
"Galang tunggu! Aku ingin bicara sebentar dengan kamu!" teriak Lily. Galang yang saat ini berjalan bersama dengan Claudia dan juga Hilda jadi menghentikan langkah nya. Hilda dan juga Claudia saling berpandangan lalu Claudia berkata.
"Galang, aku dan Hilda duluan saja naik taksi yah! Bukankah kamu ada urusan dengan Lily?" ucap Claudia.
"Jangan dong! Tunggu aku sebentar saja. Lagipula aku tidak ada urusan penting dengan Lily," sahut Galang.
"Claudia, aku pinjam Galang sebentar saja yah! Please, ini sangat penting sekali," ucap Lily membuat Galang menjadi mengerutkan dahinya.
"Galang, Lily lagi butuh kamu! Aku duluan saja yah. Aku naik taksi sama Hilda. Oke?" kata Claudia.
"Baiklah! Tapi kalau sudah sampai di rumah, kabari aku yah," sahut Galang.
"Tentu, Galang!" ucap Claudia.
"Ayo, Hilda!" ajak Claudia. Hilda nurut saja apa kata Claudia.
"Aku kok jadi curiga yah dengan Lily! Aku khawatir kalau Lily sedang merencanakan sesuatu. Kamu tahu kan, selama ini Lily sangat menyukai Galang dan mengejar-ngejar Galang. Tapi karena Galang sudah menyukai kamu, Lily dicuekin saja oleh Galang," ucap Hilda.
"Sudahlah, jangan berprasangka buruk dulu, Hilda. Siapa tahu memang Lily lagi membutuhkan pertolongan dari Galang," sahut Claudia.
"Kamu ini terlalu polos dan baik, Claudia. Lily sudah sering menyakiti dan memfitnah kamu, tapi kamu tetap saja baik kepada nya," ucap Hilda.
*****
"Galang, aku butuh bantuan kamu! Maukah kamu membantuku?" tanya Lily yang saat ini duduk di bangku taman kampus.
"Bantuan apa?" tanya Galang serius.
"Maukah kamu berpura-pura menjadi pacar ku? Kalau aku ketahuan tidak memiliki pacar, aku bakalan dijodohkan dengan seorang pria yang tidak aku kenal dan aku sukai," kata Lily.
"Itu tidak mungkin, Lily! Aku tidak mungkin menjadi pacar kamu walaupun hanya berpura-pura saja. Karena sebentar lagi aku akan menikah dengan seorang wanita yang tentu saja sangat aku cintai. Aku tidak ingin dengan permasalahan yang kamu hadapi saat ini, membuat dan menimbulkan masalah baru bagiku. Kamu cari pria lain saja untuk dijadikan pacar kamu atau kamu suruh berpura-pura menjadi kekasih kamu. Beres kan?" ucap Galang.
__ADS_1
"Ya ampun Galang! Aku mohon bantulah aku kali ini saja! Kalau aku tidak memperkenalkan seorang laki-laki sebagai pacarku pada orang tuaku, aku bakalan dijodohkan dengan pria pilihan orang tuaku. Aku tidak mau kalau dijodohin," kata Lily.
"Maaf, Lily! Aku tidak bisa!" sahut Galang. Lily kini pura-pura menangis dan bersedih. Dia berusaha keras supaya Galang bisa membantu dirinya untuk menjadi pacar nya walaupun hanya Berpura-pura saja.
"Lily, jangan nangis gitu dong! Bagaimana kalau aku mencarikan seorang pria yang bisa kamu jadikan sebagai pacar kamu? Maksud ku untuk dijadikan pacar pura-pura kamu," kata Galang.
"Tidak mau! Pokoknya aku ingin kamu yang menjadi pacar ku. Aku akan memperkenalkan kamu pada papa mamaku kalau saat ini aku sudah mempunyai pacar. Jadi mereka tidak akan menjodohkan aku dengan pria pilihan papa mama ku," ucap Lily.
"Maaf, aku tidak bisa!" sahut Galang.
"Kenapa? Kenapa kamu tidak mau membantu ku? Apakah karena kamu mau menikah dengan Claudia? Hingga kamu jadi seperti ini, tidak mau membantu ku? Kamu takut jika Claudia menjadi cemburu jika kamu menjadi pacar pura-pura aku?" kata Lily.
