
keluar dari Mobil, pemandangan malam tampak indah dan tenang, dengan langit yang sedikit cerah serta udara yang terasa bersih. sebab, dari kejauhan sana, di sebelah barat tepi langit, mendung tebal menggantung, seakan mengancam ketenangan Diaz.
Diaz naik ke lantai dua rumah dan masuk ke kamar. air dingin membasahi tubuhnya lewat shower dia membayangkan air hujan mengguyur tiap inci ototnya. harapnya, guyuran air itu dapat membawa masalahnya pergi bersama mengalir.
sayang, bahkan setelah air itu kering. suasana hatinya masih gusar. perkataan Anderson benar-benar mengganggu pikirannya kali ini. sepanjang rapat dia hanya diam, tak mampu membalas sedikit pun ucapan Anderson. bahkan suara tawa para anggota rapat saat Anderson memojokkan soal dirinya dan Maria terus terngiang di telinganya.
Apakah tuan Diaz tidak memikirkan bagaimana nasib masa muda istri anda? dia hanya remaja yang mungkin belum matang soal cinta, belum menemukan cinta sejati di sekolah, belum menjalin cinta dengan pria sebaya nya. atau mungkin dia bahkan sudah memiliki kisah cinta yang terpaksa berakhir karena harus menikah dengan anda. lalu bagaimana teman-teman sebaya nya saat tahu bahwa dia sudah menikah dengan pria yang usianya terpaut sangat jauh dengan dirinya sendiri, dia pasti di jauhi dan di kucilkan, benar tidak? pernahkah anda memikirkan tentang itu semua tuan Diaz?
dia melamun...
"Apakah aku ini benar-benar tidak pantas untuk perempuan muda seperti Maria? 18 tahun, memang selisih usia yang jauh. apakah Maria akan malu bersuamikan aku? semua orang pasti mencerca hubungan ini" Katanya lesu dalam hati.
di saat itulah tiba-tiba muncul dua telapak tangan dari belakangnya dan menutup kedua matanya dengan erat. Diaz meraba telapak tangan itu, lembut sekali. ini adalah tangan perempuan. dan milik siapa lagi kalau bukan Maria...
__ADS_1
"Akhirnya kamu selesai mandi juga"
"Seperti yang kamu lihat."
"Aku menunggu lama di meja makan"
"Aku masih kenyang Maria, Pekerjaan ku masih banyak, aku mau langsung ke ruang kerja"
Maria melongo saat Diaz melepaskan pegangan tangannya, tatapannya kembali dingin. seperti hantaman angin di luar. mendadak mendung tebal di langit, hujan perlahan jatuh. angin menghambur semakin kencang di luar jendela bak amukan maut yang menghantam dedaunan pohon mapel di halaman.
"Tidak, aku memang sedikit sibuk.karena pertemuan dewan hari ini. jangan terlalu di pikirkan, maaf ya. kamu istirahat saja aku akan kembali ke kamar kalau pekerjaan sudah selesai" tangan besar milik Diaz mengelus lembut rambut kepala Maria.
Maria mengangguk walaupun ia tahu bahwa ada sesuatu yang mengganjal di perasaan Diaz. Diaz menutup pintu meninggalkannya sendirian di kamar.
__ADS_1
...****************...
di ruangan besar di lantai 3 rumah itu, Diaz menghisap rokoknya pelan berusaha tetap tenang tak ingin melewatkan sedikitpun nikmatnya rasa tembakau yang di gulung dalam satu puntung sigaret.
"selisih umur 18 tahun itu memang sangat jauh, apakah sebelumnya Maria sudah memiliki cinta lain dengan pria sebaya nya?"
Diaz kembali menghisap rokoknya, kali ini apinya sudah hampir mencapai pangkal rokok. lalu dia buang puntung rokok itu di lantai dan menginjak-injak apinya sampai mati.
tentu dia memahami pendapat dari Anderson, memang sangat tak adil untuk Maria, dia harus kehilangan masa mudanya dengan menikahi seorang duda seperti Diaz. mengorbankan tubuh dan masa depannya agar dapat memberikan anak untuk Diaz. uang, kebutuhan lah yang mencekik nya untuk terpaksa setuju dengan pernikahan kontrak. sedikit keterlaluan karena dia mendapatkan Maria melalui uang, namun tak dapat pula di salahkan karena dalam keadaan umum memang berlaku bila kita memberi, kita pasti akan menerima. bukan memberi dan memberi.
pikirannya kusut, menatap hujan di luar baru kali ini ia merasa tak percaya diri. pertemuan dewan hari ini ucapan Anderson dan tawa para anggota benar-benar menjatuhkan mentalnya.
"seharusnya aku tak mempermasalahkan soal ini kan? dari awal aku memang sengaja mencari perempuan muda, agar lebih cepat mengandung. tapi sekarang aku malah merasa gusar dan kurang percaya diri, merasa tak pantas untuknya. apa artinya perbedaan umur? cinta Maria dengan pria sebaya? cercaan orang lain saat tahu dia menikahi duda yang terpaut usia 18 tahun? bukankah semua itu, selama ini tak pernah di perhatikan? sejak kapan? entahlah... mungkin karena cinta pada dasarnya adalah sesuatu yang alamiah, sehingga kehadirannya sama sekali tak ku sadari"
__ADS_1
katanya dalam hati.