
Hoek.
Hoek.
Saat Claudia dicium oleh Darius malam ini, tiba-tiba saja Claudia mendorong tubuh Darius dan segera berlari ke kamar mandi. Claudia memuntahkan segala isi makanan dalam perutnya. Darius menatap heran istri kontrak nya itu. Padahal malam ini Claudia harus melayani Darius. Entah kenapa Darius sangat bersemangat untuk melakukan hubungan suami istri itu.
"Huh, menyebalkan sekali!" umpat Darius segera keluar dari kamar Claudia. Darius segera kembali ke kamar utamanya dan menghubungi kekasihnya yaitu Vita. Darius berpikir kalau Claudia sedang masuk angin dan tidak menyadari bahwasanya istri kontrak nya itu sedang hamil. Bersyukur Darius tidak menyadari hal itu. Kalau tidak? Nasib janin yang ada di dalam kandungan Claudia bakal tidak akan bisa bertahan sampai lahir di dunia. Darius tidak menghendaki keturunan nya lahir dari wanita yang hanya dinikahi secara kontrak saja. Itu semata-mata karena hanyalah sebagai penghangat ranjang dan memenuhi kebutuhan biologis nya saja. Berbeda saat nanti yang hamil adalah Vita. Darius pasti akan menyuruh Vita untuk mempertahankan kehamilan nya dan akan segera menikahi nya.
Saat Claudia keluar dari kamar mandi, dia sudah tidak mendapati Darius ada di kamarnya.
"Kemana, tuan muda Darius?" gumam Claudia.
"Semoga kehamilan ini, tidak seorang pun mengetahui nya sampai masa kontrak habis dan aku meninggalkan rumah ini. Aku rela membesarkan anakku ini. Karena aku sangat mencintai tuan muda Darius. Walaupun tuan muda Darius hanya menganggap ku sebagai budak nafsu nya saja," gumam Claudia.
Sementara di dalam kamar Darius, Darius sudah gelisah menunggu kedatangan Vita, kekasihnya. Di balkon kamarnya, Darius menyesap minuman beralkohol tingkat tinggi. Nyala rokok ditangannya mulai dihisapnya dengan tarikan yang dalam.
Setengah jam berlalu, pintu kamarnya mulai diketuk seseorang. Karena pintu kamar itu tidak dikunci Darius, handle pintu itu terbuka dan datang lah seorang wanita dengan pakaian seksi menggoda.
"Hem, sayang!? Jangan banyak minum dong!" ucap seorang wanita seksi itu yang tidak lain adalah Vita. Dia kini duduk di atas pangkuan Darius di balkon kamar itu.
Suasana malam yang cerah dengan bintang yang bertebaran, Vita mulai menggoda Darius. Tangannya yang lembut kini sudah mengusap bagian dada Darius yang sudah bertelanjang dada terlihat bentuk perutnya yang sixpack.
Darius menegak minuman beralkohol itu lalu menuangkannya ke dalam mulut Vita. Vita tanpa penolakan membuka mulutnya dan beberapa lama mereka saling menyesap dan berciuman dalam hingga saling membelit kan lidah mereka. Vita menyudahi kegiatan ciuman itu dengan sedikit mendorong Darius pelan.
"Apakah kamu ingin melakukan nya di sini? Di balkon ini, sayang?" tanya Vita.
__ADS_1
"Kenapa? Siapa yang berani melihat kita sedang bercumbu dan melakukan hubungan intim ini? Akan aku pastikan matanya akan buta," sahut Darius.
"Hehehe baiklah! Di balkon ini cukup besar dan leluasa untuk bercinta. Mungkin lain kali, kita akan mencoba nya di alam terbuka. Bagaimana?" tantang Vita.
"Hahaha, fantasi kamu ternyata lebih liat dari aku. Kamu ingin di mana, sayang?" tantang Darius.
"Mungkin di tengah hutan," jawab Vita. Darius terkekeh mendengar nya.
"Hahaha, astaga!" Darius terkekeh kekeh hingga membuat Vita cemberut bibir nya.
"Kenapa, sayang? Bukankah itu sangat menantang?" ucap Vita.
"Hahaha, kamu tidak takut jika di sana lah sarang ular dan binatang buas jika," kata Darius.
"Aku pikir aku tidak akan takut dengan semua itu karena ada kamu sayang!" ucap Vita dengan sombongnya.
"Heem, bagaimana kalau di pinggir pantai kita melakukan nya di sana?" kata Vita.
"Di pinggir pantai? Oke, bisa dipertimbangkan," ucap Darius. Vita kembali menyerobot bibir merah Darius dan kembali keduanya saling menyesap. Akhirnya keduanya di tempat itu mulai sama-sama memainkan peran nya saling memberi dan menerima dalam permainan intens yang penuh kenikmatan.
