
Salma terlihat tertidur di atas pangkuan Leon. Leon yang melihat putrinya sudah tertidur pulas, kini merebahkan ke atas kasur nya. Vita memandangi Leon yang terlihat mulai muncul kebapakan nya. Namun kenapa Leon belum mau jika diajaknya menikah. Jika saja Leon mau menikah dengan nya, Vita rela meminta cerai dengan Darius dan mengungkapkan semua kebenarannya. Tetapi nyatanya Leon masih senang bermain-main dengan nya tanpa terikat hubungan pernikahan. Namun sekarang ini status Vita adalah istri Darius. Sehingga anggap saja Leon sedang berhubungan dengan istri orang.
"Sepertinya kamu sudah sangat pantas jika menjadi seorang ayah. Kapan kamu mau menikah?" tanya Vita.
"Hem, karena kamu bertanya, aku akan berkata jujur sekarang ini. Mungkin sebentar lagi aku akan menikah dan akan belajar hidup sesuai aturan. Tapi yang pasti tidak dengan kamu, Vita," ucap Leon.
"Hah?" Vita melebar matanya dengan sempurna.
"Dengan siapa?" tanya Vita.
"Nanti kamu juga akan mengetahui nya," sahut Leon.
"Leon, bagaimana dengan aku? Kenapa kamu tidak ingin menikahi aku? Sedangkan aku adalah ibu dari anakmu, Salma," ucap Vita.
"Itu tidak mungkin dong! Kamu sudah menjadi istri Darius. Aku tidak suka merebut istri orang. Aku tidak mau barang milik seseorang aku rampas," sahut Leon.
"Kamu benar-benar pandai bersilat lidah. Bagaimana hubungan kita selama ini? Bahkan aku juga masih rela memberikan tubuh ku padamu. Padahal aku sudah menjadi istri Darius," kata Vita.
"Kita melakukan nya suka sama suka. Kamu sendiri yang datang padaku. Sudahlah, jangan meminta perhitungan dengan ku. Kamu mau minta kompensasi padaku? Berapa? Akan aku penuhi semua yang kamu minta, " urai Leon.
"Leon, apakah kamu tidak mencintai ku selama ini? Kamu bohong Leon, katanya kamu menyayangi aku," kata Vita.
"Jika aku benar-benar mencintaimu dan menyayangi kamu, sejak kamu mengatakan hamil, aku akan menikahi kamu Vita. Nyatanya selain aku, kamu juga masih menjalin hubungan dengan Darius bukan?" urai Leon.
"Tapi saat itu aku hanya berhubungan badan dengan kamu saja, Leon," kata Vita.
"Itu tidak mungkin! Aku tahu kamu dan Darius. Darius juga sangat menyayangi kamu. Sehingga dibutakan oleh cinta. Padahal jelas-jelas dia mengetahui kalau kamu sudah pernah mengkhianati nya. Bahkan Darius pernah memergoki kita sedang menginap di kamar hotel. Karena kamu pandai berakting, akhirnya Darius luluh juga. Memaafkan kamu kembali. Benar-benar pria yang bodoh," kata Leon.
__ADS_1
"Leon, jadi kamu hanya mempermainkan aku saja?" tanya Vita.
"Bahkan kamu juga mempermainkan aku juga kan? Kita impas, Vita! Sudahlah, apa yang sudah kita lakukan lantaran terjadi karena suka sama suka. Kita sama-sama memberikan rasa nikmat tanpa ada paksaan," kata Leon.
"Leon, aku tidak menyangka jika kamu sangat pandai bersilat lidah. Leon, aku rela bercerai dengan Darius demi kembali kepada mu. Bagaimana Leon," ucap Vita.
"Tidak Vita. Bahkan kamu juga merengek seperti ini kepada Darius bukan? Tidak hanya aku yang kamu incar. Namun aku dan Darius. Jangan serakah kamu Vita! Seorang pria hanya menginginkan seorang wanita dan istri yang setia. Bukan seperti kamu yang mendua," kata Leon.
"Karena kamu datang kepada ku, aku dengan senang hati menerima kamu. Tapi tidak untuk menikahi kamu," ucap Leon.
