ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN

ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN
BAB 8


__ADS_3

Setelah Darius mengumumkan dan mengakui bahwa Claudia adalah istrinya membuat mahasiswa-mahasiswi di Fakultas Sastra terutama satu angkatan dengan Claudia menjadi terkejut. Mereka tentu saja antara percaya dan tidak dengan pernyataan yang di sampaikan seorang laki-laki muda tampan yang mengaku sebagai suami dari Claudia. Mereka berpikir, apa yang diungkapkan oleh Darius, bisa jadi hanyalah kebohongan belaka yang menyelamatkan Claudia karena poster di mading yang menyudutkan Claudia.


Topik Claudia menjadi bahan obrolan mahasiswa mahasiswi yang tidak mempunyai kerjaan di saat menunggu kedatangan dosen yang mengajar mata kuliah yang akan mereka ambil.


Galang salah satu mahasiswa yang diam-diam memperhatikan dan menyukai Claudia tentu tidak mudah percaya kalau Claudia sudah menikah dengan laki-laki muda tampan itu yang mengantarkan Claudia ke kampus dengan menggunakan mobil mewah.


"Menurut kamu, apakah Claudia benar-benar sudah menikah dengan laki-laki tadi? Atau sebenarnya apa yang ditulis dengan besar di dinding itu semuanya benar? Bahwasanya Claudia seorang wanita penghibur yang menjual tubuh nya untuk menjadi partner ranjang laki-laki yang butuh kehangatan dan memenuhi kebutuhan biologis nya?" ucap Endro teman dekat Galang.


"Entah lah, Dro! Aku sendiri juga tidak tahu pasti," sahut Galang.


"Hai, jangan sedih dong! Apakah dengan pernyataan laki-laki tadi yang mengakui sebagai suami dari Claudia, kamu menjadi menciut nyali kamu untuk mendekati Claudia lagi? Bahkan kamu belum mulai berperang, sudah mengakui kekalahan kamu," kata Endro.


"Aku tidak tahu, Endro!" ucap Galang yang sesekali mencuri pandang ke arah tempat duduk Claudia yang duduk di dekat Hilda.


Tiba-tiba saja Claudia melemparkan senyuman ke arah Galang. Galang juga ikut membalas senyuman dari Claudia. Hal itu diketahui oleh Endro.


"Cie.. cie... kalian yah! Ternyata sama-sama menunjukkan senyuman manis kalian. Ayo, samperin sana!" ucap Endro.


"Eh, bentar lagi dosen linguistik akan masuk ke kelas," kata Galang.


"Hahaha ya sudah, nanti selesai kuliah lebih baik kamu samperin Claudia, ajak makan atau gimana gitu. Biar kamu bisa bertanya banyak hal dengan Claudia. Kamu pasti penasaran bukan, soal kebenarannya? Apakah benar semua yang disampaikan oleh laki-laki itu kalau Claudia sudah menikah," ucap Endro.

__ADS_1


"Jika Claudia sebenarnya seorang pelacur, apa yang akan kamu lakukan, Galang?" tanya Endro.


"Tentu saja aku ingin membebaskan Claudia dari pekerjaan itu. Aku akan bertanya pada Claudia, apa alasannya kenapa Claudia memilih jalan itu sebagai seorang pelacur. Mungkin saja aku akan menjadi pahlawan bagi Claudia supaya dia bisa memiliki pekerjaan tanpa menjual tubuh nya pada laki-laki hidung belang," urai Galang panjang lebar.


"Wow, seperti nya kamu sudah terlanjur cinta berat dengan Claudia yah?" sahut Endro.


"Seperti nya begitu! Walaupun saat ini orang-orang menganggap rendah Claudia, bagiku Claudia tetap baik di mataku," kata Galang.


"Pasti ini akan menjadi konflik terbaru jika orang tua kamu mengetahui bahwasanya orang yang akan kamu jadikan istri adalah seorang pelacur," sahut Endro.


"Itu masih sangat jauh sekali, Endro! Bahkan aku belum memastikan kalau Claudia sesungguhnya menyukai aku atau tidak. Aku masih belum berani mendekati Claudia," kata Galang.


"Dekati saja dia! Boking dia seolah-olah kamu membutuhkannya untuk berkencan satu malam dengan nya. Aku ingin tahu harga dia dalam satu malam saat melayani pria-pria hidung belang itu," ucap Endro. Galang membulat matanya dengan tajam melihat ke arah Endro. Tatapan itu seperti sangat marah karena Endro seperti sudah menyimpulkan bahwasanya Claudia adalah seorang wanita pelacur atau wanita malam.


