Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Kontrak Berakhir


__ADS_3

“Dia sudah salah paham, dia ada di depan pintu tadi, dan sudah melihat kita.”


"Aku sengaja bicara keras, supaya dia mendengarnya" sambung Rena tanpa rasa bersalah.


Sontak Diaz berputar arah membelakangi Rena, namun Rena menarik lengannya kuat agar Diaz tak keluar mencari Maria.


“Aku hanya ingin bertanya dengan jelas. Aku tahu kita masih saling mencintai. Hanya saja kita terpisahkarena ego, kesalahanku yang meninggalkan kamu dan kamu yang terlalu mementingkan harga diri, dan menikahi maria, Kamu menikah dengan dia hanya untuk membalas ku kan? tapi kenapa kamu malah memperlakukan Maria seistimewa ini? aku sudah bercerai dari suamiku dan sekarang berada di hadapan kamu, aku kembali untuk kamu, jadi tinggalkan dia ya? “


“Lepaskan, aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu” Diaz menghempas kuat tangan Rena.


Namun, Rena dengan cepat meraihnya kembali, “Aku tidak akan melepaskannya lagi kali ini, sebelumnya hanya kesalahan karena aku terlalu mengkhawatirkan tentang kakek, aku selalu merasa soal hubungan kita ini pasti akan tetap baik-baik saja bila kita berpisah sementara waktu dan kamu mau menunggu ku Sebentar saja.tapi sekarang aku sadar, kalau aku tidak mengakhiri ini dan tak kembali lagi padamu semuanya akan terlambat. Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari seorang perempuan biasa itu?


DHUAK!! BAM!!


Pintu masuk Resto terhempas kuat saat Maria kembali masuk mendobrak pintu. Wajahnya serius menatap Rena yang menggenggam tangan milik Diaz. Kali ini, dengan emosi menggebu-gebu Maria yangmenghempas genggaman Rena lalu mendorong tubuhnya menjauh dari Diaz kemudian Merebut posisinya yang berdiri dihadapan Diaz.


“Apa yang kamu lakukan? Tidakkah kamu tahu aku ini siapa?” Pekik Rena marah.


Maria melotot menatap Rena, “Benar, aku tahu, Sebastian yang memberitahunya barusan padaku, jadi aku datang untuk mengatakannya padamu”


Rena mengkerut kan kening lalu berkata, “Semua harus didasarkan pada siapa yang dicintainya kan? Aku belum selesai bicara”

__ADS_1


“Kalau begitu kamu harus menunggu, karena dia yang mengungkapkan perasaannya padaku, dia mengatakan bahwa dia mencintai aku, jika berdasarkan itu, kamu tak memiliki hak untuk bicara dengannya lebih dulu sekarang” Tegas Maria.


“Aku adalah Kekasihnya dari kecil”


“Dan Aku adalah Istrinya sekarang” sela Maria dengan tegas, dia menatap Rena tajam, membuat Rena tertegun lalu diam.


Diaz melongo, sudut bibirnya melengkung membentuk senyumnya, inikah bukti cinta Maria?


“Maria..” katanya lembut.


“Kamu juga harus diam, tunggu aku selesai bicara. Barusan aku mendengar, mendengar semua ucapanmu dengan kak Rena, kak Rena sudah bercerai dan mengajak kamu untuk kembali padanya. Tapi urusan kita masih belum selesai kamu sudah mengungkapkan perasaan mu padaku semalam, lalu aku akan menjawabnya sekarang. Meskipun, kita menikah kontrak, dan kak rena sudah kembali lagi disini. Aku juga masih memiliki hak untuk menjawab ungkapan perasaan mu kemarin kan? Kamu yang bilang bahwa aku memiliki hutang jawaban dan harus mengatakan nya sekarang di tempat ini...”


“Nikah kontrak?” ucap Rena di tengah-tengah kebingungan.


“Jawabanku...aku sudah tahu jawabannya. Aku juga menyukaimu, sangat menyukaimu. Tapi, aku datang kesini bukan untuk mendengar alasanmu menyukaiku, terlebih karena kak rena, mantan istri kamu sudah kembali. Ku nyatakan cinta ini, karena ini adalah milik kamu, sebab hanya kepadamu lah cinta iniku alamatkan. Aku tidak mau menyimpan nya sendiri, Aku hanya ingin kamu tahu bahwa jawabanku itu sangat tulus. Jadi aku juga berharap bahwa pernyataan cintamu kemarin juga tulus bukan untuk main-main”


Maria menghela nafas panjang, lega saat ia tak mundur bersaing dengan masa lalu Diaz, suaminya


“Sudah, bicaralah” Katanya pelan, nada bicaranya menurun saat kedua bola matanya berlinang, menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata cantik miliknya.


Diaz Tersenyum simpul, membetulkan jas hitamnya yang terbuka, lalu kembali berkata, “Sudah selesai bicara?”

__ADS_1


“Kenapa malah tersenyum? Apakah aku terlihat sangat lucu sekarang?” Maria menggosok kedua kelopak matanya, kali ini ia tak tahan membendung bulir bening itu menghalangi penglihatannya.


“Sangat cantik” jawab Diaz singkat


“Pegang” sambungnya menyodorkan buket lily yang memang di pesan dengan edisi terbatas hanya untuk Maria.


Maria tertegun mendekap buket bunga cantik yang diberikan Diaz padanya.


“Kamu sangat cantik, dan sudah menerima bunga ini, bagaimana bisa aku bermain-main bahwa aku mencintai kamu?”


“Tapi kak rena tadi jelas-jelas berkata bahwa kamu menikahi ku hanya untuk membalasnya, tak mungkin menyukai aku?”


“Aku tidak punya alasan apapun, apakah aku harus memiliki alasan untuk mencintai seseorang? tapi sekarang aku punya satu pertanyaan untukmu” Diaz diam sejenak menggantung ucapannya, dia meraih tangan Maria yang lain.


“Maria... bisakah berhenti menjadi istri kontrak untukku? Aku ingin kamu menjadi istri yang menikahi ku tanpa batas waktu, tanpa kontrak, tawar-menawar, atau kesepakatan. Aku ingin memiliki cinta tanpa syarat dari pernikahan kita, aku tak bisa menolak bahwa aku mencintaimu, sekalipun aku tak kuasa memaksamu untuk menerimanya, aku ingin kamu adalah yang terakhir dan selamanya begitu”


Maria tersenyum haru, kepalanya Mengangguk, persetujuan terhadap keinginan Diaz.


“Kalau begitu mulai hari ini kontrak kita berakhir”


Diaz mendapati tubuh Maria mengangkatnya denganpenuh cinta, romantis ala pasangan yang baru melamar. Api cinta yang besar itu membakar Rena, Perempuan lain yang ada di tengah-tengah mereka sekarang.

__ADS_1


“Kalian keterlaluan!”pekik Rena marah, dia membanting pintu lalu pergi ke luar.


__ADS_2