
Belum sempat Darius mengajukan gugatan perceraian nya ke pengadilan, dia harus mendapati kenyataan bahwasanya istrinya, Vita telah ditemukan tewas di sebuah kamar penginapan di villa. Tidak ada motif pembunuhan di sana dan tidak ada indikasi bahwasanya kematian Vita adalah unsur kesengajaan dari seseorang untuk melenyapkan jiwanya. Vita murni over dosis mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Tidak ada saksi di sana. Semuanya bungkam akan kejadian itu. Teman-teman Leon dan Leon sendiri tidak meninggalkan jejak di sana. Mereka sudah kabur dan bersembunyi untuk menghindari kejaran pihak berwajib yang akan bertanya mengenai kematian Vita. Hal itu akan membuat mereka tersudut menjadi tersangka dalam kematian Vita.
"Apakah anda membiarkan orang-orang yang menyebabkan kematian Vita bebas berkeliaran begitu saja, tuan Darius? Sedikit banyak, nyonya Vita selama ini sudah mendampingi tuan Darius dan memberikan kesenangan bagi tuan Darius. Walaupun nyonya Vita juga telah mengkhianati dan membohongi, tuan muda," ucap Ryan.
"Sudahlah Ryan! Aku tidak ingin aib Vita terungkap. Biar saja kematian Vita menjadi hukum alam dan takdir yang harus diterima oleh Vita. Biarlah publik tahunya, Vita meninggal dunia karena sakit keras," sahut Darius.
"Baiklah tuan! Saya akan membungkam para wartawan itu yang memberitakan soal kebenaran kematian nyonya Vita," kata Ryan.
"Itu lebih baik, Ryan! Biar saja awak media memberitakan kalau istriku meninggal dunia karena penyakit keras yang selama ini dirahasiakan," ucap Darius.
"Oh iya, tuan muda! Soal tes DNA dari putri kecil anda Salma ternyata sembilan koma sembilan persen ada hubungan darah dengan Leon dan bukan anda tuan muda," kata Ryan.
__ADS_1
"Aku tahu itu, Ryan! Tanpa melakukan tes DNA aku sudah bisa melihat perbedaan dari warna bola mata milik Salma yang mempunyai kesamaan dengan bola mata milik Leon," sahut Darius.
"Sekarang kamu harus menguji Alex, anak laki-laki yang ada di rumah orang tua Galang. Dia adalah putra dari Claudia, Ryan! Perasaan ku seperti merasa sangat dekat dengan Alex. Aku rasa dia adalah anak kandung ku, Ryan. Bukan anak biologis dari pria itu yang sudah menikahi Claudia dan menyembunyikan nya dariku selama ini," ucap Darius.
"Baik, tuan! Saya juga berpikir seperti itu. Alex sangat cerdas seperti anda, tuan! Saya yakin jika Alex adalah putra anda bersama dengan nona Claudia," kata Ryan.
"Saat Claudia pergi, dia ternyata sudah mengandung anakku, Ryan! Dan pria itu lah yang akhir nya menikahi Claudia dan membawa kabur dariku. Aku rasa, Claudia memilih pergi dariku di saat Vita berusaha mendekati aku untuk memohon maaf padaku saat Vita ketahuan berselingkuh dengan Leon. Betapa bodohnya aku, Ryan! Kenapa aku dengan mudah menerimanya. Bahkan di saat itu ternyata Vita telah membohongi aku. Dia sudah hamil anak dari Leon. Kenapa aku dibutakan dengan rayuan dan godaan Vita?" kata Darius.
"Semua itu karena anda masih menyukai nyonya Vita. Sehingga hati dan mata tuan muda tertutup dengan kebenaran dan kenyataan kalau nyonya Vita sudah mengkhianati dan membohongi tuan. Dengan rayuan nya, anda dengan mudah menerima nyonya Vita," urai Ryan.
"Saya akan membantu untuk mendapatkan cinta sejati anda tuan," kata Ryan.
*****
__ADS_1
Di mansion pribadi Leon.
"Leon, bagaimana ini? Aku takut jika kita dilaporkan ke pihak berwajib soal kematian wanita itu?" ucap Key gelisah. Leon saat ini sedang duduk berdekatan dengan Zena adik Key.
"Tidak ada bukti-bukti yang mengarah kalau kematian Vita adalah untuk kesengajaan dan pembunuhan. Kamu jangan takut, Key!" sahut Leon.
"Benar, kak! Jangan khawatir, kak Leon sudah melenyapkan barang bukti dan mereka tidak bisa mengira kalau kematian Vita kerena kakak dan juga yang lainnya telah mencekoki banyak obat-obatan supaya Vita bisa liar melakukan pesta *** bersama dengan lima pria secara bergantian," kata Zena. Leon dan juga Key mengerutkan keningnya lalu mereka saling berpandangan.
"Kenapa kamu mengetahui nya, Zena?" tanya Key.
"Aku mengetahuinya dari Sisi, kak Key! Sisi sangat marah saat mengetahui kalau kakak bermain cinta dengan wanita lain. Sisi akan minta putus dengan kak Key. Karena kak Key sudah jahat dengan seorang wanita," terang Zena.
"Hah, Sisi mengetahui nya?" sahut Key.
__ADS_1
"Rasain tuh kak?! Calon istri kakak itu akan membatalkan rencana pernikahan nya dengan kakak," urai Zena.
"Haduh, mampus gue! Sisi?! Aku harus mencari Sisi sekarang juga dan meminta maaf padanya," sahut Key yang segera berlalu meninggalkan Leon yang kini masih duduk merapat dengan Zena.