
Pagi itu Darius bersama dengan Vita sudah duduk di ruang makan. Sedangkan Claudia sudah bersiap-siap berangkat ke kampus. Selama ada Vita di rumah itu, Claudia tidak ikut bergabung sarapan pagi bersama dengan Darius. Dan Claudia banyak menghindari bertemu dengan Vita. Selain Claudia tidak ingin ketahuan sebagai istri kontrak Darius juga karena selama ada Vita di sebelah Darius, Darius seperti menyembunyikan posisi Claudia sebagai istri kontrak. Sehingga Vita menganggap kalau Claudia salah satu pelayan baru yang bekerja di rumah Darius.
Saat Claudia menuruni anak tangga, dia berpapasan dengan Vita yang hendak ke kamar Darius untuk mengambil tas nya. Vita melihat penampilan Claudia dari kepala sampai ujung kaki. Vita mengerutkan dahinya ketika melihat Claudia mengenakan pakaian rapi dan tidak mengenakan pakaian seorang pelayan. Hal itu menimbulkan pertanyaan pada benak Vita.
"Hai, kamu mau kemana?" tanya Vita.
"Saya, saya mau ke mini market, ada sesuatu yang akan saya beli," jawab Claudia bohong. Kembali Vita mengerutkan dahinya.
"Ke mini market? Dengan pakaian yang rapi dan tas ala anak kuliahan. Sini tas kamu?!" sahut Vita segera menyambar tas yang di bawa oleh Claudia. Vita segera membuka tas milik Claudia di mana di dalam nya ada buku teori sastra dan juga novel sastra karya penulis legendaris.
"Novel sastra dan juga buku teori Sastra? Kamu berbohong! Sebenarnya kamu mau kemana, hah? Mana ada ke mini market dengan membawa buku-buku ini?" ucap Vita.
"Hem, hem," Claudia bingung mau berkata jujur dengan Claudia. Tiba-tiba saja Darius datang menghampiri mereka.
"Vita, sayang! Ada apa ini?" tanya Darius seraya memeluk pinggang ramping Vita. Setelah nya matanya tertuju pada Claudia yang sudah siap berangkat ke kuliah.
"Ini loh, Darius sayang! Kenapa pelayan kamu ini mau ke mini market saja harus membawa buku-buku sastra dan lagipula penampilan nya seperti mau pergi jauh. Sepertinya kamu terlalu memanjakan pelayan-pelayan kamu deh, sayang!" adu Vita pada Darius. Darius melihat ke arah Claudia.
"Eh, sudahlah sayang! Apa salahnya sih dia membawa tas dan berpenampilan rapi?" sahut Darius menutupi.
"Tapi..." ucap Vita.
"Ayo sayang! Katanya kamu mau mengambil tas kamu yang masih ada di dalam kamar? Ayo sana di ambil tas nya! Aku akan mengantarkan kamu pulang ke rumah sekalian jalan ke kantor," kata Darius.
"Baiklah! Tunggu sebentar!" ucap Vita lalu segera berlari kecil menaiki anak tangga menuju ke kamar Darius. Kini Darius menatap Claudia yang masih berdiri mematung di anak tangga.
__ADS_1
"Hem, tuan muda! Saya berangkat ke kampus dulu!" pamit Claudia yang terlihat sangat buru-buru untuk menghindari Darius. Darius mencekal lengan Claudia hingga terdorong memeluk Darius. Kini netra mereka bertemu. Darius segera mengecup bibir itu hingga membuat Claudia menjadi bersemu merah.
"Eh, em?" Claudia mengusap bekas kecupan Darius yang tiba-tiba. Darius tersenyum lebar melihat ekspresi gugup dari wajah Claudia.
"Biar sopir ku yang akan mengantarkan kamu ke kampus," kata Darius.
"Tidak usah tuan! Saya naik taksi saja," tolak Claudia.
"Ini perintah dan kamu tidak boleh membantah!" ucap Darius. Claudia segera berlalu meninggalkan Darius yang masih saja memperhatikan dirinya. Sedangkan sang sopir pribadi Darius sudah menunggu di depan untuk mengantarkan Claudia menuju ke kampus seperti biasanya.
Di dalam mobil itu sang sopir pribadi memperhatikan Claudia yang terlihat murung wajahnya.
"Tuan muda Darius sebenarnya sangat perhatian dengan nona. Bukti nya, tuan muda Darius selalu menyuruh saya mengantarkan ke kampus dan juga menjemput non Claudia. Memastikan kalau non Claudia aman ketika berada di luar," ucap sang sopir pribadi Darius itu.