Claudia sudah merasa lebih baik kondisi nya. Rasa mual di perutnya sudah hilang. Claudia mulai berinisiatif mendatangi kamar Darius. Dia tidak ingin membuat suami nya itu kecewa terhadap dirinya. Padahal tadi saat Darius mendatangi dirinya seperti benar-benar menginginkan nya.
Claudia mengetuk pintu kamar Darius. Namun karena lama tidak dibuka pintunya, Claudia mencoba membuka handle pintu kamar itu. Dan beruntung, pintu kamar Darius tidak dikunci dari dalam. Claudia segera masuk dan mencari keberadaan tuan muda Darius.
"Eh, di mana tuan muda Darius?" gumam Claudia yang tidak melihat keberadaan Darius di dalam kamar nya. Namun Claudia melihat tas wanita dan sepatu wanita ada di dalam kamar itu.
__ADS_1
"Tas dan sepatu?! Milik siapa? Apakah non Vita kemari? Apakah non Vita di kamar ini bersama dengan tuan muda Darius?" gumam Claudia.
Karena penasaran, Claudia melangkah menuju balkon di luar kamar pribadi tuan muda Darius. Saat Claudia melihat tuan muda Darius sedang bercumbu dengan Vita, mulut Claudia menganga. Dia segera menutup mulutnya sendiri.
"Eh??" Claudia tiba-tiba merasakan sesak dada nya. Adegan itu benar-benar lagi panas-panas nya. Di mana Darius sedang mencumbui kekasihnya itu. Saat Claudia menyaksikan adegan itu, Darius menatap ke arah dirinya. Sorot mata tajam mengarah kepada diri nya.
"Eh??" Claudia segera berlari meninggalkan tempat itu dan keluar dari dalam kamar Darius.
Dengan perasaan hancur hatinya, Claudia kembali merasakan sesak dada nya. Air matanya kembali jatuh melihat adegan mesra dan intim antara Darius bersama dengan kekasihnya.
"Ternyata seperti ini rasanya sakit nya cemburu dan bertepuk sebelah tangan. Tuan muda Darius tidak menyukai aku. Terlihat sekali bahwa tuan muda Darius sangat mencintai non Vita. Bagaimana nasibku? Tapi aku lah yang salah! Seharusnya aku tidak boleh mencintai laki-laki itu. Dan seharusnya aku tidak boleh hamil anak nya. Ini akan membuat aku berharap banyak dengan pria itu," gumam Claudia yang kini sudah merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur di dalam kamar nya. Tangannya dengan lembut mengusap perutnya yang kini sudah ada janin di dalam rahimnya.
Claudia berusaha menutup matanya dan tidur. Melupakan semua yang sudah ia lihat nya tadi. Namun hingga larut malam, Claudia tidak juga bisa memejamkan matanya. Hingga pintu kamarnya diketuk dan Darius melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Aku tahu kamu belum tidur!" ucap Darius. Claudia serta merta duduk dengan benar. Darius merangkum kedua pipi Claudia lalu mengecup kening nya. Dia melihat kedua mata Claudia membengkak. Lalu kedua sudut bibir nya tersenyum lebar.
"Kenapa kamu menangis? Apakah kamu cemburu saat melihat aku bersama dengan kekasihku, Vita?" tebak Darius. Claudia dengan cepat menggelengkan kepala nya.
"Bagus! Itu lebih baik! Jangan menggunakan perasaan kamu. Dan ingat jangan sampai kamu mencintai aku. Karena aku tidak akan pernah menyukai kamu. Karena aku sudah memiliki Vita ku yang pantas menjadi pendamping hidup ku," kata Darius.
"Tuan muda!" sahut Claudia.
Kali ini Claudia berinisiatif mencium duluan bibir pria itu. Dia tidak perduli dianggap murahan atau apalah. Walaupun Darius baru saja bilang kalau dia tidak bakalan menjadikan dirinya pendamping hidup nya, namun Claudia merasa beruntung bisa bertemu dan jatuh dengan Darius. Walaupun cinta nya bertepuk sebelah tangan.
Claudia terus menciumi Darius hingga kembali Darius pasrah dan diam menerima segala serangan Claudia. Walaupun Claudia tahu, baru saja Darius sudah melakukan nya dengan Vita, kekasihnya.
__ADS_1
"Claudia!? Kamu?!" ucap Darius.
"Tuan muda! Maaf jika aku sudah mencintai tuan muda! Walaupun aku tahu tuan muda tidak menerima cinta ku. Dan sebentar lagi kontrak ku habis sebagai istri kontrak, tuan! Tapi aku tidak menyesal sudah jatuh hati dengan tuan," kata Claudia. Darius menatap lekat Claudia. Setelah nya Claudia semakin berani melakukan hal-hal yang membuat Darius tidak mau menolak lagi.