
Saat Galang hendak merengkuh tubuh Claudia, suara ponselnya berdering. Galang melihat layar di ponselnya.
"Mama?" Gumam Galang. Galang sangat menyayangi mama nya. Jadi ketika mama nya menghubungi dirinya, Galang selalu cepat-cepat menerima nya. Sedangkan saat ini Claudia sudah berjongkok menyentuh benda pribadi diantara dua ujung pangkal paha nya. Dengan sekuat tenaga, Galang menahan rasa yang bergejolak di tubuhnya. Galang harus menerima panggilan suara masuk dari mama nya itu.
"Halo, mama! Ada apa, ma?" ucap Galang saat dia menggeser ikon hijau di panggilan handphone nya.
"Iya, ma! Aku lagi di pinggiran kota. Rumah lama, ma! Mama makan duluan saja. Malam ini, aku tidak pulang ke rumah," Kata Galang.
Panggilan masuk itu terputus. Kini Galang melihat, Claudia sudah mulai mengusap area pribadi nya yang masih tertutup oleh celana yang dikenakan Galang. Galang kini mulai membantu melepaskan celana panjang nya. Namun saat hendak menurunkan boxer yang di kenapa oleh Galang, pintu ruangan itu di dobrak oleh seseorang.
"Claudia!?" teriak seorang laki-laki yang datang bersama dengan seorang pria dewasa.
Galang terkejut dengan kedatangan dua pria itu yang tentu saja adalah seseorang yang mengenali Claudia. Sedangkan Claudia juga dalam keadaan linglung, namun masih ingat siapa pria yang saat ini datang.
"Tuan Darius!?" gumam Claudia seraya menghambur dan memeluk Darius. Sedangkan Ryan, sang asisten pribadi Darius itu kini memukul wajah Galang tanpa ampun.
"Ryan! Sudah cukup, hentikan! Bisa mati anak orang! Yang penting, kita sudah menemukan Claudia. Ayo kita tinggalkan tempat ini," kata Darius. Galang merintih kesakitan karena dipukuli oleh Ryan, sang asisten pribadi Darius.
Darius membawa Claudia dengan membopongnya. Namun saat posisi seperti itu Claudia membelai wajah Darius seolah begitu mengagumi wajah tampan suaminya itu.
"Hai apa yang kamu lakukan?? Hem, kelihatannya kamu sudah meminum obat pembangkit daya seksual rupanya. Syukur lah, aku tiba lebih cepat dan tepat waktu. Kalau tidak, kamu pasti sudah bermain-main dengan pria brengsek itu," gumam Darius sambil membawa Claudia masuk ke dalam mobilnya. Ryan segera menyusul tuan muda nya setelah menghajar Galang untuk memberikan pelajaran.
Di bangunan yang sepi itu, Galang merintih kesakitan karena babak belur dihajar oleh Ryan. Galang segera menghubungi orang-orang kepercayaan nya untuk menolong dirinya di sana.
__ADS_1
"Claudia!! Tampaknya kamu dalam lindungan seorang pria yang memiliki kekuatan dan kekuasaan. Hem, awas saja! Setelah ini, aku tidak akan membiarkan kamu lepas dari aku," gumam Galang seraya menahan pedih di bibir nya karena pukulan Ryan mengenai wajahnya. Bibirnya juga pecah dan berdarah.
Setengah jam berlalu, dua orang kepercayaan Galang datang ke lokasi membantu Galang meninggalkan tempat itu.
"Tuan Galang! Seharusnya tuan tidak pergi sendirian di tempat ini. Apalagi jika apa yang tuan lakukan itu menyinggung seseorang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan," kata salah satu bodyguard Galang yang ditugaskan menjaga Galang oleh orang tua Galang. Namun Galang selalu menyuruhnya tidak mengikuti dirinya saat Galang ke kampus. Dan Galang ke tempat itu setelah dari kampus sehingga para bodyguard yang ditugaskan untuk menjaga Galang tidak mengetahui kalau Galang ke rumah lama di pinggiran kota.
"Jangan mengatur hidup ku! Kalian hanya ditugaskan dan dibayar untuk menjaga aku. Jangan terlalu mengkhawatirkan aku dalam urusan percintaan," sahut Galang.
