
"Dugaan anda benar, tuan Darius. Alex, anak kecil itu ternyata benar-benar putra anda tuan Darius. Rambut anak laki-laki yang anda ambil saat itu yang dijadikan sempel penelitian dengan rambut anda, ternyata sembilan koma sembilan persen menunjukkan hasil bahwa anda ada hubungan darah dengan Alex," terang Ryan. Darius tersenyum lebar saat mendengar Ryan menyampaikan kabar bagus itu.
"Alex, putraku! Siang ini sebelum mommy nya menjemput nya, aku akan lebih dahulu berada di sekolah, Alex. Aku akan membawa Alex, Ryan!" sahut Darius. Ryan menyipitkan bola matanya.
"Anda mau menculik Alex, tuan?" tanya Ryan.
"Tidak! Aku hanya ingin mommy nya mendatangi aku di sini. Pastikan, Claudia mengetahui kalau Alex bersama dengan ku," ucap Darius. Ryan terkekeh mendengar nya.
"Hem, rupanya anda ingin menjerat kembali nona Claudia? Dengan mendekati putra nya?" sahut Ryan.
"Alex adalah putraku, Ryan! Aku hanya ingin putra ku itu memiliki orang tua yang lengkap. Dan aku adalah daddy nya," protes Darius.
"Hahaha, baik, baik! Sekarang sudah jam sebelas, tuan! Sebaiknya anda segera bergegas ke sekolah Alex sebelum anda keduluan non Claudia membawa pulang Alex. Itu akan merusak rencana anda, tuan," kata Ryan.
"Ryan, ikutlah dengan ku!" sahut Darius seraya melemparkan kunci mobilnya ke arah Ryan. Beruntung Ryan cepat menangkap kunci mobil itu kalau tidak, kunci itu bisa mengenai mukanya.
*****
Beruntung Ryan dan Darius tiba di sekolah Alex sebelum anak-anak pulang. Mobil mereka parkir tidak jauh dari depan gerbang sekolah. Mereka tidak lama menunggu di tempat itu, anak-anak sekolah dini dan tempat bermain sambil belajar itu sudah terlihat keluar dari gerbang. Beberapa anak-anak ada yang sudah langsung pulang karena orang tua mereka sudah datang untuk menjemput nya. Ryan dan juga Darius terlihat gelisah dan khawatir kalau-kalau Claudia sudah tiba menunggu Alex untuk menjemputnya.
"Ryan, kamu turunlah dan cari Alex! Aku takut kalau kita keduluan Claudia. Kita harus membawa Alex supaya bisa ikut di mobil kita. Setelah itu baru kita menyusun rencana baru, bagaimana caranya supaya Claudia bisa datang sendiri kepada ku untuk mengambil Alex dariku," terang Darius. Ryan tersenyum mendengar semua rencana Darius.
"Siap, tuan muda!" sahut Ryan. Ryan segera turun dari mobil itu untuk mencari Alex di antara kerumunan anak-anak yang keluar dari sekolah anak-anak usia dini itu.
*****
__ADS_1
Di dalam mobil.
"Om ganteng, kita mau kemana om? Bagaimana kalau mommy ku menjemput dan mencari ku di sekolah, om?" ucap Alex.
Darius tersenyum lebar sambil mengusap puncak kepala Alex dengan penuh kelembutan. Darius sangat kagum dengan kecerdasan putra nya. Alex juga terlihat sangat tampan. Wajahnya lebih cenderung ke wajah Claudia, mommy nya. Namun tinggi dan bentuk badan Alex lebih cenderung ikut gen Darius.
"Nanti kita hubungi mommy kamu, yah nak!? Mommy kamu nanti bisa datang ke tempat kerja om," ucap Darius.
"Jadi kita mau ke tempat kerja om Darius? Om ganteng, tidakkah kita mampir membeli sesuatu yang bisa di makan, om?! Aku sudah lapar, om," ucap Alex.
"Hahahaha, oke, oke! Ryan, kita beli makanan cepat saji dulu yah!" kata Darius memberi perintah pada Ryan.
"Siap, tuan!" sahut Ryan.
"Hore!!? Aku juga mau es krim, om!" kata Alex. Darius tersenyum lebar seraya mengacak rambut Alex karena gemas.
"Wow beneran, om?" kata Alex.
"Mana om suka bohong, nak!?" ucap Darius.
