
Darius mengajak Claudia makan malam romantis di suatu hotel. Di lantai paling atas itu telah di dekorasi dengan nuansa romantis. Suasana privat khusus untuk mereka berkencan selayaknya sepasang kekasih. Di atas meja itu sudah lengkap hidangan dan minuman untuk kedua nya. Claudia seperti benar-benar menjadi wanita satu-satunya spesial bagi Darius. Bahkan Darius mengajaknya berdansa dengan diiringi alunan musik slow yang romantis.
Darius memeluk pinggang Claudia. Claudia terlihat masih kaku saat diajak berdansa seperti itu. Keduanya begitu dekat. Bahkan tubuh mereka tanpa jarak. Bau parfum khas yang keluar dari badan Darius terasa lekat di hidung Claudia. Aroma maskulin itu membangkitkan pesona Claudia.
"Semoga aku tidak merasa mual saat berdekatan dengan Darius. Jika tidak, Darius akan mencurigai aku kalau saat ini aku telah berbadan dua," batin Claudia. Dia tidak henti-henti nya menatap wajah tampan Darius yang berkharisma.
"Rileks saja! Jangan kamu seperti itu! Aku tidak akan memakan kamu," ucap Darius.
"Eh?? Aku tidak biasa berdansa seperti ini. Apalagi berdansa dengan seorang pria," kata Claudia.
"Aku tahu itu! Setelah ini kamu akan terbiasa jika diajak berdansa seperti ini," ucap Darius.
"Kenapa tuan mengajak ku makan malam romantis seperti ini?" tanya Claudia.
"Sebenarnya, malam ini aku mengajak kamu makan malam romantis di hotel ini, karena mulai besok aku akan menceraikan kamu. Kamu tidak lagi menjadi istri kontrak ku lagi," kata Darius.
Claudia melebar bola matanya saat Darius berkata seperti itu. Tentu saja Claudia sangat terkejut karena menurut perhitungan nya, masa kontrak nya masih kurang tiga bulanan lagi. Namun kenapa Darius memutuskan mempercepat masa kontrak itu. Apakah ada yang salah dan kecewa dari tindakan maupun perbukitan Claudia.
"Tetapi bukankah masa kontrak aku menjadi istri tuan muda masih tiga bulan lagi? Kenapa dipercepat, tuan? Apakah aku kurang memberikan kepuasan dan membuat tuan kecewa?" tanya Claudia.
"Tidak, tidak! Kamu sudah mengetahui nya bukan, kalau Vita kekasih ku sudah kembali ke tanah air. Aku tidak ingin Vita mengetahui bahwa selama ini aku telah menjalin hubungan dengan beberapa wanita dengan melakukan kontrak nikah itu. Karena kamu masih tinggal di mansion ku, lambat laun Vita akan mencurigai nya. Dan aku tidak ingin hubungan ku dengan Vita hancur gara-gara semua ini," jelas Darius.
__ADS_1
Claudia menahan sesak dada nya. Matanya sudah memanas namun Claudia berusaha untuk tidak menangis dan jatuh air matanya. Darius merangkum kedua pipi Claudia sehingga kedua mata mereka bertemu. Darius melihat kedua bola mata Claudia sudah berkaca-kaca.
"Jangan menangis dong!" ucap Darius.
Claudia berusaha menyembunyikan rasa kesedihannya dan berusaha tersenyum lebar. Namun Darius tahu kalau Claudia berbeda dengan tiga wanita-wanita itu yang sudah sempat dekat dengan dirinya kerena hubungan kontrak nikah.
"Tuan, kalau aku boleh jujur! Aku sangat menyayangi tuan muda Darius. Aku, aku, aku sudah terbiasa dengan tuan Darius. Tuan Darius lah laki-laki pertama yang mengambil ciuman pertama ku. Dan bahkan merenggut keperawanan ku," ucap Claudia jujur. Darius yang mendengar nya hanya tertawa terbahak-bahak. Claudia seperti tidak ada harganya di mata Darius.
