
"Kamu yakin akan menikah dengan pria Casanova itu, Claudia?" tanya nenek Hindun. Ucapan nenek Hindun dibenarkan oleh kakek Gugun. Claudia menganggukkan kepalanya cepat.
"Kenapa? Apakah karena dia daddy nya Alex?? Maksudnya ayah biologis Alex?" tebak kakek Gugun. Sukses pertanyaan itu membuat Claudia menjadi terkejut dan bingung mau menjawab apa. Claudia pikir selama ini rahasia tentang siapa sebenarnya ayah kandung Alex hanya suaminya atau Galang lah yang mengetahuinya. Apakah papa, mama Galang selama ini sudah mengetahui kebenarannya?
Seolah tahu dan paham apa isi dalam pikiran Claudia, nenek Hindun dan juga kakek Gugun langsung saling berpandangan lalu nenek Hindun mulai menjelaskan tanda tanya dalam benak Claudia.
"Sebenarnya masalah siapa ayah Alex yang sebenarnya, papa dan mama sudah mengetahui nya sejak lama. Bahkan Galang sendiri lah yang memberitahukan itu kepada kami. Namun kami tidak mempermasalahkan soal itu. Karena yang papa mama lihat, kamu serius saat diajak menikah dengan Galang. Dan kami melihat, Galang juga sangat mencintai kamu, Claudia. Buktinya, di sisa usia Galang, Galang bisa mendapatkan kebahagiaan nya bersama dengan kamu," urai nenek Hindun.
"Terimakasih, papa dan mama telah menerima ku dengan tulus. Menerima ku menjadi menantu papa mama. Aku menjadi istri Galang sangat beruntung memiliki keluarga ini," kata Claudia.
"Claudia, kamu masih muda nak! Kamu juga butuh bahagia. Kami tidak melarang kamu menikah dengan pria itu. Namun apakah kamu yakin kalau pria itu tidak akan menyakiti kamu lagi, nak?" ucap nenek Hindun.
"Semoga saja tidak, ma, pa! Aku melihat kak Darius sangat serius ingin kembali menikah dengan ku. Apalagi setelah istrinya meninggal dunia," terang Claudia.
"Kami paham cerita sebenarnya tentang istri pria itu yang meninggal dunia. Namun media hanya memberitakan yang baik saja. Kasihan pria itu. Dulu dia memilih wanita itu menjadi istrinya dan menceraikan kamu disaat kamu hamil Alex. Kami tentu saja tahu itu, Claudia," kata kakek Gugun.
"Tapi sudahlah, sekarang kita doakan supaya Claudia bisa hidup bahagia bersama dengan tuan Darius. Dia sebagai ayahnya Alex, aku yakin bisa membahagiakan Claudia," kata nenek Hindun.
"Terimakasih, papa, mama! Doa dan restu papa dan mama yang aku butuhkan supaya aku bisa memulai hidup berumah tangga bersama dengan kak Darius," sahut Claudia.
*****
Di ruang kerja Darius.
"Sepertinya aura bahagia terpancar dari wajah tuan Darius. Sejak dari tadi anda selalu senyum-senyum sendiri, tuan!?" goda Ryan yang saat ini berada di ruangan kerja Darius menyerahkan laporan. Darius menandatangani berkas sambil tersenyum.
"Sepertinya aku harus memberikan banyak kerjaan padamu, Ryan! Supaya kamu tidak sempat lagi memperhatikan orang lain," ucap Darius.
"Hehehe, jangan dong tuan! Anda harus banyak bersedekah supaya nona Claudia benar-benar mau diajak menikah dengan anda serta tidak menggagalkan menikah dengan anda tuan Darius," ucap Ryan semaki menggoda. Sukses ucapan Ryan tiba-tiba membuat Darius menjadi khawatir.
"Ryan, kalau begitu beri semua karyawan bonus dua persen dari gaji untuk bulan depan. Aku tidak ingin gagal menikah dengan Claudia. Apalagi aku tahu saat ini Claudia tinggal bersama dengan mertuanya. Aku takut gara-gara mertuanya itu, Claudia mempertimbangkan kembali untuk menikah dengan ku. Padahal kamu tahu sendiri bukan kalau aku sudah mengurus semua persiapan pernikahan ku dengan Claudia. Tanggal pesta pernikahan pun sudah pasti diputuskan," ucap Darius terlihat panik. Ryan dalam hati bersorak-sorai karena semua karyawan bulan depan ada tambahan bonus dua persen dari gaji.
