ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN

ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN
BAB 9


__ADS_3

"Galang, di mana ini? Tolong ijinkan aku pergi Galang!" ucap Claudia yang saat ini kedua matanya di tutup dengan dasi pria yang diikatkan ke kepalanya. Tanpa berkata-kata Galang membawa masuk Claudia ke suatu rumah yang ada depan nya.Galang menggiring Claudia masuk ke bangunan yang cukup elegan namun terlihat sepi. Mungkin hanya satu penjaga saja yang ditugaskan mengurus rumah itu.


Benar, bangunan itu sering didatangi oleh Galang saat dirinya menuangkan hobi nya, yaitu melukis. Terkadang Galang berjalan sendirian ke atas bukit di belakang rumah itu dengan membawa peralatan lukis nya. Tentu saja Galang mencari pemandangan yang indah untuk melukis alam disekitarnya yang belum sempat ia lukis nya. Terkadang ke atas bukit hanya mencari suasana tenang untuk melukis saja tanpa mengambil obyek lukis nyata pemandangan di depannya. Dan wajah Claudia lah yang sering ia lukis sebagai curahan hatinya yang sangat memuja sosok indah Claudia.


"Galang!" ucap Claudia saat Galang kini mendudukkan Claudia di sebuah kursi. Kini Galang ikut duduk di depan Claudia dengan memandangi wajah cantik Claudia seolah tanpa ada rasa bosan. Kedua mata Claudia masih tertutup oleh ikatan dasi panjang milik Galang yang ia simpan di dasbor mobil nya.


"Claudia, kamu cantik! Sangat cantik! Tapi kenapa kamu menjual tubuh kamu dengan semua pria-pria hidung belang. Bahkan pria asing yang hanya ingin membayar tubuh kamu dalam satu malam. Aku rela menjadikan kamu istri aku, Claudia. Berhentilah dari pekerjaan itu demi aku," ucap Galang sambil mengusap lembut pipi Claudia. Claudia mendengus kesal saat Galang masih menganggap dirinya adalah seorang pelacur.


"Galang, aku bukan seorang pelacur! Aku bukan seperti itu!" protes Claudia.


"Lalu apa namanya jika bukan seorang pelacur, jika kamu bersama dengan pria itu! Kamu berciuman mesra dengan dirinya. Aku tidak menyangka kamu rela menjual harga diri kamu hanya demi uang. Berapa? Dihargai berapa tubuh kamu oleh laki-laki itu, hah?" ucap Galang.


"Galang! Cukup, hentikan! Jangan lagi kamu menghina aku!" sahut Claudia.


"Sekarang kamu sudah di sini! Aku akan membayar kamu, berapa pun yang kamu butuhkan dan kamu mau! Sekarang, lakukan tugas kamu seperti kamu melayani laki-laki itu padaku," kata Galang.


"Tidak! Aku tidak mau! Aku bukan seorang pelacur. Kamu salah paham, Galang! Aku tidak seperti itu!" sahut Claudia. Galang tersenyum sinis.


"Baiklah, kalau kamu tidak mau! Aku akan memaksa kamu untuk melakukan itu padaku," ancam Galang.


"Jangan, Galang! Jangan lakukan itu!" sahut Claudia.

__ADS_1


Galang menyiapkan minuman yang sudah dia beri obat perangsang. Setelah nya Galang mendekati Claudia dan membuka mulut Claudia dengan paksa. Walaupun susah payah, minuman itu akhirnya terminum juga dan masuk dalam mulut Claudia. Galang kembali duduk di depan Claudia sembari membuka ikatan yang menutupi kedua mata Claudia. Namun ikatan kedua tangan Claudia belum ia lepaskan.


"Galang!" gumam Claudia sambil menatap ke wajah Galang yang duduk di hadapan nya.


"Kenapa, sayang?! Kamu ingin bicara atau mengatakan lagi kalau kamu sebenarnya bukan seorang wanita penghibur?" kata Galang.


"Hem, apakah jika aku bicara jujur dengan kamu, kamu akan mempercayai aku?" tanya Claudia.


"Mungkin saja, jika kamu bisa meyakinkan aku," sahut Galang.


"Sudahlah! Tidak ada gunanya lagi aku menceritakan semuanya pada kamu," kata Claudia.


"Claudia! Jangan khawatir! Aku tetap akan membayar kamu dengan bayaran yang berlipat-lipat lebih banyak dari laki-laki itu membayar kamu," kata Galang seraya melepaskan sendiri kemeja nya yang dia pakai saat berada di kampus tadi. Kini Claudia menatap penuh gairah Galang yang sudah bertelanjang dada menunjukkan badannya yang cukup bersih dan atletis.


"Galang!! Seharusnya kamu jangan melakukan ini kepada ku," gumam Claudia sambil menahan hasrat nya yang tidak bisa dibendung nya lagi.


******


Sementara di rumah kediaman tuan muda Darius, terjadi suasana tegang. Di mana Darius memarahi sopir pribadinya.


"Di mana Claudia?! Kenapa kamu berani kembali pulang tanpa istriku itu, hah?" ucap Darius dengan marah.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan muda! Saat saya menunggu nona Claudia di depan gapura kampus itu, nona Claudia tidak kunjung keluar dari dan melewati gapura itu. Saya sudah menunggu non Claudia sampai kampus sepi. Tapi non Claudia tidak juga terlihat. Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke rumah," jelas sopir pribadi itu yang ditugaskan menjemput Claudia di kampus.


"Bodoh! Ryan, segera lacak keberadaan Claudia!" ucap Darius sambil menyambar kunci mobilnya. Ryan segera melaksanakan perintah tuan muda nya sambil mengikuti Darius yang masuk ke dalam mobil. Walaupun dengan susah payah membawa laptopnya, Ryan melacak keberadaan Claudia. Sampai akhirnya Ryan menemukan di mana Claudia berada.


"Non Claudia sekarang ini ada di pinggiran kota, tuan! Jarak tempuh nya bisa memakan lima belas menit jika anda menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi," jelas Ryan.


"Oke, aku akan terbang Ryan! Pakai sabuk pengaman kamu!" sahut Darius. Ryan segera mengikuti perintah tuan muda nya yang menjalankan mobilnya dengan cepat.


*****


Sementara itu, di pinggiran kota di bangunan yang saat ini ada Claudia bersama dengan Galang.


Claudia semakin merasakan sesuatu yang tidak nyaman dalam tubuh nya. Beberapa kali dia menahan rasa itu, tapi gejolak itu semakin lama semakin kuat mendesaknya untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan pikirannya.


"Claudia! Ayo lakukan tugas kamu sekarang juga! Ini beberapa uang sebagai bayaran kamu," ucap Galang masih di posisi nya duduk sambil memperhatikan Claudia dalam ketidaknyamanannya.


"Galang! Ah ah ku! Tolong aku Galang!" ucap Claudia.


"Kemari lah, Claudia! Aku akan menolong kamu!" sahut Galang seraya menjulurkan kedua tangannya ke arah Claudia. Claudia mendekati Galang yang masih duduk menunggu Claudia dengan segala ke agresifnya.


"Galang!" gumam Claudia.

__ADS_1


__ADS_2