ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN

ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN
BAB 12


__ADS_3

Mentari sudah menyapa di pagi itu. Semua pelayan di rumah kediaman utama Darius sudah menjalankan tugasnya masing-masing. Termasuk Claudia yang pagi itu ingin membuatkan sarapan yang khusus untuk Darius. Walaupun ini bukan permintaan dari Darius sendiri, namun Claudia ingin membuatnya. Dengan semangat Claudia memasak makanan pagi itu. Koki di rumah itu memberikan kesempatan bagi Claudia yang ingin membuat makanan untuk tuan muda Darius. Namun begitu Koki di rumah itu tetap membuat menu makanan di pagi itu untuk majikannya dan pelayan-pelayan yang bekerja di rumah itu. Termasuk bodyguard yang bekerja di rumah itu.


Sedangkan di kamar utama Darius, di sana masih terlihat pasangan kekasih yang baru saja bertemu dan meluapkan rasa rindu nya itu masih di atas peraduan di balik selimut tebal. Mereka terlihat masih berpelukan erat seolah-olah enggan untuk berpisah. Dia adalah Darius dan Vita. Vita, wanita cantik serta seksi yang selama ini berprofesi sebagai model dan satu tahun ini mengambil kontrak yang mengharuskan dirinya di negara orang. Sehingga membuat dirinya menjalani hubungan jarak jauh dengan Darius. Karena keduanya sama-sama sibuk dan tidak sempat untuk bertemu. Demikian juga dengan Darius karena super sibuknya, Darius tidak mempunyai waktu untuk mengunjungi kekasihnya di luar negeri. Sampai akhirnya, setelah kontrak kerja Vita habis, dia memutuskan untuk kembali ke tanah air. Vita ingin mencari peluang di negeri sendiri.


Vita membuka matanya. Matanya menatap laki-laki yang tampan saat ini di peluknya. Di kecup nya dengan lembut mata laki-laki maco yang masih terpejam itu. Ada niat untuk membangunkan pria tampan maco ber tubuh atletis itu dengan caranya.


"Hem, Vita sayang?! Kamu sudah bangun?" Darius membuka matanya setelah Vita menempelkan bibir nya ke bibir Darius. Kini Vita tersenyum menatap pria yang dirindukan nya itu.


"Darius, kamu tidak pergi ke kantor hari ini?" tanya Vita.


"Tiba-tiba menjadi malas, sayang! Maunya berduaan dengan kamu seperti ini sepanjang hari," jawab Darius. Vita tersenyum lebar mendengar nya.


"Ayo dong, sayang! Bangun dong! Kita mandi lalu sarapan pagi bersama. Sepertinya perut ku sudah minta diisi. Lapar!" kata Vita.


"Kasih ciuman lagi dong, supaya aku lebih semangat!" ucap Darius manja. Vita memberikan kecupan pada dahi lalu turun ke bibir seksi milik Darius. Darius tersenyum lalu mulai bangun dan duduk di tepi tempat tidur itu. Namun dari belakang, Vita kembali memeluk Darius dari belakang. Darius mengusap punggung tangan Vita yang sudah melingkar di pinggangnya.


"Ayo, mandi! Mau ikutan?" ajak Darius. Vita tersenyum dan tidak menolak ketika Darius sudah menggendong tubuh Vita ala bridal.


Suara gemericik air disertai suara melodi yang dikeluarkan oleh kedua mulut manusia berlawanan jenis itu beradu. Pasangan kekasih itu kembali mengulangi kegiatan panasnya di bawah shower dalam kamar mandi itu. Keduanya mengikis jarak dalam penyatuan rasa yang sama-sama saling memberikan kenikmatan.


*****


Tok

__ADS_1


Tok.


Tok.


Claudia mengetuk pintu kamar utama Darius yang saat ini di dalamnya ada Darius bersama dengan Vita, kekasihnya. Claudia tidak sabaran menunggu Darius di ruang makan. Sedangkan hasil masakan nya sudah siap untuk dinikmati pagi itu. Akhirnya Claudia nekat mengetuk kamar Darius untuk mengantarkan hasil masakannya pagi itu yang berupa bubur ayam.


Tok.


Tok.


