
Claudia merasakan sesak dada nya, saat diperlakukan seperti itu pada Vita. Bahkan Darius seolah tidak membela dan kurang menghargai dirinya. Buktinya bubur ayam hasil masakan nya itu kini kembali dirinya bawa di dapur. Claudia menyeka air matanya yang tanpa sadar jatuh di kedua matanya. Padahal pagi-pagi sekali dirinya sengaja bangun lebih awal untuk membuatkan bubur ayam itu dan khusus buat Darius. Namun keberadaan nya seolah tergeser dengan kehadiran wanita yang bernama Vita itu yang statusnya sebagai kekasih Darius.
"Loh non, kenapa bubur ayamnya tidak jadi diantar ke kamar tuan muda Darius?" tanya salah satu pelayan di rumah itu. Claudia buru-buru menyembunyikan kesedihan dan kekecewaan nya karena sikap yang ia Terima saat mengantarkan bubur ayam itu di kamar Darius.
"Eh? Aku pikir bubur ayam ini sangat enak. Tapi dia sepertinya tidak menyukai nya," gumam Claudia.
"Siapa bilang kalau aku tidak menyukai nya? Mana bubur ayam buatan kamu tadi?" sahut Darius tiba-tiba datang di ruangan itu. Darius duduk di kursi ruangan makan.
"Eh??" Claudia menatap bibi yang masih memperhatikan dirinya.
"Sudah sana, non! Tuan muda mau mencicip bubur ayam buatan non Claudia," kata pelayan itu. Claudia segera membawa kembali nampan yang tadi sudah ada mangkok yang berisi bubur ayam itu. Claudia meletakkannya di atas meja depan Darius. Darius segera mencicipi nya.
"Hem, ini kamu yang bikin?" tanya Darius seraya menatap Claudia yang masih menunduk wajahnya. Lalu Claudia mengangguk kepalanya pelan.
"Enak banget!" ucap Darius sambil menyendok bubur ayam buatan Claudia itu dan memasukkan nya ke dalam mulutnya. Claudia melihat Darius yang mulai memakan bubur ayam itu dengan lahap tiba-tiba menyunggingkan senyuman nya. Claudia senang hasil masakan nya bisa dinikmati oleh Darius.
"Sayang!?" teriak Vita yang berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruang makan. Mengetahui Vita datang ke ruangan makan itu, Claudia segera buru-buru hendak pergi meninggalkan Darius yang masih memakan bubur ayam buatan nya. Namun dengan cepat Darius menahan pergelangan tangan Claudia.
"Hai, kamu mau kemana? Temani aku sarapan dulu!" cegah Darius.
"Em eh, tapi itu kekasih tuan muda sudah datang kemari," ucap Claudia lirih. Darius melepaskan pergelangan tangan Claudia saat Vita sudah mendekat ke ruangan makan. Claudia segera menjauh dari Darius.
__ADS_1
"Sayang?! Kamu makan apa?" tanya Vita sambil melihat mangkok di depan Darius.
"Ini bubur ayam. Kamu mau, sayang?" tanya Darius.
"Hah? Kamu kenapa makan bubur ayam dari pelayan tadi sih? Bagaimana kalau tidak higienis? Mana mangkok bubur ayam nya?Jangan di makan lagi?" ucap Vita seraya mengambil mangkok bubur ayam Darius dan membawanya jauh dari Darius.
"Eh??" Darius menyipitkan bola matanya melihat tingkah Vita yang super posesif terhadap dirinya. Jauh dari mereka Claudia memperhatikan Vita yang melarang Darius untuk memakan bubur ayam darinya itu. Vita pun ikut melihat ke arah Claudia yang melihat dirinya yang terlihat tidak menyukai dirinya. Sorot matanya tajam ke arah Claudia.
"Sayang? Sebenarnya siapa pelayan itu sih? Aku tidak suka sama dia! Dia seperti nya berusaha merebut hati kamu deh, sayang! Lebih baik kamu memecat nya saja yah!" ucap Vita sedikit pelan.
"Dia hanya seorang pelayan biasa. Masa kamu harus cemburu dan merasa tersaingi dengan dia sih?Kasihan dong jika kita pecat. Dia hanya berusaha melayani majikannya seperti aku ini. Kamu jangan berlebihan yah, sayang!" sahut Darius.
