Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Lain Hati, Lain Pikiran


__ADS_3

Saat itu, pagi yang indah di awal bulan. hujan yang turun sepanjang malam telah reda dan langit kembali cerah. matahari mulai naik memberi cahaya dari ketinggian angkasa di atas sana. Namun, hembusan angin yang memukul pepohonan yang penuh embun membuat aroma hujan yang telah reda tetap bertahan hingga pagi, seakan alam masih ingin menyegarkan diri lewat udaranya yang dingin dan basah.


Diaz bangun dengan Malas.


hawa dingin membuatnya ingin tetap berada di tempat tidur, menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. belum lagi semalaman ia kurang tidur karna Efek anggur Maria bergerak sembrono, bagai kuda yang lepas kendali, namun Diaz juga tak dapat menyembunyikan rasa senangnya karena semalam Maria lebih aktif saat berhubungan.


Dia membuka kelopak matanya perlahan, samar-samar dia melihat sosok Maria di depan ranjang menatapnya.


"Kamu sudah bangun?" katanya, suaranya serak.


"Ng, aku sudah buatkan sarapan. sebentar lagi Sebastian datang kan? ayo bangun!" Maria mengelus keningnya lembut.


"Pertama kalinya kamu bangun lebih awal dari pada aku"


"Maaf, karena mabuk aku pasti sangat merepotkan kamu semalaman" Maria menunduk malu-malu meskipun dari awal pun salah tingkah nya sudah tergambar jelas.


"Tidak, karena aku suka... kamu yang nakal" bisik Diaz menggoda. dia langsung bangkit dari ranjang.


Akhirnya setelah sekian purnama, Maria kembali membantunya bersiap, menyiapkan pakaian, memakaikan Scraft, membuatkan sarapan. Diaz menyeringai saat Maria menjinjit memasangkan Scraft untuknya hingga membentuk simpul, senang? tentu saja. dia sangat merindukan perhatian kecil dari Maria.

__ADS_1


"Diaz... " Maria mendongakkan kepalanya.


"Apa?"


"Dalam perjanjian nikah kontrak kita, kamu sudah memenuhi kewajiban memberikan perawatan terbaik untuk ayah meskipun pada akhirnya ayah meninggal. tapi aku masih belum memenuhi hak kamu untuk memiliki anak, bisakah kamu menunggu memberikan aku waktu untuk memenuhi kewajibanku dalam Perjanjian kontrak kita? aku tidak ingin ingkar, jadi sebelum aku memberikan kamu anak meskipun ayah sudah tiada, pernikahan kontrak kita ini masih berlangsung"


Senyum Diaz langsung memudar, saat Maria membuka omongan. dulu anak adalah yang paling ia nantikan dari pernikahan kontraknya dengan Maria. harapnya agar dapat secepatnya menunjukkan pada Rena bahwa keputusannya meninggalkan Diaz adalah salah. namun entah mengapa kini perasaan takut justru menghantuinya jika suatu saat nanti Maria mengandung.


"Tentu saja, sesuai kontrak. 8 bulan atau paling tidak sampai kamu mengandung anak ku, baru pernikahan kita ini berakhir"


Maria mengangguk, lalu berkata "Aku, mengerti" ekspresi nya berlainan dengan tatapan dan suasana hati Diaz sekarang. wajahnya sumringah senang.


tak lama, suara mobil Sebastian sudah terdengar memasuki halaman depan rumah, Maria mengantar Diaz turun ke bawah membawakan tas kerja untuknya.


Diaz Menutup kaca pintu mobil sebelah Maria, membuat sosok Maria tak terlihat lagi di matanya. kemudian melancarkan perjalanan nya kembali, perlahan mobil mereka jauh dan semakin jauh dari tempat Maria berdiri.


...****************...


Roda berputar perlahan, Sebastian fokus menatap jalanan di depan. Ia melepas kacamata lalu berkata, "Bos, apakah kamu ingat siang ini ada pertemuan di Luxury?"

__ADS_1


"ingat" jawab Diaz singkat, suasana hatinya masih kurang enak karena obrolannya dengan Maria di ruang ganti barusan.


"Ada yang menarik kali ini bos, aku yakin kamu pasti akan senang"


"Ada apa Tian?"


"Pertemuan dewan hari ini, Tuan Martin dari perusahaan Owen akan datang. Anda bisa memanfaatkan kesempatan dengan mengajaknya mengobrol, sedikitnya mencari informasi apakah dia tahu bahwa dia memiliki cucu kandung"


Diaz mengerutkan dahi duduk di bangku belakang.


"apakah kamu belum mendapatkan informasi apapun Tian?"


"Belum bos, karena tak ada bukti otentik apapun yang dapat memperkuat keberadaan Maria sebagai bagian dari keluarga Owen. jadi menurut saya hanya ada satu cara, jika sebelumnya tuan Martin sudah tahu bahwa ia memiliki cucu maka kita dapat membuktikannya dengan tes biologis"


"Baiklah, aku mengerti. Aku akan mengajaknya bicara mencari informasi apakah dia mengetahui bahwa dia memiliki cucu kandung dari pelayan yang di sekap paman Bryan"


Diaz memalingkan muka menatap keluar jendela, jalanan lega karna sepi pengendara, namun di pinggir jalan sudah mulai ramai orang berlalu lalang. dia menekan perasaan, hatinya yang gusar mencoba untuk tak mengkhawatirkan hal yang belum terjadi.


memang hati dapat dengan mudah di bolak-balik, apa yang sangat di inginkannya di awal dapat menjadi hal yang paling di inginkan untuk tak secepatnya di dapat. begitu pun tentang anak dalam perkawinan kontrak yang mengikat antara dirinya dan Maria.

__ADS_1


Dia menatap datar jalanan di luar lalu berkata dalam hati,"Entah mengapa... aku tak ingin perkawinan ini berakhir"


__ADS_2