ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN

ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN
BAB 36


__ADS_3

Di depan kafe sedap malam itu Leon sudah menunggu Vita. Saat Vita datang dan memarkirkan mobilnya di halaman kafe sedap malam itu, Leon langsung mengajak Vita masuk ke dalam mobil nya. Kini keduanya sudah berada di mobil itu. Sebuah kecupan mendarat di bibir Vita dari Leon. Vita mengernyit dahinya dengan sikap aneh dari Leon.


"Ada apa dengan mu, Leon? Kamu seperti kangen berat dengan ku," ucap Vita. Leon tersenyum menyeringai.


"No, aku hari ini sangat bahagia. Karena sudah menemukan wanita yang membuat aku berdebar dan menjadi gelisah saat tidurku," ucap Leon dengan mata berbinar.


"Apa? Siapa?" tanya Vita.


"Namanya Zena! Dia adalah adik dari sahabat ku. Aku tidak menyangka jika Zena yang dulunya masih kecil. Kini sudah menjadi gadis remaja dan sangat menawan," ucap Leon.


"Sepertinya aku sudah jatuh cinta, Vita! Mungkin dialah yang akan menjadi pendamping hidup ku dan akan serius untuk menikah dengan nya," kata Leon.


"Bagaimana dengan aku, Leon? Bahkan saat ini aku kembali mengandung anak kamu," sahut Vita. Leon mengernyitkan dahinya.


"Vita, bukankah kamu sudah memiliki suami, Darius? Kamu hamil tentu saja anaknya Darius. Kenapa kamu berkata seolah-olah kamu mengandung itu adalah anak ku? Aneh kamu!" kata Leon. Vita langsung memukul lengan Leon dengan keras hingga beberapa kali. Namun Leon membiarkan Vita memukul Leon sampai akhirnya Vita capek memukul lengan Leon yang kekar itu.


"Sudah capek, mukulnya?" tanya Leon.


"Belum! Rasanya aku mau membunuhmu, Leon! Kamu benar-benar tega sekali dengan aku. Kamu sudah beberapa kali mempermainkan aku. Tapi sekarang, kamu bilang mau menikah dengan wanita yang baru saja kamu kenal. Dan anehnya kamu bilang sudah jatuh cinta. Lalu selama ini aku anggap apa, hah? Bahkan kamu membuat aku hamil dan mengandung anak kamu. Dan sekarang pun aku mengandung anak kamu juga," ucap Vita meluapkan kekesalan nya.


"Vita, kamu sudah memiliki suami. Aku tidak mungkin menikah dengan kamu kan? Lagian selama ini kita masih berhubungan karena suka sama suka. Kita hanya sebatas mendapatkan kesenangan saja," kata Leon.


"Leon, tapi aku sebenarnya juga mencintai kamu. Aku masih berhubungan dengan kamu karena aku masih menyukai kamu. Dari dulu pun seperti itu. Tidak berubah, Leon!" ucap Vita.


"Ya sudah, sekarang mau kamu apa?" tanya Leon.


"Aku mau kamu nikah dengan ku. Dan aku akan bercerai dengan Darius," ucap Vita.

__ADS_1


"Oke, oke! Baiklah, baiklah!" kata Leon akhirnya.


Kini mobil itu mulai dijalankan oleh Leon. Leon ingin membawa Vita ke suatu tempat.


"Kita mau kemana, Leon?" tanya Vita setelah Leon mulai melajukan mobilnya meninggalkan kafe sedap malam.


"Kita perlu ke tempat yang nyaman untuk berdua, Vita. Bukankah kamu sedang menginginkan aku?" kata Leon seraya mengedipkan matanya. Ada niat buruk yang tersembunyi pada diri Leon.Dan Vita tidak mengetahui itu.


*****


Di sebuah vila itu, ada teman-teman Leon menunggu di sana. Mereka mempersiapkan pesta kecil-kecilan. Leon dan Vita yang baru datang mulai bergabung di sana.


"Leon, kenapa kita ikut ramai-ramai di sini. Katamu kamu akan membawaku ke tempat nyaman?" bisik Vita.