"Tapi tuan! Wanita yang Anda sukai adalah wanita yang juga disukai oleh pria yang memiliki kekuatan. Tuan muda tidak bisa meremehkan pria seperti ini," kata salah satu bodyguard itu.
"Laki-laki brengsek seperti dia itu hanya suka mempermainkan wanita saja. Wanita hanya dijadikan alat pemuas nafsu saja. Hanya sebagai kebutuhan penghangat di atas ranjang nya. Setelah bosan, Claudia ku pasti akan di campakkan. Aku ingin membebaskan Claudia ku dari laki-laki seperti itu," ucap Galang.
"Bagaimana kalau sebenarnya, wanita itu juga mencintai laki-laki yang Anda sebut seorang pria brengsek itu! Tentu saja tuan muda tidak bisa memaksa nya untuk lepas dari jeratan laki-laki brengsek itu. Bagaimana kalau wanita itu sudah terikat kontrak dengan laki-laki brengsek itu menjadi istrinya," kata pria bodyguard itu.
"Hah? Terikat kontrak? Bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu?" sahut Galang.
"Hem, aku ingin kamu menyelidiki wanita itu! Sebenarnya apa hubungannya dengan pria brengsek itu! Ini foto-foto dari wanita dan pria brengsek itu," kata Galang.
"Siap menjalankan perintah, tuan!" sahut salah satu pria yang bertugas sebagai bodyguard Galang.
*****
Di rumah kediaman Darius. Darius membaringkan Claudia di atas peraduan. Dengan gaya yang menggoda, Claudia menahan tangan Darius supaya tidak meninggalkan dirinya.
__ADS_1
"Jangan pergi!" ucap lirih Claudia.
"Sial! Claudia sepertinya sudah meminum obat itu dengan dosis yang besar. Lebih baik aku memandikan dia dulu. Aku paling tidak suka jika wanita ku disentuh atau berdekatan dengan pria lain," gumam Darius seraya kembali mengangkat tubuh Claudia ala bridal menuju ke kamar mandi di ruangan itu. Darius tanpa ampun menyiram seluruh tubuh Claudia walaupun masih lengkap dengan pakaian nya.
"Dingin, tuan! Dingin! Kamu jahat sekali!" ucap Claudia seraya menggigil merasakan air shower yang dingin.
"Kamu tahu? Aku ingin menghilangkan bau laki-laki brengsek itu!" kata Darius sambil terus membasahi badan Claudia dengan air dingin.
Setelah dirasa cukup, Darius melucuti semua pakaian Claudia yang sudah basah kuyup itu. Dengan sangat sudah menahan hasrat nya, Darius tetap mengering kan badan Claudia. Setelah nya Darius mulai mengenakan handuk kimono pada Claudia.
"Ayo duduklah! Aku akan mengering kan rambut kamu," ucap Darius setelah membawa Claudia masuk kembali ke dalam kamar. Darius mulai menghidupkan hairdryer untuk mengeringkan rambut Claudia.
Claudia menatap wajah Darius dari pantulan kaca di depannya. Dia tidak menyangka kalau laki-laki itu bisa selembut dan perhatian dengan nya.
"Terimakasih," ucap Claudia nyaris tidak terdengar.
"Kamu bilang apa? Aku tidak mendengar nya," kata Darius.
"Terimakasih, tuan muda sangat baik dan peduli dengan aku," ucap Claudia.
"Hem, kamu salah paham! Aku melakukan ini karena aku tidak ingin barang ku disentuh oleh orang lain. Aku hanya ingin membersihkannya. Dan soal terimakasih itu. Kamu bisa melakukan dengan cara lain tidak sekedar ucapan saja," kata Darius. Claudia menyipit bola matanya.
"Eh, em, tuan menginginkan apa dari saya?" tanya Claudia.
__ADS_1
"Aku dari tadi belum makan! Aku ingin mie goreng masakan kamu," sahut Darius. Claudia tersenyum lebar.
"Baik, aku akan segera membuatkannya untuk tuan," kata Claudia yang segera berdiri dari tempat duduk nya setelah Darius menyudahi menyisir rambut Claudia.