"Bukankah sudah aku katakan kepada kamu, Claudia! Jangan memakai hati dan perasaan kamu dalam hubungan kita ini. Kita ini hanya saling membutuhkan satu sama lain," sahut Darius. Air mata itu jatuh sudah di kedua sudut mata Claudia. Claudia ingin mengungkapkan semua perasaan nya.
"Tidak apa jika tuan Darius tidak menyukai aku. Tapi aku sudah jujur menyampaikan perasaan yang aku rasakan terhadap tuan, kalau aku menyukai tuan Darius," kata Claudia.
Claudia menundukkan kepala nya. Dia benar-benar sangat sedih karena malam ini ternyata malam perpisahan antara dirinya dengan Darius.
"Jangan khawatir, asisten pribadi ku sudah menyiapkan rumah sebagai tempat tinggal kamu untuk beristirahat dari teriknya panas dan turunnya air hujan. Aku telah memberikan nya untuk kamu. Kamu tahu, kamu lah istri kontrak ku yang paling lama menemani aku. Dan kamu cukup membuat senang dan nyaman aku. Jadi, aku akan memberikan banyak hadiah dan kompensasi terhadap kamu," jelas Darius.
Claudia semakin deras air matanya jatuh di pipi. Tentu saja hal itu membuat Darius tidak tega. Bahkan Darius seperti merasakan sesak dada nya serta sakit saat melihat wanita di depannya itu menangis tersedu-sedu. Darius memeluk Claudia dengan erat. Hal itu semakin menambah kesedihan hati Claudia. Bagus nya berguncang karena tangis nya meledak. Tentu hal itu membuat Darius semakin bingung.
"Hai, Hai Sayang! Cup, cup dong!" ucap Darius seraya mengusap punggung Claudia.
Darius mengurai pelukan itu dan mengusap air mata Claudia.
__ADS_1
"Jangan nangis yah! Kamu terlihat sangat jelek kalau nangis seperti ini!" ucap Darius penuh kelembutan. Ayo, lebih baik kita menikmati makanannya lagi dan setelah itu kita minum.
*****
Claudia lupa jika dirinya saat ini telah mengandung anak Darius. Claudia tidak menolak saat Darius memberikan minuman dengan kadar alkohol yang tinggi. Claudia ingin malam ini menjadi wanita penurut. Apapun yang disuruh oleh Darius, Claudia tidak menolak nya termasuk meminum anggur. Hingga Claudia benar-benar mabok.
Darius mengajak kembali ke kamar hotel. Malam ini Darius mengajak Claudia bermalam di hotel itu. Mereka akan menikmati malam panjang itu karena esok hari mereka tidak lagi menjadi pasangan suami istri lagi.
"Tuan Darius! Aku mencintaimu!" ucap Claudia seraya mulai nyosor duluan ke bibir Darius.
"Eh??" Darius tentu saja melebar matanya saat Claudia sudah sangat agresif mendorong tubuh Darius hingga jatuh di atas tempat tidur. Claudia dengan nakal menindih nya. Darius masih diam melihat tingkah liat Claudia yang berbeda seperti biasanya.
"Malam ini biarkan, aku menikmati kebersamaan kita. Karena mulai esok hari, tuan Darius tidak memerlukan aku lagi. Tapi ijinkan aku memiliki anak dari tuan Darius," ucap Claudia.
"Hah, anak??" gumam Darius. Namun ucapan Claudia itu dianggap lelucon bagi Darius. Kini Claudia mulai mendominasi permainan. Hingga semakin lama akhirnya Darius mengendalikan semuanya hingga Claudia kini berada di bawah kungkungan Darius.
Di kamar hotel itu peluh keringat mulai mengucur karena kegiatan intens mereka. Dan aneh nya Darius benar-benar sangat menikmati nya.
"Aneh, rasanya aku tidak ingin melepaskan Claudia. Tapi bagaimana dengan Vita jika aky harus mempertahankan Claudia?" batin Darius seraya menciumi wajah Claudia yang halus dan lembut serta pasrah dalam kungkungan Darius.
"Malam ini aku milik mu, tuan Darius! Namun besok kita tidak akan lagi bisa seperti ini," ucap Claudia.
__ADS_1