"Jangan khawatir, baby! Setelah kita berpesta dengan teman-teman ku. Kita akan menikmati malam panjang berdua. Oke?" ucap Leon.


"Tapi kenapa harus minum-minum. Kamu tahu kan Leon, saat ini aku sedang hamil," kata Vita.


Suara musik yang terdengar cukup keras membuat mereka selalu bicara keras kalau bicara. Terkadang sampai mengikis jarak jika hendak berbicara. Leon membisikkan sesuatu ada satu teman nya.


"Kamu boleh melakukan apa saja wanita itu. Dia bukan siapa-siapa ku lagi. Mau sampai mampus pun kalian apa saja terserah," ucap Leon pada salah satu teman nya yang bernama Key.


"Beneran? Lalu kamu mau kemana Leon?" sahut Key.


"Aku malam ini akan bersenang-senang dengan adik kamu, Key!? Bolehkah?" kata Leon.


"Hai, jangan kau rusak Zena, adikku Leon!" sahut Key.

__ADS_1


"Halah, aku dan Zena sudah serius dan sebentar lagi menikah kok! Jadi jangan larang aku dengan Zena bersenang-senang malam ini. Oke!?" kata Leon seraya memukul lengan Key.


"Tapi awas yah, Leon! Jika kamu setelah meninggalkan Zena. Akan aku cari kamu sampai ke ujung langit pun," ancam Key.


"Hahaha, aku tidak akan lari Key!" sahut Leon.


Kini Leon mendekati Zena dan mengajaknya meninggalkan pesta kecil itu. Vita yang dikerumuni oleh teman-teman Leon sudah lupa diri. Vita dicekokin minuman beralkohol. Bahkan diam-diam mereka memberikan dah memasukkan obat ke dalam minuman Vita. Hingga Vita mulai agresif dan percaya diri.


*****


Darius mendapatkan kabar dari Ryan bahwasanya istrinya saat ini sedang berada di puncak villa bersama teman-teman Leon. Bahkan mereka membuat pesta kecil-kecilan dan juga melakukan hal-hal yang terlarang. Darius tentu saja semakin murka mendengar laporan dari Ryan dan juga anak buahnya. Darius tidak menyangka jika istrinya bisa seperti itu. Bersama Leon, Vita semakin tidak terarah.


"Sial! Ryan, aku tidak bisa mempertahankan Vita menjadi istriku. Aku akan menceraikan Vita secepatnya!" ucap Darius seraya menahan amarahnya mendapatkan laporan soal Vita yang diam-diam masih berhubungan dengan Leon, kekasihnya dulu saat di luar negeri.


*****


Saat pagi tiba, ada berita yang menggemparkan. Seorang wanita ditemukan over dosis di sebuah kamar vila. Bahkan seorang wanita itu diduga telah hamil muda. Bahkan wanita itu saat ditemukan tanpa busana. Setelah diselidiki wanita itu sudah tidak bernafas.


"Tuan muda! Sudah mendengar berita pagi ini tuan?" tanya Ryan melalui sambungan di ponsel nya.


"Aku masih mengumpulkan berkas, untuk menggugat cerai Vita, Ryan! Jadi aku belum mendengar berita itu?" sahut Darius.


"Baiklah, tuan! Kalau begitu saya akan mengirimkan anak buah saya untuk memastikan bahwasanya jasad seorang wanita yang hamil itu bukanlah Vita, istri anda tuan," kata Ryan.


"Hah, apa? Kenapa kamu berasumsi seperti itu? Bukankah Vita sedang bersenang-senang bersama dengan Leon, kekasih nya dulu?" sahut Darius.


"Tenang, tuan Darius! Saya akan menghubungi anda satu jam dari sekarang!" ucap Ryan lalu memutus sambungan di ponsel nya itu.

__ADS_1


"Sementara itu Darius kembali merasakan sesak dan nyeri jantung nya. Dia tidak akan bisa menerima kenyataan itu jika semua praduga Ryan adalah benar.


" Gila! Lama-lama aku bisa sakit jantung menjadi suami Vita!" gumam Darius yang memegang dada nya sendiri karena merasakan sesak dan berdebar semakin kencang.


__ADS_2