
"Darius? Siapa anak kecil tadi?" tanya Vita kepada suaminya setelah sampai di rumah.
"Bukan siapa-siapa, sayang! Dia hanya ditinggal mommy nya saja saat dia menginginkan mainan mobil-mobilan di toko tadi. Aku pikir mommy nya sedang ke toilet," terang Darius.
"Ibu macam apa itu, meninggalkan anaknya yang masih balita sendirian di depan toko. Ibu nya malah pergi begini saja. Lalu bagaimana anak laki-laki itu, apakah sekarang sudah bersama ibu nya?" ucap Vita.
"Aku rasa sudah, sayang! Anak kecil laki-laki itu, aku pikir sangat cerdas. Jadi tidak akan kemana-mana sampai mommy nya datang lagi. Mungkin karena sudah terdesak ingin buang air besar, sehingga keburu pergi tanpa mengajak putra nya," kata Darius.
"Benar-benar teledor! Bagaimana kalau diculik? Jaman sekarang lagi musim penculikan anak loh!" ucap Vita.
"Benar! Makanya kamu sebagai mommy dari Salma juga harus waspada dan hati-hati yah, sayang! Putri kecil kesayangan kita harus kita jaga," sahut Darius.
"Tentu saja, sayang! Salma adalah putri kita, buah cinta kita," ucap Vita seraya melingkarkan tangannya ke leher Darius. Netra mereka bertemu hingga mereka kembali mengikis jarak.
"I love you, Darius!" ucap Vita.
"I love you to, Vita!" sahut Darius. Vita berinisiatif memulai mencium bibir Darius hingga ciuman panjang itu terjadi. Namun saat itu lah ponsel Darius berbunyi, rupanya ada panggilan masuk di sana. Darius menyudahi kegiatan itu dan merogoh ponsel nya yang berada di dalam saku celananya.
"Ada apa, Ryan?" tanya Darius.
"Hem, baiklah! Aku akan ke kantor sekarang juga!" ucap Darius. Vita mengerutkan dahinya saat mendengar Darius hendak ke kantor.
"Loh kok ke kantor lagi sih, sayang? Kata kamu hari ini gak ke kantor? Seharian mau main dengan Salma?" protes Vita.
"Maaf, Vita! Ada sedikit urusan di kantor. Lagi pula nanti sore, aku juga akan balik lagi kok. Kamu main dulu dengan Salma yah! Suami kamu ini harus bekerja keras untuk memberikan nafkah untuk istriku yang tercinta ini," ucap Darius seraya mengecup kening Vita dengan lembut. Vita tersenyum lebar saat Darius begitu lembut dan tulus mencintai nya.
Darius bergegas pergi meninggalkan rumah itu menuju ke perusahaan nya, di mana Ryan juga sudah menunggu dirinya.
__ADS_1
"Seandainya Leon dulu mau menikahi aku, disaat aku mengandung anaknya,mungkin saja aku tidak akan mengajak nikah dengan Darius. Aku tidak menjadi istri Darius. Ah sudahlah, lagipula saat ini pun aku masih bisa diam-diam berkencan dan janjian dengan Leon. Dari dulu Leon paling tidak mau kalau terikat dalam hubungan pernikahan. Walaupun berkali-kali dia mengatakan kalau dirinya menyayangi aku. Dia bahkan juga sangat menyayangi Salma, dengan memberikan banyak uang kepada ku untuk Salma," pikir Vita.
Setelah kepergian Darius, Vita pun ikut keluar rumah dengan mengajak putri nya, Salma. Vita bersama putri nya Salma akan menjumpai Leon di mansion pribadinya.
*****
"Di mana kamu melihat Claudia?" tanya Darius pada asisten pribadinya, Ryan. Saat ini Darius sudah berada di ruangan kerja nya. Ryan sengaja menghubungi Darius hanya memberikan kabar itu pada Darius. Kabar bahwasanya dirinya melihat Claudia.
"Aku melihat Claudia di depan sekolah pendidikan anak usia dini. Aku pikir, Claudia sekarang ini sudah memiliki anak. Yang pasti usia anaknya tidak jauh beda dengan putri kamu, Salma," praduga Ryan.
"Apakah kamu melihat anaknya Claudia? Dan memastikan kalau Claudia benar-benar sedang mengantarkan anaknya ke sekolah?" sahut Darius.