*****
Claudia mau tidak mau menyusul Alex, putranya yang saat ini bersama dengan Darius. Jika Claudia tidak mau datang sendiri ke tempat Darius, Darius mengancam tidak akan menyerahkan Alex pada Claudia. Tentu saja ancaman dari Darius itu disampaikan nya dengan menghubungi Claudia melalui telepon.
Alex masih terlihat asik menikmati es krim nya. Hari ini Alex ugal-ugalan makan es krimnya. Biasanya Alex selalu dilarang minum es krim oleh Claudia dengan alasan bisa membuat gigi Alex sakit atau rusak. Darius sangat memanjakan Alex hari ini. Semua yang diminta oleh Alex dipenuhi oleh Darius. Alex jadi lupa pulang dan merasa betah bersama dengan Darius.
__ADS_1
"Om Darius! Bagaimana kalau om Darius menjadi ayah sambung ku? Mommy ku sangat cantik loh, om! Om pasti akan menyukai nya. Om Darius kalau suka dengan mommy ku, bisa langsung menikah dan jadi ayah sambung ku. Bagaimana, om?" ucap Alex sambil memakan es krim rasa coklat nya. Darius menatap Ryan lalu terkekeh mendengar ucapan Alex.
"Kenapa om Darius dan om Ryan malah mentertawakan aku sih? Aku serius loh, om! Aku suka jika om Darius menjadi ayahku. Ayahku sudah meninggal dunia, om! Mommy ku sekarang sendiri. Aku juga sudah tidak punya ayah lagi. Kalau aku punya ayah seperti om, aku jadi sering dibelikan es krim yang banyak. Mommy ku selalu melarang ku banyak minum es dan makan permen. Kalau om Darius menjadi ayahku, aku juga sering dibelikan banyak mainan yang aku inginkan," urai Alex. Darius memeluk Alex. Seketika Alex terharu dengan pelukan Darius.
"Panggil aku daddy, nak! Alex, sayang! Kamu bisa memanggil aku dengan daddy. Anggap aku ayah kamu. Oke??" kata Darius. Ryan yang melihat Darius memeluk Alex, putra nya itu ikut terharu.
"Tapi, om?! Om Darius belum menikah dengan mommy ku. Mana bisa aku memanggil om Darius dengan daddy? Sebentar lagi mommy ku datang untuk menjemput ku, om! Nanti om langsung saja menikahi mommy ku yah, om," ucap Alex.
"Iya, nak! Aku akan mengajak mommy kamu menikah kembali," sahut Darius. Alex mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Darius.
"Menikah kembali? Memangnya dulu, om Darius sudah pernah menikahi mommy ku?" tanya Alex.
"Eh, em maksudnya om akan mengajak mommy kamu untuk menikah. Semoga mommy kamu mau om ajak menikah," ucap Darius.
"Mommy ku pasti mau, om!? Om Darius tampan, baik dan kaya. Mommy ku pasti mau jika diajak menikah dengan om Darius. Jika mommy ku tidak mau diajak menikah dengan om, itu artinya mommy ku bodoh dan tidak bisa melihat sesuatu yang baik," urai Alex.
Ryan dan Darius kembali terkekeh mendengar ucapan Alex.
*****
"Kamu salah, kak!? Dia bukan anak kamu! Dia adalah anakku dengan Galang. Ayah Alex sudah meninggal dunia," ucap Claudia pada Darius. Saat ini kedua orang berlawanan jenis itu telah bertemu. Darius sangat bahagia dengan pertemuan itu.
"Claudia, sampai kapan kamu membohongi ku, hem? Bahkan aku sudah melakukan tes DNA. Alex terbukti darah daging ku," sahut Darus yang dengan berani merangkum kedua pipi Claudia. Claudia sesaat menahan nafasnya saat wajah keduanya begitu dekat.
"Kak??" gumam Claudia yang ingin menepis segala kecupan yang tiba-tiba mendarat di bibir nya oleh Darius. Namun Darius sudah menahan tengkuk Claudia hingga Claudia tidak bisa menepis ciuman itu.
__ADS_1
Di ruangan itu hanya ada mereka berdua. Alex diajak Ryan membeli mainan. Seolah-olah tahu, Alex memberikan kesempatan mommy nya bertemu dan lebih dekat dengan Darius.
"Om Ryan! Semoga mommy ku mau diajak menikah dengan om Darius yah," ucap Alex saat mereka jalan-jalan di mall membeli mainan yang diinginkan Alex.