"Lagi pula, tuan muda Darius masih memberikan ijin pada nona untuk melanjutkan kuliah. Ini tentu berbeda dengan wanita-wanita yang pernah dekat dan menjalin hubungan dengan tuan muda Darius sebelum non Claudia," jelas sang sopir. Claudia menyipitkan bola matanya menoleh ke arah sang sopir.
"Yah muncul ini hanyalah penilaian saya saja. Tapi saya pikir, nona Claudia termasuk salah satu wanita yang spesial bagi tuan muda Darius," jelas sang sopir.
"Nyatanya di saat ada non Vita di sebelah tuan muda Darius, saya tidak dianggap nya ada pak! Jadi, bapak salah menilainya," sahut Claudia.
"Tidak, nona! Sudah tiga wanita yang sudah menjadi istri kontrak tuan muda Darius setelah non Vita ke luar negeri demi karir menjadi model dan aktris. Dan nona Claudia yang ke empat nya. Namun tiga wanita yang sudah menjalin hubungan kontrak menjadi istri kontrak tuan muda Darius hanya bisa bersama tuan muda Darius paling lama satu bulan. Tuan muda Darius selalu memutuskan kontrak itu karena merasa tidak cocok. Dan nona Claudia lah yang aku lihat paling lama dipertahankan oleh tuan muda Darius. Padahal non Vita, kekasih dari tuan muda Darius sudah kembali ke tanah air," jelas sang sopir.
"Saya tahu kenapa tuan muda Darius melakukan itu karena tidak merasakan kesepian saat kekasihnya berjauhan dari nya," kata sang sopir.
"Jadi, tuan muda Darius sendiri yang memutuskan perjanjian kontrak nikah dengan wanita-wanita itu, pak!?" tanya Claudia.
__ADS_1
"Hanya empat kali saja, non! Tidak banyak!" sahut sang sopir meralat. Claudia tersenyum sinis mendengar nya.
"Empat wanita? Bagaimana kalau keempatnya wanita yang ditinggalkan tuan muda Darius itu hamil anaknya tuan Darius?" sahut Claudia.
"Bukankah di surat perjanjian itu sudah tertulis? Mereka hanyalah istri kontrak saja dan diwajibkan minum obat pencegah kehamilan supaya tidak mengandung anaknya tuan muda Darius? Jika ketahuan hamil, sudah pasti disuruh menggugurkan nya," jelas sang sopir.
Claudia menyipitkan bola matanya. Kini Claudia sudah bertekad untuk menyembunyikan kehamilannya. Tinggal tiga bulan lagi dia akan dicerai kan oleh Darius.
"Non Claudia lah yang paling lama berada di rumah itu sebagai istri kontrak tuan muda Darius," kata sang sopir.
"Kurang tiga bulan lagi saya akan keluar dari rumah itu, pak! Saya akan bercerai dengan tuan muda Darius," ucap Claudia.
"Apakah non Claudia sedih?" tanya sang sopir. Claudia diam menundukkan kepalanya. Sang sopir tersenyum lebar.
"Tuan muda Darius sangat tampan, dan juga baik. Aku rasa setiap wanita yang sudah pernah dekat dengan tuan muda Darius, pasti tidak ingin berpisah dengan tuan muda Darius. Aku yakin kalau nona Claudia sudah terbiasa dekat dengan tuan muda Darius," kata sang sopir.
"Kenyataannya, tuan muda Darius sudah memiliki kekasih dan wanita itu sangat dicintai oleh tuan muda Darius. Jika saya terlanjur menyukai tuan muda Darius, saya sudah harus bersiap untuk patah hati, pak!" ucap Claudia jujur.
"Hahaha, jadi non Claudia sudah jatuh hati dengan tuan muda?" tebak sang sopir. Claudia diam lalu menatap jendela di samping mobil.
"Pak, saya turun di sini saja pak! Terimakasih bapak sudah mengantar saya ke kampus," kata Claudia.
"Baik, non! Sama-sama non! Semoga hari-hari non Claudia menyenangkan hari ini dan berikutnya," sahut sang sopir. Claudia tersenyum lebar lalu turun dari dalam mobil itu.
Dari kejauhan Galang melihat Claudia yang turun dari mobil mewah itu.
__ADS_1
"Dia datang!" gumam Galang sambil menatap dari kejauhan, Claudia yang mulai melenggang ke gedung sastra.