"Aku akan minta ijin pada Claudia supaya kamu menolongku untuk menjumpai papa mama ku dan mengatakan kalau kita sudah lama berpacaran," ucap Lily.
"Eh, jangan! Kamu jangan bicara masalah ini dengan Claudia!" sahut Galang.
"Kenapa? Aku butuh bantuan kamu, Galang! Jika kamu takut kalau Claudia cemburu atau marah dengan kamu, aku bisa meminta ijin kepada Claudia,"
"Bagaimana Galang!? Mau yah, membantu ku?" tanya Lily.
"Sekali lagi aku minta maaf, Lily! Kamu jangan lagi memaksa aku.Oke?" kata Galang.
"Kalau begitu, besok aku akan nekat menemui Claudia untuk meminta ijin pada nya supaya kamu bisa menolong ku menjadi pacar pura-pura ku," ucap Lily.
"Huh! Kamu ini yah! Benar-benar pantang menyerah sebelum mendapatkan apa yang kamu inginkan," kata Galang.
"Ingat! Aku katakan sekali lagi Lily! Aku sangat paham kamu dari segi manapun isi otak kamu. Kamu hanya ingin menjebak ku bukan? Pada akhirnya kamu akan memisahkan aku dengan Claudia lalu kamu dan aku menikah. Benar kan?" tuduh Galang.
"Eh, em tidak Galang! Aku tidak seperti itu!" sahut Lily.
"Sudahlah, Lily! Hentikan sandiwara kamu!" kata Galang. Lily menyipit bola matanya.
__ADS_1
"Galang! Aku mencintaimu sudah lama. Aku tidak rela jika kamu punya rencana akan menikahi Claudia. Bagaimana dengan aku, Galang? Tidakkah kamu menyukai aku?" tanya Lily.
"Maaf, Lily! Mungkin aku bukanlah pria yang pantas buat kamu. Pria yang lebih baik daripada aku di dunia ini masih banyak. Jadi kejarlah mereka. Jangan lagi mengejar aku. Karena aku sudah mencintai Claudia. Dan sebentar lagi, Claudia akan menjadi istriku," kata Galang.
"Tapi kenapa? Apakah Claudia sudah hamil duluan? Kamu buru-buru ingin menikahi nya?" tanya Lily. Sukses membuat Galang terkejut.
"Karena aku mencintai Claudia! Aku ingin Claudia menjadi ibu dari anak-anak ku kelak," sahut Galang.
"Selain itu karena saat ini Claudia sedang berbadan dua kan?" ucap Lily.
"Eh??" Galang Tiba-tiba menjadi gugup.
"Benar kan? Claudia sedang hamil sekarang ini?" tanya Lily.
"Benar, Claudia mengandung anakku," sahut Galang.
"Hahaha, akhirnya kamu mengatakan nya. Aku sudah menduga nya kalau Claudia sebenarnya saat ini sedang hamil," kata Lily.
"Benar! Dan sebentar lagi aku akan menikahi nya! Aku akan bertanggung jawab atas perbuatan ku terhadap Claudia," ucap Galang.
"Hahaha, omong kosong kamu Galang! Aku tahu bukan kamu yang menghamili Claudia. Tapi pria itu kan? Karena kamu sangat mencintai Claudia, makanya kamu akan berkorban untuk Claudia. Benar bukan ucapan ku?" ucap Lily.
"Kamu yang omong kosong, Lily! Kamu suka sekali menyebarkan fitnah dan gosip. Aku ayah dari janin yang dikandung Claudia. Bukan pria itu!" kata Galang.
"Hahaha, Galang! Aku mau tutup mulut dalam masalah ini, tapi dengan satu Syarat," ucap Lily. Galang terdiam namun kening nya berkerut.
"Berkencan lah dengan ku malam ini, Galang! Aku akan menutup mulutku dan merahasiakan tentang kehamilan Claudia ini. Bagaimana?" kata Lily.
"Aku tidak mau! Aku bukanlah orang yang bisa kamu ancam dengan mudah, Lily! Lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan! Aku tidak akan takut. Namun ingat! Aku pun bisa membuat hidup kamu hancur jika kamu menyinggung ku dan juga Claudia, wanita yang aku cintai," Galang balik mengancam Lily.
"Eh??" Lily tentu saja terkejut dengan ancaman Galang. Bahkan Galang benar-benar tangguh dan tidak takut dengan segala ancaman dari Lily.
__ADS_1
*****