__ADS_1
"Tidakkah sedikit ditambah lagi, tuan. Lima persen dari gaji sepertinya cukup untuk karyawan," Ryan berusaha menawarkan.
"Tidak! Dua persen atau tidak sama sekali," sahut Darius lalu bangkit berdiri dari tempat duduknya. Darius menyambar kunci mobilnya lalu keluar dari dalam ruangan kerjanya.
"Tuan Darius!? Anda mau kemana?" tanya Ryan.
"Bukan urusan kamu, Ryan!?" sahut Darius dengan ketus.
*****
"Daddy! Daddy Darius jadi menikahi mommy aku kan?" tanya Alex pada Darius.
"Tentu dong, sayang!?" jawab Darius percaya diri.
"Hore, mommy akan menikah! Aku akan punya daddy lagi," sahut Alex senang.
Saat ini mereka berdua ada di dalam mobil. Darius sengaja menjemput Alex dari sekolah lalu ingin mengantarkan Alex ke rumah. Darius ingin bertemu dengan Claudia dan juga kedua mertuanya. Darius ingin bicara serius dengan mertuanya. Selama ini Claudia tinggal di rumah mertuanya setelah suaminya, Galang meninggal dunia.
*****
"Aku pulang yah, baby! Sebenarnya aku sudah tidak sabar ingin bobok bareng bersama dengan kamu. Tapi yah sudahlah, mungkin aku harus bersabar. Daripada mertua kamu tidak jadi merestui kita menikah," ucap Darius saat pamit pulang. Kini Claudia dan juga Darius sudah berada di halaman rumah. Darius sudah masuk ke dalam mobil.
"Hehehe, kakak ini selalu membahas soal itu," sahut Darius.
"Aku sudah kangen banget sama kamu, Claudia!" ucap Darius.
"Iya, aku juga! Tapi sebentar lagi kita menikah kan? Dan setelah itu, kakak bisa kembali meluapkan semua rasa itu," kata Claudia.
"Masih dua minggu lagi, sayang!? Bagaimana kalau weekend kita liburan ke puncak villa?" kata Darius.
"Hem, ajak Alex yah?" sahut Claudia.
__ADS_1
"No, baby! Aku hanya kita berdua saja. Aku ingin... " kata Darius.
"Ah, gak mau ah! Kita belum menikah! Nanti saja kalau sudah menikah," sahut Claudia.
"Huh yah sudahlah! Kembali aku harus diuji kesabaran ku. Baiklah, aku harus kuat sampai hari pernikahan itu tiba. Kita sah menjadi suami istri kembali," kata Darius.
"Hehehe, benar kak! Semangat kak!" sahut Claudia.
"Bye baby! Selamat istirahat yah, sayang! Jangan lupa mimpi aku!" kata Darius.
"Hehehe, iya kakak!?" sahut Claudia.
*****
Setibanya di mansion pribadi Darius.
"Sayang, kok belum bobok sih?" tanya Darius pada Salma, putri dari Vita.
"Nungguin daddy pulang!" sahut Salma. Darius segera menggendong Salma dan mengajaknya ke kamarnya. Kini Darius mulai menemani Salma sampai dia tertidur.
"Kangen sama daddy yah, sayang! Ayo cepat bobok, nak! Besok daddy ajak jalan-jalan sama kakak Alex," ucap Darius.
"Kakak Alex?" sahut Salma.
"Huum, sayang!? Nanti daddy kenalkan kamu sama kakak Alex yah, sayang? Dia baik kok. Nanti Salma bisa main dengan kakak Alex," kata Darius.
"Hore, Salma punya kakak," ucap Salma.
"Iya, sayang! Sekarang Salma bobok yah!?" kata Darius.
"Iya daddy, Salma mau bobok biar mimpi ketemu mommy Vita," ucap Salma. Darius yang mendengar kalimat terakhir dari Salma jadi sedih. Betapa Darius menjadi sedih saat mengingat bahwasanya Salma saat ini tidak memiliki seorang mommy lagi. Vita telah meninggal dunia. Dan sekarang Darius lah yang dianggap sebagai ayahnya Salma. Biarlah hanya Darius, Vita dan Leon yang mengetahui kebenarannya. Rahasia itu akan Darius jaga sampai Salma dewasa kelak.
__ADS_1