Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Season 2 - BAB 1


__ADS_3

Ini adalah kisah seorang Pria keras yang tersakiti, dia yang merasa dikhianati berusaha untuk membalas dendam dan membuktikan pada sang mantan istri seperti apa masa depan ketika penyesalan datang.


Hatinya terkunci, membeku dan menutup pada siapapun. hingga, seorang perempuan datang padanya. pandangan matanya yang lembut dan khidmat menyerupai warna temaram blueberry. cahaya berpijar pada kelopak yang mungil di bawah alisnya yang juga mungil. auranya terpantul pada caranya menatap, saat dia memeluk memohon pertolongan.


ketika keadaan mereka saling melengkapi, dia yang membutuhkan Maria untuk memiliki anak, dan Maria yang membutuhkannya untuk Keperluan berobat sang ayah. sebuah kebetulan yang di takdirkan. kebutuhan pribadi itu di ikat dalam sebuah perkawinan kontrak.


seiring waktu berjalan, ada sebuah perasaan yang menyalahi diri datang. cinta, rasa yang muncul sebelum kontrak berakhir. begitulah kisah itu berjalan, mengantarkan mereka pada sebuah jalan dan lembar baru di pernikahan yang sesungguhnya.


"Diaz, Terima kasih sudah mau menerima ku sepenuhnya"


"begitupun aku ingin berterima kasih padamu Maria, karena sudah hadir dalam hidupku"


...****************...


Saat itu, malam yang indah di hari selasa, hari kelima di bulan April. dua pasang suami istri yang baru menikah itu, merayakan bulan ke enam pernikahan mereka. sembari menunggu Diaz, suaminya pulang. Maria sudah menyiapkan makan malam romantis di green House belakang rumah, ruang hijau itu di hias sedemikian rupa hingga memberi kesan romansa berkat cahaya temaram dari lampu kelap-kelip dan lilin yang di susun di atas meja.


Dengan perasaan berbunga, Maria memandangi langit dari atap green house yang transparan karena terbuat dari kaca.


"Malam ini penuh bintang, aku harap kebahagian selalu menyertai kami, seperti bintang beribu yang selalu bersinar di langit malam."


Seperti kehidupan, takdir tidak bisa di tebak. meskipun penuh bintang, namun rupanya langit berkabut dan hujan datang lebih dulu padanya dari pada Diaz. tetesan air murni dari langit mulai berjatuhan, tetesannya yang menyerbu itu memberikan suara bising setelah mengenai atap kaca green House. Maria mulai gundah, sambil sesekali melihat jam yang melingkar di tangannya.


Namun, dari Kejauhan seorang pria datang terburu-buru di tengah hujan demi kekasihnya tercinta. dia berlari setelah keluar dari mobil..

__ADS_1


Sadar bahwa saat ini ia terlambat dan hujan keburu turun, Hari itu mereka berencana makan malam berdua, merayakan hari pernikahan bersama persis seperti yang diinginkan Maria di film-film yang ditontonnya.


saat sampai di depan green House, Diaz menyaksikan Maria yang berdiri membelakangi pandangan ke pintu masuk. melihat itu, dia berusaha mengambil kesempatan untuk tetap memberi kejutan. dengan hati-hati Diaz membuka pintu dan berjalan pelan-pelan meminimalisir frekuensi suara yang keluar dari langkah kakinya agar kehadirannya tak di sadari Maria.


Maria yang masih terus memandang langit dengan gelisah tak ada suara lain yang ia dengar selain bunyi rintik hujan yang jatuh ke kaca ruang hijau itu, ia lebih fokus pada bayang-bayang kekhawatirannya kepada Diaz. Hingga tiba-tiba tanpa di sadarinya, sebuah tangan datang melingkar di pinggangnya. seseorang memeluknya dari belakang, dan orang itu adalah Diaz, suaminya.


"Maaf, membuat kamu menunggu." Diaz berbisik lembut di telinga Maria.


Maria memutar badannya, dan memeluk manja saat melihat Diaz yang baru pulang kerja.


"Aku khawatir kalau kamu kehujanan! padahal tadi langit kelihatan cerah tapi tiba-tiba jadi mendung dan semakin gelap."


Diaz memandanginya penuh cinta sambil tersenyum simpul, "Jangan Khawatir, Aku suka hujan." kemudian dia membalikkan badan dan mengambil sesuatu dari balik jas nya, hingga ia keluarkan benda cantik yang merekah. enam kuntum mawar merah.


