Istri Kontrak CEO duda

Istri Kontrak CEO duda
Katakan yang Jelas


__ADS_3

"Aku.. " ucap Maria berjeda


"memang akan pergi, aku tidak bisa lagi menjadi istri kamu" sambungnya


Maria menghela nafas panjang namun Diaz menggertakkan gigi masih merajuk, ia memalingkan muka tak menjawab, badannya tetap di biarkan membelakangi Maria.


"Aku tidak sanggup menahan perasaan saat menjadi istri kontrak kamu, kamu sangat kasar, egois, aku tidak punya kesalahan apapun tapi kamu malah memukul aku membabi buta. aku memang berjanji sebagai istri kontrak akan memenuhi kewajibanku untuk melayani kamu sampai bisa memberikan anak, jika kamu sudah memenuhi hak ku, yaitu mengobati ayah jadi kalau kamu mau begituan aku pasti akan menurut tanpa kamu harus berbuat kasar begitu-"


"aku ini adalah manusia, memiliki perasaan. aku sangat menghargai kamu sebagai suami meskipun kita hanya menikah kontrak. hatiku sangat sakit saat kamu justru berbuat sebaliknya! aku merasa perjanjian kita terlalu timpang sebelah, kamu berbuat semau kamu padahal apa yang kita taruh kan di perjanjian sama berharganya!!-"


"dan.. aku adalah wanita biasa, aku juga merasakan hal yang sama dengan perempuan lain di luar sana, apakah pantas bila suamiku bermain perempuan bahkan di ketahui oleh orang-orang. kalau kamu masih berhubungan dengan wanita lain, mengapa kamu malah mengawini aku?!!" sambung Maria tegas, ia menjelaskan panjang lebar.


Glup


Maria meneguk saliva nya dengan kasar, dia menghela nafas setelah meluapkan seluruh isi hatinya pada Diaz sekarang.


"Aku pergi-" sambungnya lagi. kesal karena Diaz tak menggubris apapun.


namun tiba-tiba sebelum melangkah, Diaz membuka mulutnya.


"Maria.. " katanya masih membelakangi Maria.


"jangan pergi..." ucapnya kembali ada jeda


"Aku menyesal karena tangan ini sudah menyakiti kamu, aku pikir hidupku ini akan baik-baik saja seperti biasa saat sebelum mengenal kamu tapi entah kenapa tangan ini juga yang ingin melindungi kamu. jantungku seperti mau meledak saat tak menemui kamu dimanapun. sampai saat ini, aku merasa aku sangat membutuhkan kamu, jadi tolong-"


"jangan pergi Maria" sambungnya, suaranya kecil lemas.


mata Maria melebar, tangannya mengepal kencang berbalik badan dan berjalan ke arah Diaz.


Maria meraih tubuh Diaz memaksanya untuk menatap wajah Maria.

__ADS_1


"katakan jelas sekarang! kamu mau apa?" katanya tegas saat berhasil mendapatkan wajah Diaz dalam penguasaannya.


"aku mau kamu jangan pergii!!" Diaz membalas tegas.


"Kamu harus janji, apakah kamu sanggup memenuhi apa yang aku katakan tadi, soal kasar, perlakuan, sifat, dan yang paling utama perempuan!! selama kita menikah kontrak kamu sanggup untuk menuruti itu semua?"


"Iya.. " Diaz menjawab pelan.


"aku pergi saja, perjanjian kita berhenti di sini" ancam Maria.


"IYA AKU SANGGUP!!" pekik Diaz saat Maria melangkah berbalik badan, Diaz bangkitkan tubuh bagian atasnya tangannya menarik lengan baju Maria.


"jangan pergi Maria" Diaz tertunduk.


pluk


Maria memeluk Diaz kembali dalam dekapannya.


Diaz melingkarkan tangannya di pinggang Maria, membalas dekapannya membuat wajah Diaz terbenam di dada Maria.


...****************...


Sebastian yang duduk di luar menyeringai mendengar obrolan Maria dan Diaz di dalam kamar rawat.


tuk tuk tuk


Suara langkah hak sepatu terdengar keras, Sebastian menoleh ke ujung lorong saat melihat Brox, pelayan pribadi Calix datang.


"Tian.. "


"iya.. " jawab Sebastian mendongak ke atas menatap Brox.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi tuan Diaz?"


"Tak ada yang perlu di khawatirkan Bara (Nama Asli Brox) dia hanya mengalami luka lebam"


"kamu sampai berantakan begini, apakah lawannya sangat berat?" Brox menatap pakaian Sebastian yang penuh bercak darah.


Sebastian tak bergeming.


"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka berdua Tian, bermain perempuan sampai berakhir begini" Brox menurunkan tubuhnya duduk di samping Sebastian.


"Kamu ke sini karena diperintah seperti biasa kan?" Sebastian menatap Brox.


"iya, sama seperti kamu kalau tuan Calix dalam masalah"


"mereka hanya dua saudara yang tak akur" Sebastian menyeringai, geli.


Brox menaikkan ujung bibirnya, membentuk senyuman. tentu karna mereka sudah 15 tahun menemani Calix maupun Diaz, mereka di latih dari remaja untuk menjadi asisten terbaik bagi Diaz dan Calix, saudara tiri yang tak pernah akur. bukan pertama kali bagi Sebastian dan Brox untuk menghindari adanya bibit masalah antara dua orang bersaudara itu, akan tetapi karena sifat keduanya yang tak jauh beda maka masalah akan selalu ada.


soal pernikahan Diaz dan Maria pun Calix baru mengetahuinya, meskipun sebelumnya Sebastian lah yang memberitahu Brox tentang pernikahan kakak tiri Calix itu sehingga membuatnya marah dan mencari masalah dengan menculik Maria.


usia yang tak terpaut jauh dan lahir dari keluarga kelas atas membuat persaingan antar keduanya sangat sengit bahkan sedari mereka kecil, tak ada yang ingin kalah selalu ingin menjadi yang terbaik agar dapat selalu di nomor satukan. namun, saudara tetaplah saudara akan selalu ada kasih di antara mereka.


...****************...


halo ini author 🙋


Hmph, akhirnya author dapat bernafas lega. terima kasih untuk kakak semua yang sudah mengikuti kisah Diaz dan Maria sampai di bab ini, author benar-benar terharu (-^〇^-).


untuk yang marathon, author ingin mengucapkan semangat dan Terima kasih kak. kalian sangat hebat karena sudah berhasil membaca sampai di bab 21++


yosh!! author jadi ikut bersemangat 💪('ω'💪).

__ADS_1


akhir kata, sampai bertemu lagi besok kak, jaga kesehatan selalu, author sayang kalian (ㅅ˙³˙)♡


__ADS_2