"Tapi dia sangat muda dan lagipula sangat cantik juga. Aku takut kamu nanti tertarik dengan dirinya," ucap Vita.
"Yah, aku khawatir saja jika kamu jadi tidak perhatian dengan aku. Lagipula aku memutuskan pulang ke tanah air ini supaya bisa bertunangan dengan kamu," ucap Vita.
"Hanya bertunangan? Tidak Vita sayang! Aku mau kita langsung saja menikah, dong! Ngapain pakai acara tunangan-tunangan segala?Aku mau kita menikah supaya kamu secepatnya bisa mengandung anak-anak ku," kata Darius.
"No, sayang! Aku tidak mau cepat-cepat hamil sayang. Bagaimana dengan karir ku? Jika aku hamil bagaimana bentuk badanku? Pasti menjadi gendut dan jelek," sahut Vita.
"Tidak sayang! Walaupun kamu gendut, aku menyukai itu karena kamu mengandung anak-anak ku. Keturunan dariku, sayang!" kata Darius.
__ADS_1
"Darius sayang! Aku mohon, jangan cepat-cepat menikah dong sayang! Kita tunangan saja dulu yah sayang. Aku mau memulai karir ku kembali di ibu kota ini? Apalagi dengan bekingan nama besar kamu, aku yakin namaku akan secepatnya meroket dan karier ku di dunia model serta akting akan bersinar. Kamu mau kan mendukung ku, sayang? Ini semua adalah impian aku. Aku janji kok, setiap kamu membutuhkan aku, aku siap datang kepada kamu," ucap Vita panjang lebar.
"Oke, oke, baiklah! Kita tunangan terlebih dahulu. Tapi aku kasih waktu satu tahun dari sekarang yah! Setelah itu aku tidak mau mendengar alasan kamu untuk menunda lagi untuk aku ajak menikah," kata Darius. Vita menyipitkan bola matanya.
"Hem, baiklah! Kenapa sih kamu ingin cepat-cepat menikahi aku? Toh kita bisa enjoy berkencan seperti ini saat kita bertemu," ucap Vita.
"Aku ingin segera memiliki anak sayang! Dan itu dari kamu, oke?" sahut Darius.
"Baiklah! Satu tahun lagi kita menikah!" ucap Vita.
Darius mengecup kening Vita. Darius dengan Vita benar-benar sangat menyayangi nya. Selama ini Vita selalu menunda-nunda diajak menikah oleh Darius hanya karena alasan ingin berkarier terlebih dahulu. Sedangkan Darius selama ini membuat kontrak pernikahan selama satu tahun dengan beberapa wanita hanya untuk sementara. Dan wanita-wanita yang menjadi istri kontrak nya itu harus mencegah kehamilannya dengan meminum obat pencegah kehamilan. Darius sendiri juga bersama dengan istri-istri kontrak nya sering menggunakan pengaman jika melakukan hubungan badan.
Di kamar Claudia, Claudia sudah mulai bersiap-siap berangkat ke kampus. Namun tiba-tiba saja perut nya menjadi mual dan pusing. Claudia kini segera ke kamar mandi. dan memuntahkan isi makanan yang dia makan tadi.
"Eh, apa yang terjadi dengan diriku? Jangan-jangan?!" gumam Claudia. Claudia mulai melihat kalender di handphone nya. Dia sudah satu minggu ini telat datang bulan.
"Masa aku hamil sih? Aku hanya telat minum pil pencegah kehamilan saat itu hanya dua hari saja kok. Dan malamnya aku kan tidak berhubungan dengan tuan Darius. Masa aku hamil?" gumam Claudia mulai berpikir.
Kembali Claudia ke kamar mandi memuntahkan isi makanan di dalam perut nya sampai yang keluar hanyalah berupa cairan. Wajah Claudia sudah memucat namun dia harus berangkat ke kampus.
"Aku, aku harus bertemu dengan Hilda. Aku akan mempertanyakan soal ini padanya. Aku tidak boleh hamil. Sedangkan aku dengan tuan Darius akan berpisah setelah masa kontrak kita habis, aku sebagai istri kontrak nya." gumam Claudia.
__ADS_1
"Kurang tiga bulan lagi aku akan menjadi istri kontrak nya. Dan aku akan meninggalkan rumah ini dan menjauh dari kehidupan tuan Darius," ucap Claudia.