi Diaz kali ini.


dari berbagai masalah yang datang, hari ini mereka berada dalam situasi yang tenang. Bukan karena terikat kontrak, tapi karena sesungguhnya tentang cinta, ia tak tahu kapan berlayar namun dia tahu kapan harus berlabuh


tok tok tok


suster muncul di depan pintu kamar rawat Diaz.


"Permisi tuan, nyonya. maaf saya hanya ingin mengabarkan bahwa tuan Brama sudah sadar, sekarang dokter sedang memeriksanya"


"ayah.. " mata Maria membulat saat mendengar ucapan suster.


"Diaz, ayah sudah sadar!!" ulangnya terharu, menggoyang-goyangkan lengan Diaz.


"iya.. kita ke sana"


Diaz cepat-cepat turun di gopoh Maria.


"saya permisi tuan, nyonya" kata suster ramah kemudian pergi.


Maria dan Diaz berjalan cepat keluar ruangan, Amirah mengikuti dari belakang.


...****************...


Halo ini Maria 🤗


Terima kasih untuk kakak yang sudah membaca kisah kami sampai bab ini, tidak terasa kita semua sudah sampai di bab 31. Maria ingin mengucapkan Terima kasih untuk semua dukungan kakak kepada author kami, dukungan kakak merupakan penyemangat terbesar author untuk menghasilkan karya-karya ヾ(^-^)ノ

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa waktu ayah dirawat, kini ayah sudah sadar. Maria sangat senang karena Maria sangat rindu dengan ayah


(っ◞‸◟c).


__ADS_2