"Hehehe hanya melihat non Claudia duduk di depan sekolah pendidikan usia dini. Sepertinya memang menunggu anaknya, tuan!" kata Ryan.
"Pastikan laporan yang kamu sampaikan kepadaku itu jelas dan akurat, Ryan! Kamu jangan hanya menduga-duga dan menebaknya saja. Oke? Aku tidak ingin kamu memberikan informasi yang tidak lengkap," sahut Darius.
"Baiklah, tuan! Besok pagi, saya akan memastikan datang kembali ke sekolah itu. Saya akan langsung mendatangi non Claudia dan melihat anak yang dia antar itu benar-benar anaknya non Claudia," ucap Ryan.
"Sekarang, tuan?" tanya Ryan.
"Iya," sahut Darius.
"Tapi sekarang sudah jam satu siang, tuan! Pasti sekolah pendidikan usia dini itu sudah tutup dan anak-anak sudah pulang semuanya," ucap Ryan.
"Ryan! Bukankah kamu belum pergi ke sekolah itu? Siapa tahu masih ada guru piket yang berjaga di sekolah itu hingga sore nanti," kata Darius.
"Ya Ampun, kok jadi buru-buru begini yah, tuan?" protes Ryan.
__ADS_1
"Ryan! Kamu mau menjalankan apa yang aku perintah kan atau kamu minta dipotong bonus kamu?" ancam Darius.
"Eh?? Baik, baik tuan! Saya sekarang juga akan menjalankan perintah tuan!" sahut Ryan.
*****
"Ya, bagaimana Ryan? Apakah kamu mendapatkan informasi penting lagi mengenai keberadaan Claudia sekarang ini dan apakah benar kalau Claudia sudah memiliki anak?" ucap Darius dengan memberondong banyak pertanyaan.
"Non Claudia sekarang tinggal di mansion utama milik orang tua Galang, pria yang selama ini menjadi suami non Claudia dan juga menyembunyikan keberadaan Claudia. Namun suami non Claudia sudah meninggal dunia, tuan!" terang Ryan.
"Dan ternyata benar kalau Claudia sudah memiliki seorang putra yang saat ini sekolah di pendidikan usia dini. Nama putra non Claudia bernama Alex, tuan!" kata Ryan.
"Jadi selama hampir lima tahun ini Claudia benar-benar telah menikah dengan pria itu? Bahkan telah memiliki anak dari pria brengsek itu?" sahut Darius.
"Benar, tuan!" ucap Ryan.
"Baiklah! Besok pagi aku ingin melihat Claudia bersama putranya itu di sekolah. Besok pagi, jangan lupa bawa aku ke tempat itu, di mana anak laki-laki Claudia bersekolah di tempat itu," kata Darius.
"Baik, tuan!" sahut Ryan.
"Pria itu benar-benar hebat, bisa menyembunyikan Claudia dariku. Bahkan sampai hampir lima tahun lebih aku tidak bisa menemukan nya," gumam Darius.
"Soal itu, mereka telah merubah identitas mereka, tuan! Sehingga kita sulit untuk mencari keberadaan mereka," sahut Ryan.
"Hem, seperti itu rupanya!?" ucap Darius.
*****
__ADS_1
Sementara di tempat lain Vita bersama putri nya saat ini bertemu dengan Leon. Saat pertemuan itu Leon sangat antusias melihat putri kandung nya itu. Wajah Salma perpaduan antara dirinya dengan Vita. Beruntung Darius tidak mencurigai bahwasanya Salma adalah anak biologis dari Leon. Saat menikah dengan Darius, Vita sudah mengandung anak Leon. Itu karena Leon belum mau menikah cepat. Bagi Leon, pernikahan hanya sesuatu yang mengikat dan bikin rumit hidup nya. Walaupun dalam kenyataannya Leon masih bertanggungjawab memberikan uang untuk biaya hidup untuk putri serta Vita.
"Salma sayang! Cantiknya kamu, nak!" ucap Leon seraya memeluk putri kecilnya itu. Salma tanpa memberontak menurut dan diam dipeluk serta diciumi pipi nya. Vita yang melihat ayah dan anak saling berpelukan itu hanya ikut tersenyum senang.