Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Antara Ayah dan Diaz


__ADS_3

Diaz keluar Ruangan dan kembali berjalan menuju kamar rawat Brama, ayah Maria.


"Bagaimana aku menyampaikan ini kepada kamu Maria? haruskah kamu terus berlinang air mata. sial, kenapa aku, begitu memikirkan perasaan kamu begini?" Berulang kali Diaz memukul dinding lift.


Tak lama, pintu lift terbuka. Diaz kini berada di lorong kamar rawat VIP tempat ayah Maria. langkahnya berhenti di depan pintu kamar, saat melihat Maria tertawa lepas bersama sang ayah.


dia membalikkan badan untuk duduk di luar saja bersama Amirah, namun ayah Maria menyadari kehadirannya.


"Diaz"


Diaz menoleh saat ayah Maria memanggil nya.


"Mau kemana? Kemari lah"


Ayah melambaikan tangannya ke depan memanggil Diaz kembali masuk ke ruangan. Diaz datar kembali membalikkan langkahnya ke dalam ruangan.

__ADS_1


"Maria, ayah dengar dari dokter buah pir mengandung zat anti-tumor yang baik untuk penderita kanker baru. boleh Maria belikan untuk ayah?" ayah mengelus tangan Maria lembut, senyumannya selalu ramah seperti biasanya.


"Ayah mau sekarang? Maria turun dulu ke bawah tidak apa-apa kan?" Maria tersenyum lebar terutama karena ayahnya berinisiatif untuk makan.


Maria kemudian semangat keluar ruangan meninggalkan Diaz dan Brama sendirian.


"Diaz, Apakah sebelum menikahi Maria kamu tahu dia siapa?" wajah ayah seketika berubah serius saat Maria pergi meninggalkan ruangan.


"Diaz, Maria hanyalah anak Petani miskin di Desa kecil. dia tak memiliki harta apapun yang berharga di dunia ini, dia tak sekolah dengan baik karena aku ayahnya sudah mulai sakit-sakitan saat dia masih menjalankan pendidikan. Maria hanyalah wanita biasa, dia polos dan lugu. dia tak punya keluarga selain aku ayahnya. sangat tak sepadan dengan kamu, melihat mu yang sekarang ini di depanku, aku sadar betul bahwa Maria dan kamu berada di strata sosial yang jauh berbeda. apa yang membuat kamu bisa menyukai dia? aku khawatir bila kamu tak mampu menerima dia dengan semua kekurangannya"


ayah nampak tetap tenang tanpa tahu maksud sebenarnya dari jawaban Diaz bahwa yang diinginkan oleh Diaz dari Maria hanyalah anak.


"Syukurlah ayah senang mendengarnya. Diaz, kamu tahu, kamu adalah lelaki pertama yang di bawa Maria menemui saya. Maria belum pernah menjalin hubungan dengan Pria, bahkan menceritakan tentang pria pada aku ayahnya. Maria adalah anak yang sangat tertutup tentang cinta dan canggung saat berhubungan dengan pria dan kamu pasti anak baik, berapa usia mu nak?"


"39 tahun, aku seorang duda. aku bercerai 1 tahun yang lalu"

__ADS_1


"Diaz, kamu masih muda dan pembawaanmu sangat dewasa, terima kasih sudah bersedia mencintai Maria dan menerima kekurangan dia, Maria lahir tanpa kasih sayang seorang ibu sehingga aku berjuang keras sebagai ayahnya untuk kebahagiaan Maria, aku rela melakukan apapun untuknya. aku siap menjadi ayah dan ibu untuknya dan aku merasa apa yang ia katakan tentangmu itu benar"


"Diaz, Ayah yakin bahwa kamu pasti sudah tahu kenyataan tentang ayah dari dokter kan? jadi ayah sangat berharap padamu tolong jagalah dia seumur hidup kamu, cintai dia lebih banyak dari aku mencintai dia. kasihi dia setulus aku mengasihi dia." Sambung ayah panjang wajahnya sayu menatap Diaz.


"Diaz, ayah yakin kamu mampu melanjutkan perjuangan ayah menjaga Maria, lagi dan lagi sayangilah Maria dengan segenap hatimu, jaga dia, dia belum pernah bahagia saat bersama ayah, dia belum pernah makan di restoran mahal, nonton bioskop, ke luar kota, tak pernah melihat bahkan memiliki barang mahal karena ayah tak mampu memberikan itu semua untuknya. Diaz, Tentang cinta, dia seperti kapal, tak tahu kapan harus berlayar, tapi dia akan tahu kapan harus berlabuh. teguh lah, semoga kalian bisa bersabar untuk akhir nya. semoga kamu tetap kuat melalui masa masa itu. ayah merestui kalian nak"


ayah meraih tangan Diaz, dia menggenggamnya erat untuk pertama kali Diaz kembali merasakan tangan hangat seorang ayah.


tentang pernikahan kontrak ini, tak akan mampu ia sebutkan karena janjinya pada Maria. pernikahan ini awalnya hanya sarana untuknya membuktikan pada Rena bahwa ia tidak impoten, tapi ia malah kembali terikat janji dengan pria tua yang menjadi mertuanya, ayah dari istri kontraknya.


Diaz tertegun, entah apa yang ia rasakan kini. pundaknya berat saat ayah Maria berharap lebih padanya untuk selalu menjaga dan menyayangi Maria seumur hidupnya sedangkan ia dan Maria bersama hanya karena terikat kontrak. pikirannya kalut, memikirkan perasaan Maria jika tahu bahwa ayahnya sudah tak dapat di tangani lagi, padahal ia sudah melakukan dan mengorbankan masa depannya untuk kesembuhan sang ayah.


namun ia juga tak dapat berbohong tentang kalimat "ayah, merestui kalian nak" Diaz menghela nafas tenang, merasa senang.


"Maria, kenapa di tubuh kamu yang kecil itu, masalah besar selalu datang? kenapa rasa sedih tak pernah berhenti menyerang kamu? entah kali ini kamu akan terus tetap berdiri tegar atau tidak. sial, kenapa aku begitu mengkhawatirkan perasaan kamu" Diaz memukul pelan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2