Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Everything I do, I do it for you


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak Diaz dan Maria pulang dari rumah sakit, keadaan Diaz sudah sangat membaik begitu juga dengan ayah Maria.


Maria pun lebih sering mengunjungi ayahnya ke rumah sakit. kini dia tampil lebih ceria, tak pernah ada lagi kesedihan bahkan saat Diaz pulang kerja, dia selalu sempat untuk datang ke rumah sakit mengunjungi ayah Maria sekaligus menjemput Maria pulang. ia tak lagi membatasi Maria untuk berada di rumah saat dia pulang kerja.


Diaz sadar betul bahwa sedikit waktu pun harus di manfaatkan untuk kebahagiaan Maria.


Hari ini, matahari bersinar cerah. Karena akhir pekan Diaz menghabiskan waktunya di rumah bersama Maria.


seperti biasa, Diaz bangun lebih awal kemudian olahraga di gymnasium pribadi di rumah. Saat Maria bangun, Maria sibuk ke dapur membuat sarapan sembari menunggu Diaz berlatih otot.


"nanti siang aku ingin mengajak kamu ke green House di halaman belakang rumah" Diaz tersenyum sambil menyuap sarapan yang di buat Maria.


"green House itu apa?"


"Nanti kamu akan tahu kalau sudah lihat" Diaz kembali menyeringai.


"Maria..."


"hmm? kenapa?" Maria kembali menaikkan wajahnya menatap Diaz.


Diaz menarik lengan Maria, mendapatkan tubuh Maria dalam pangkuannya.


"Nanti minggu depan kita pergi jalan-jalan ya? apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?"


"Kamu serius?"

__ADS_1


"tentu saja"


"jangan ke pusat perbelanjaan ya? hehe soalnya Amirah dan aku kemarin belum mahir naik tangga bergerak" Maria tertawa kecil, tangannya mengepal di depan mulut.


Mata Diaz tak henti menatap Maria yang ada di pangkuannya. deg, cantik sekali.


"Maria, kita hanya pergi berdua nanti. Amirah, Sebastian atau para penjaga, mereka tidak akan ikut" Mata Diaz berbinar, nada bicaranya lembut masuk ke telinga Maria.


deg


jantung Maria kembali berdegup kencang, wajahnya langsung memerah saat melihat senyuman Diaz padanya.


"be.. be.. berdua?" Maria terbata-bata.


"Benar, hanya kita berdua"


"se... sejujurnya dari kecil aku ingin pergi ke taman bermain, di desa tempatku tinggal tak ada taman bermain dan ayah tidak punya uang kalau harus ke kota. apakah boleh kalau ke taman bermain?"


Diaz tertegun saat mendengar jawaban Maria.


sial, ke taman bermain? untuk umur ku yang sekarang apa tidak memalukan?, katanya dalam hati.


Diaz memalingkan wajah ke samping, wajahnya merah di tutupi lengan kanannya.


"ah, kalau tidak bisa ke situ. kita bisa ke tempat lain kok. aku akan ikut kemana pun kamu ajak" Maria menggoyangkan kedua telapak tangannya ke depan Diaz.

__ADS_1


"tidak, tidak masalah kita akan ke sana minggu depan" jawab Diaz pelan.


Dia belum pernah bahagia saat bersama ayah, dia belum pernah makan di restoran mahal, nonton bioskop, ke luar kota, tak pernah melihat bahkan memiliki barang mahal karena ayah tak mampu memberikan itu semua untuknya


Kata-kata itu terus terngiang di telinga Diaz saat ayah Maria mengatakannya, di situlah keinginannya timbul. hal sekecil apapun demi kebahagiaan Maria, maka akan dia lakukan.


...Diaz, Ayah yakin bahwa kamu pasti sudah tahu kenyataan tentang ayah dari dokter kan? jadi ayah sangat berharap padamu tolong jagalah dia seumur hidup kamu, cintai dia lebih banyak dari aku mencintai dia. kasihi dia setulus aku mengasihi dia...


"Maria entah mengapa aku ingin menuruti keinginan pak tua itu. jadi kamu tolong berbahagialah selalu untuknya. aku akan kemanapun, jadi apapun dan berikan apapun, demi kamu aku akan lakukan apapun" sekali lagi, dia bicara dalam hati.


...****************...


"jantungku berdetak kencang saat dia bilang ingin mengajakku pergi, mungkin ini hal yang biasa bagi pasangan lain terutama bila mereka sudah menikah tapi untukku dan dia tentu saja hal yang sedikit canggung. apalagi saat dia bilang kami hanya akan pergi berdua tanpa Amirah, Sebastian, dan para penjaga. kencan? begitu kan? aku pikir dia mengajakku berkencan. hati ini jadi semakin tidak karuan" kata Maria dalam hati, dia memegang dada kirinya dalam pangkuan Diaz.


...****************...


Halo ini author 🙋


Apa kabar kak? author ingin mengucapkan Terima kasih untuk dukungan kakak, Terima kasih karena setia menunggu update bab terbaru kisah Maria dan Diaz.


author sangat terharu dengan antusias kakak semua (p′︵‵。). tidak terasa kita sudah sampai di bab 35, perjalanan yang cukup panjang jadi author memiliki banyak alasan untuk terus berterima kasih pada kakak pembaca setia Maria.


(┬┬_┬┬)


author mengucapkan selamat membaca juga untuk kakak yang baru bergabung, semangat kak. kakak luar biasa.

__ADS_1


yosh!! Diaz dan author akan berusaha lebih baik lagi untuk selanjutnya. author sayang kalian semua, jaga kesehatan selalu ya kak


(*´▽`)ノ (author Sanskeh)


__ADS_2