ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN

ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN
BAB 22


__ADS_3

"Claudia tunggu!" teriak Galang saat semua mahasiswa dan mahasiswi termasuk Claudia serta Hilda menghambur keluar dari kelas yang dipakai untuk kuliah siang hari itu. Claudia menoleh ke arah Galang. Tentu saja Claudia dan juga Hilda menghentikan langkah nya menunggu Galang yang berlari kecil ke arah Claudia dan Hilda.


"Iya, Galang! Ada apa?" tanya Claudia.


"Kamu, eh kalian berdua ada acara tidak setelah pulang kuliah ini?" tanya Galang. Claudia mengerut keningnya mendengar pertanyaan itu. Hilda segera angkat bicara.


"Aku sih ke rumah baru Claudia dulu! Soalnya di sana Claudia masih sendiri tinggal di rumah itu," sahut Hilda. Galang menyipitkan bola matanya mendengar ucapan Hilda.


"Loh, kamu sudah keluar dari mansion.... " kata Galang. Hilda dan Claudia saling berpandangan lalu Claudia mengangguk kepalanya pelan.


"Oh, kalau begitu kalian ikut saja satu mobil bersama dengan aku," sahut Galang. Hilda dan Claudia saling berpandangan. Lalu Hilda segera menyahut.


"Claudia bawa mobil sendiri, Galang! Aku tadi dijemput Claudia saat ke kampus," ucap Hilda. Galang menyipitkan bola matanya.


"Oh, ya sudah! Kalau begitu aku mengikuti mobil kalian dari belakang. Aku juga belum tahu rumah baru milik Claudia," sahut Galang.


"Baiklah! Kalau begitu ayolah!" ucap Hilda sambil menarik tangan Claudia menuju parkiran. Sedangkan Galang mengikuti nya dari belakang.


"Bahkan pria brengsek itu memberikan rumah dan mobil untuk Claudia. Benar-benar hebat pria itu! Tapi sayang, sebentar lagi Claudia akan menjadi istriku karena aku akan menikahinya," gumam Galang.


*****

__ADS_1


"Claudia, jadi kamu sudah lepas dari pria itu?" tanya Galang. Claudia hanya menarik nafas nya dalam-dalam.


Mereka saat ini sudah di rumah baru Claudia. Di ruang tengah itu, ada Claudia, Galang dan juga Hilda.


"Kamu sehat kan, Claudia? Bagaimana kehamilan kamu? Kamu sudah tidak mual-mual lagi kan?" tanya Galang.


"Aku baik-baik saja, Galang!" ucap Claudia. Hilda yang merasa kalau pembicaraan antara Galang dengan Claudia menjurus ke arah pribadi, Hilda segera menyingkir dari ruangan tengah itu.


"Aku mau ke belakang dulu buat juz buah, yah dan juga mie goreng.Kalian ngobrol saja dulu!" kata Hilda.


"Heem, Hilda! Mie goreng nya yang super pedes yah. Aku lagi pingin mie goreng yang pedes banget ditambah juz naga," sahut Claudia.


Kini keduanya mulai membicarakan masalah serius tentang rencana Galang untuk menikahi Claudia.


"Aku tidak ingin menunda-nunda nya lagi, Claudia! Karena kamu saat ini sudah mengandung. Dan aku akan bertanggung jawab dan menjadi ayah dari anak kamu. Aku tidak ingin kamu menanggung semua masalah ini sendiri," kata Galang.


"Tapi Galang! Bagaimana dengan orang tua kamu?Apakah mereka akan setuju jika kamu menikah dengan aku?" tanya Claudia.


"Masalah kehamilan ini orang tua ku jangan mengetahui nya. Jika pun mereka mengetahui nya, nanti kalau kita sudah menikah," sahut Galang.


Galang meraih tangan Claudia dan menggenggam nya erat. Seolah Galang ingin menyakinkan Claudia kalau dirinya serius untuk menikahi dirinya.

__ADS_1


*****


Sepulang Galang dan Hilda dari rumah Claudia, Ryan datang ke rumah Claudia. Ryan memberikan surat undangan acara pertunangan antara Darius dengan Vita. Acara pertunangan itu akan diadakan di hari sabtu, tepat nya malam minggu.


"Aku harap kamu bisa datang, Claudia!" ucap Ryan sang asisten pribadi Darius.


"Apakah tuan Darius sengaja mengundang ku di acara pertunangan dirinya dengan non Vita? Apakah tuan Darius ingin melihat aku menangis dan bersedih di hari kebahagiaan nya?" ucap Claudia.


"Eh?? Bukan-bukan begitu maksudnya, nona?" sahut Ryan.


"Lalu untuk apa lagi mengundang aku jika hanya ingin menyakiti aku?" kata Ryan. Ryan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ryan tentu saja menjadi bingung karena ide untuk mengundang Claudia adalah ide dia sendiri bukan atas suruhan dari tuan Darius.


"Baiklah, kalau nona tidak bisa menghadiri acara pertunangan tuan Darius, kami tidak memaksa nona. Kalau begitu, saya pamit dulu nona!" kata Ryan.


"Oh, iya nona! Ini ada titipan dari tuan Darius. Nona bisa mengenakan gaun itu di acara pertunangan tuan Darius dengan non Vita nanti," sambung Ryan. Ryan meninggalkan paper bag besar yang berisi gaun pesta khusus untuk Claudia.


Sepeninggal Ryan, Claudia melihat isi paper bag itu. Claudia melihat gaun pesta pemberian tuan Darius. Gaun berwarna biru muda terlihat sangat mewah dan elegan.


"Kenapa sih harus perhatian seperti ini jika sering menyakiti," gumam Claudia seraya mencium gaun pesta pemberian Darius.


"Aku pasti datang, tuan muda Darius! Akan aku tunjukkan kalau aku bisa tegar dan kuat melihat kebahagiaan tuan Darius bersama wanita pilihan tuan Darius," gumam Claudia.

__ADS_1


__ADS_2