"Untukku?" ucap Maria seraya mengambil bunga itu dari tangan Diaz, Akhirnya ia menerima 6 tangkai mawar yang masih basah karena tersiram air hujan.


"Selamat Hari Pernikahan, sayangku. aku selalu mencintai kamu."


Setelah berpelukan haru, Diaz menyuruh istrinya untuk duduk di kursi yang telah di siapkan Maria sebelumnya. Karena ia tahu istrinya begitu lelah untuk menyiapkan acara makan malam peringatan hari pernikahan mereka. Maria sebetulnya menolak karena ia merasa memiliki kewajiban untuk melayani suaminya setelah pulang, selama beberapa bulan perayaan pernikahan sebelumnya, Diaz lah yang selalu menyiapkan semuanya. makan malam romantis di restoran atau jalan-jalan ke luar kota. jadi, malam ini Ia ingin bergantian dengan memberikan Diaz kesan termanis dengan makan malam bersama di green House kesukaan mereka.


tetapi, Karena Diaz memintanya dengan tulus dan ia pun memang merasakan keletihan yang sangat, ia akhirnya menuruti keinginan suaminya yang sudah menarik kursi untuk ia duduk lebih dulu.


Kemudian ketika giliran Diaz duduk di depannya, Maria mematung sejenak, dia perhatikan Suaminya lama sekali. Ada satu bongkah rasa yang timbul di kedalaman hatinya. Dia pun tidak mengetahui rasa apa itu. Akhirnya, ia tersadar ketika ada rasa dingin yang menetes di bawah matanya; Satu butir air mata. Kemudian ia Menggenggam tangan Maria erat sekali dan mencium kening istrinya.

__ADS_1


“Maria, kenapa kamu menangis? Padahal ini adalah hari Peringatan pernikahan kita, belum genap 24 jam kita melalui hari ini. Sayang, apa yang menyebabkan kau menangis?”


lantas Diaz lekas menyeka bulir bening yang keluar dari pelupuk mata Maria, istri kecilnya.


"Aku hanya sedikit terharu, meskipun ada pula rasa sendu di lubuk hatiku. setiap bulan kita merayakan tanggal pernikahan, aku sering memikirkannya. pernikahan kita memang sudah berjalan 6 bulan, tetapi jika di hitung dari pernikahan kontrak sebelumnya kita sudah satu tahun lebih hidup bersama. tetapi, maafkan aku Diaz... " Maria terisak, hingga ucapannya terhenti sejenak. "Bahkan sampai sekarang ini, aku tak kunjung mengandung. aku belum bisa memberikan keturunan untukmu." timpalnya kembali dengan suara lirih.


pecah sudah perasaan malam itu, angin yang dingin menyelimuti suasana romansa yang mereka harapkan.


Maria yang masih terisak, masih berusaha tegar untuk terus bicara mengeluarkan kegundahan dan ketakutan dalam dirinya. "Dulu kamu menikahi ku karena menginginkan keturunan, tetapi aku sampai sekarang... "


tap


belum selesai Maria bicara, Diaz dengan cepat meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Maria, "Jangan samakan keadaan yang dulu dengan sekarang Maria, kamu tidak salah sama sekali. aku sangat mencintai kamu, bahkan apapun yang terjadi. jika pasangan suami istri belum di karunia kan keturunan, itu bukanlah kesalahan dari salah satu pihak atau keduanya tetapi ini hanyalah masalah waktu, kita harus percaya soal itu. selama kita saling mencintai dan saling menerima, aku yakin semua pasti akan berjalan baik baik saja. dan jika bicara soal ketakutan, seharusnya yang merasa takut itu bukan kamu, tetapi aku.... "


Diaz diam sejenak sambil terus menatap Maria, "Aku sudah menikah dua kali, bahkan bertahun-tahun. meskipun secara medis sebelumnya terbukti bahwa Rena lah yang Impoten, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa aku tidak subur, kan Maria? seandainya kamu tahu, sesungguhnya aku pun sangat mengkhawatirkan itu."


Angin malam yang dingin, malam yang gelap nan sunyi datang Menemani seolah menjadi teman sejati. Betapa tidak! Angin malam kini menyelimuti mereka dari rasa dingin, malam gelap nan sunyi selalu hadir dengan cerah dan candanya, meskipun malam ini hujan datang dengan derasnya.


...****************...


Hai, Kami Kembali...selamat hari pernikahan Maria dan Diaz, berjuta cinta untuk kalian kami ucapkan. bahagia selalu....


mampir ke adik Diaz yuk ☝🪓

__ADS_1



__ADS_2