Tok.


Kembali Claudia mengetuk pintu kamar itu. Dan akhirnya pintu itu terbuka.


"Hem, ada apa?" tanya Vita ketus setelah membukakan pintu kamar itu. Tampak Vita masih mengenakan handuk yang hanya dililitkan saja di sebagian tubuh nya. Rambutnya yang basah belum dia keringkan. Kelihatan nya Vita baru keluar dari kamar mandi bersama dengan Darius.


"Pembantu kamu nih?" jawab Vita ketus.


"Sukanya menggangu saja! Apa yang kamu bawa itu?" tanya Vita ketus.


"Ini bubur ayam buat tuan muda Darius," jawab Claudia. Vita mendekati nampan yang dibawa oleh Vita. Matanya menyipit saat melihat bubur ayam yang di atas nampan itu.


"Hem, hanya bubur saja? Makanan kampung, tidak berkelas sama sekali," ucap Vita. Darius mendekat dan melihat Claudia yang masih berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Darius datar. Claudia tersenyum saat sudah melihat Darius datang mendekati dirinya.


"Ini bubur ayam buatan saya, tuan! Tuan muda Darius bisa memakannya pagi ini," kata Claudia.


"Oh, bubur ayam yah? Terimakasih yah, kamu boleh!" ucap Darius. Vita tersenyum lebar saat Darius bersikap dingin terhadap Claudia.


"Hai tunggu sebentar!" sambung Vita saat Claudia hendak meninggalkan tempat itu setelah nampan yang di atas nya ada bubur ayam itu di ambil dan dipegang oleh Darius. Kini nampan itu diambil alih oleh Vita.


"Iya, nona!?" sahut Claudia sambil menghentikan langkahnya.


"Ini bawa kembali bubur ayam nya! Aku dan Darius tidak level makan makanan seperti ini," kata Vita ketus. Darius diam saja tidak membela Claudia. Saat ini Claudia memandang ke arah Darius. Tapi Darius tidak bergeming dengan sikap Vita yang ketus itu. Claudia, mau tidak mau mengambil kembali nampan yang di atasnya ada bubur ayam buatannya. Lalu dengan cepat meninggalkan mereka berdua di tempat itu.


"Sayang, kenapa kamu bersikap kasar dengan Claudia? Kasihan dia loh. Dia sudah capek-capek memasakkan bubur ayam buat aku. Seharusnya jangan bersikap seperti itu, walaupun nanti aku tidak mau memakan bubur ayam itu. Paling tidak kita harus menghargai nya, sayang!" ucap Darius panjang lebar seraya memeluk pinggang ramping Vita.


"Darius! Orang-orang rendahan seperti wanita itu yang notabene seolah pelayan, jangan dikasih hati. Dia berbuat baik itu karena ada sesuatu. Apalagi pelayan kamu yang satu itu masih sangat muda dan cantik. Pasti dia diam-diam mengagumi kamu dan menyukai kamu, sayang! Kamu tidak tahu kan, sayang?! Zaman sekarang orang bisa melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuan nya. Siapa tahu makanan itu di jampi- jampi supaya kamu bisa menyukai pelayan kamu itu," ucap Vita panjang lebar. Darius mengerutkan dahinya.


"Maksudnya Claudia itu pakai dukun supaya aku tertarik dan menyukai dirinya?" sahut Darius.


"Benar sayang?! Semua bisa terjadi kan? Dari makanan yang dia bikin lalu dia kasihkan ke kamu itu," jelas Vita.


"Aku rasa, Claudia tidak seperti itu kok, sayang!" sahut Darius.


"Ih, kamu ini! Dari tadi menyebutkan nama nya terus, Claudia, Claudia, Claudia! Memangnya apa bagusnya pembantu kamu itu sih, sehingga kamu seperti nya lebih memperhatikan dirinya," protes Vita. Darius menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Vita sayang! Sudah jangan membahas itu lagi. Sekarang kamu berganti pakaian dan berdandan lah. Aku akan menunggu kamu di bawah yah! Kita sarapan bersama lalu aku akan mengantarkan kamu ke rumah kamu," ucap Darius.


"Baiklah!" sahut Vita.


__ADS_2