"Biadab, kamu Leon!" sahut Vita.
"Hai, Hai sudahlah Vita! Terima saja kamu menjadi istri Darius. Kamu bisa datang kepadaku kapan kamu mau kok. Kalau kamu merasa tidak cukup puas hanya bercinta dengan Darius saja," kata Leon.
"Leon, tidakkah kamu sedikit saja menyukai ku?"tanya Vita.
"Hanya itu saja?" ucap Vita seraya mengalungkan kedua tangannya ke leher Leon.
"Huum, dan wangi tubuh kamu sangat candu buatku. Kamu sangat pandai membuatku senang dan hidup semakin hidup," sahut Leon seraya merebahkan Vita di atas peraduan.
*****
Siang itu, Alex gelisah menunggu jemputan Mommy nya yang belum kunjung tiba. Alex berdiri di depan gerbang sekolah. Namun mobil Claudia juga belum terlihat.
"Aduh, mommy ku kenapa belum juga tiba sih?" Sebenarnya mommy niat menjemput aku gak, sampai sekolah sepi seperti ini, aku belum juga dijemput," gumam Alex.
Suara klakson mobil mengagetkan Alex. Kaca samping mobil itu terbuka. Di sana terlihat seorang pria yang pernah Alex kenal.
__ADS_1
"Eh, bukankah dia om Darius ganteng yang sudah membelikan aku mainan mobil-mobilan itu?" gumam Alex. Darius menepikan mobilnya lalu turun mendekati Alex.
"Halo, adik kecil yang ganteng! Kamu ngapain di sini, sayang?!" ucap Darius.
"Ini sekolah ku, om ganteng? Aku sudah pulang sekolah. Tapi mommy ku juga tidak lekas datang untuk menjemput ku. Kemana yah, mommy ku sebenarnya?" kata Alex. Darius tersenyum terkekeh. Darius mengusap kepala Alex.
"Bagaimana kalau ikut om dulu? Nanti om akan mengantarkan kamu ke rumah?" ajak Darius.
"Hem, hem okelah kalau begitu! Daripada aku berdiri di depan sekolah sendiri. Apalagi sekarang ini sedang ada musim penculikan. Aku bisa diculik diambil ginjal ku, om," kata Alex.
"Hahaha, iya benar! Awas loh, entar diculik dan bisa-bisa diambil organ dalam nya lalu dijual," sahut Darius menanggapi.
Darius menggandeng Alex masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil ada Ryan yang mengemudikan mobil itu. Kini Ryan melihat Darius dengan Alex secara bergantian.
"Tuan, anda dengan anak laki-laki itu terlihat sangat mirip sekali. Bahkan saat anda dan anak laki-laki itu sama-sama tersenyum. Benar-benar sangat mirip sekali," ucap Ryan.
"Hah? Benarkah?" sahut Darius.
"Tapi dia bukan anakku, Ryan. Ini hanya kebetulan saja bukan? Di dunia ini memang sering kali seseorang memiliki wajah kembar. Mungkin saja anak laki-laki ini kembaran ku di dunia ini," ucap Darius.
"Hahaha, tapi nyaris sama tuan! Jangan-jangan dia memang putra anda, tuan! Apalagi beberapa kali tuan Darius menyebarkan benih-benih ke beberapa wanita. Siapa tahu benar bukan?" kata Ryan.
"Gundul kamu itu! Ah sudahlah Ryan, ayo jalan! Kita menemui pak Robert sebentar saja, lalu mengantarkan anak laki-laki ini ke rumah nya," ucap Darius.
Darius mengusap kepala Alex lalu bertanya alamat tinggalnya.
Sementara itu Claudia yang sudah tiba di sekolah Alex menjadi panik dan kebingungan karena Alex tidak ada di sekolah nya. Claudia bertanya pada penjaga sekolah mengenai keberadaan putranya. Namun mereka tidak ada satupun yang mengetahui nya. Padahal sekarang ini lagi musim penculikan anak.
__ADS_1
"Astaga, Alex! Kamu dimana nak? Kenapa selalu saja membuat bingung mommy kamu? Kamu main di mana?" kata Claudia berusaha menghubungi seseorang.