*****


Setelah materi kuliah selesai, Galang benar-benar nekat mendatangi Claudia. Bahkan dia membawa paksa Claudia menuju parkiran di mana mobil Galang terparkir di sana. Galang juga seorang anak konglomerat yang tentu saja merupakan putra mahkota yang akan mewarisi sebuah perusahaan yang cukup ternama di kota itu.


"Galang! Sakit cengkraman tangan kamu ini galang!" ucap Claudia seraya meringis saat tangan Galang mencengkram kuat pergelangan tangan Claudia saat menariknya menuju ke dalam mobilnya. Kini keduanya. sudah sama-sama berada di dalam mobil. Kedua mata mereka sudah saling bertemu. Galang menatap tajam ke arah Claudia. Claudia bingung, sebenarnya apa maksud Galang membawanya ke dalam mobilnya.


"Sekarang katakan padaku dengan jujur! Sebenarnya apakah kamu sudah menikah dengan laki-laki itu?" tanya Galang seraya meraih tangan Claudia dan menggenggam nya.

__ADS_1


"Eh, itu yah?" sahut Claudia.


"Katakan!" bentak Galang. Claudia benar-benar sangat terkejut saat Galang sudah tidak sabar ingin mendengar jawaban dari Claudia. Bahkan Galang sampai membentak nya.


"Itu benar! Laki-laki itu adalah suamiku," jawab Claudia seraya menundukkan kepalanya.


"Bohong!Kamu bohong bukan? Katakan padaku, yang sebenarnya!" tanya Galang lagi. Claudia menatap ke arah Galang. Dua mata Galang sudah berkaca-kaca. Galang seperti tidak mau menerima jika Claudia sudah menjadi istri dari laki-laki muda tadi. Pergelangan tangan Claudia masih dipegang Galang tanpa di lepaskan. Padahal Claudia berusaha menarik tangan itu dari genggaman Galang.


"Galang! Aku, aku sudah menjadi istri tuan Darius," kata Claudia lagi.


"Kamu bohong, Claudia! Sekarang katakan padaku! Berapa harga kamu saat berkencan dengan laki-laki seperti dia!?" ucap Galang.


Kalimat itu sukses membuat Claudia sangat terkejut bukan main. Tiba-tiba saja matanya berembun. Claudia tidak menyangka jika Galang sudah percaya kalau dirinya adalah seorang wanita malam yang selalu bergonta-ganti pasangan untuk memberikan kepuasan biologis pada pelanggan nya.


"Aku ingin malam ini kamu menemani aku! Layani aku dan aku akan membayar sepuluh kali harga yang kamu pasang," kata Galang. Claudia menatap wajah Galang dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Air mata itu akhirnya jatuh juga dari kedua sudut mata Claudia.


"Buka pintu nya, Galang! Biarkan aku keluar dari mobil kamu!" ucap Claudia dengan air mata yang masih jatuh di pipi.


Dia benar-benar tidak mengira kalau Galang sudah merendahkan dirinya dengan menganggap bahwa dirinya adalah seorang pelacur.


"Tidak! Kamu harus ikut aku! Malam ini aku akan membayar kamu! Jadi temani aku malam ini," ucap Galang seraya menghidupkan mobilnya. Mobil itu dengan cepat melaju dengan kencang. Galang tidak perduli saat Claudia memintanya untuk berhenti. Galang tetap membawa jauh Claudia meninggalkan kampus itu ke suatu tempat.

__ADS_1


Sedangkan di depan gapura fakultas sudah lama menunggu sopir jemputan yang diperintahkan oleh Darius untuk menjemput Claudia. Namun sampai fakultas itu sepi, orang yang ditunggu nya tidak juga keluar. Hal itu menjadi kebingungan oleh sopir pribadi Darius.


"Di mana nona muda?! Kampus sudah sepi! Apakah nona muda sudah pulang yah? Lebih baik aku kembali saja dan mengabarkan ke tuan Darius kalau lingkungan kampus sudah tidak ada lagi aktivitas," gumam sopir pribadi Darius yang diperintahkan menjemput Claudia karena Darius masih ada urusan bersama dengan klien nya.


__ADS_2