
Ryan, sang asisten pribadi Darius menunjukkan tempat tinggal baru untuk Claudia sebagai kompensasi dari Darius. Ryan memberikan kunci rumah lengkap beserta isi nya untuk Claudia. Ditambah dengan satu unit mobil jazz berwarna putih untuk Claudia. Kompensasi yang diberikan Darius untuk Claudia ini bagi Claudia terlalu banyak. Bagi Claudia perpisahan itu membuat hatinya terasa sakit seperti dipatahkan jantung nya oleh Darius.
"Nah, ini rumahnya nyonya muda! Semoga nyonya muda suka dan betah tinggal di rumah baru ini. Selain rumah dan mobil, saya sudah mentransfer dana untuk nyonya muda. Nanti bisa dicek di rekening nya nyonya muda," urai Ryan sang sekretaris.
"Terimakasih, bang Ryan! Jangan memanggil aku dengan panggilan nyonya muda, dong! Aku sekarang sudah bukan lagi istri dari tuan muda Darius. Sekarang aku sudah menjadi seorang janda," ucap Claudia.
Ryan menyimak Claudia dan menatap wajah sedih yang muncul dari wajah cantik Claudia. Mata itu masih berkaca-kaca. Ryan sangat paham sekali kalau wanita yang di dekat nya itu sangat sedih dan merasa kehilangan saat Darius memutuskan hubungan kontrak itu. Padahal sesuai perjanjian kontrak mereka seharusnya tiga bulan lagi masa kontrak itu.
"Saya rasa, tuan muda Darius akan merindukan nyonya muda, eh maksud saya non Claudia setelah ini. Selama ini hanya non Claudia lah yang mendapatkan kompensasi yang cukup besar. Ketiga wanita yang pernah menjalin kontrak dengan tuan muda Darius hanya mendapatkan apa yang tertera di dalam surat perjanjian saja. Ini berbeda dengan non Claudia. Jadi, saya pikir non Claudia sangat spesial bagi tuan muda Darius," ucap Ryan.
"Jika aku spesial seharusnya tidak diceraikan, bukan? Nyatanya kami berpisah juga. Dan setelah ini tuan muda Darius akan bertunangan dengan non Vita. Wanita yang dicintai oleh tuan muda Darius. Itu lah yang diakui oleh tuan muda Darius bahwasanya non Vita lah wanita satu-satunya yang disukai dan diharapkan sebagai pasangan hidup tuan muda Darius sampai masa tuanya. Bahkan non Vita itulah yang diharapkan menjadi ibu bagi anak-anak tuan muda Darius," ucap Claudia.
"Huh, aku rasa tuan muda Darius sudah salah melepaskan kami, non Claudia. Dia melepaskan berlian untuk mendapatkan emas yang menyilaukan mata. Padahal emas yang dilihatnya adalah emas imitasi," ucap Ryan.
Claudia menarik nafasnya dalam-dalam. Lalu melepaskan dengan pelan. Ryan mulai berdiri lalu berpamitan dengan Claudia.
__ADS_1
"Oke, nona Claudia! Tugas saya sudah selesai! Saya permisi, nona! Semoga hari-hari anda akan lebih bahagia dan penuh keceriaan. Walaupun sudah tidak bersama dengan tuan muda Darius," kata Ryan.
"Terimakasih, bang Ryan!" sahut Claudia.
"Oh, iya! Kalau nona Claudia membutuhkan sesuatu bisa menghubungi saya! Saya akan membantu nona jika mengalami kesulitan," ucap Ryan sebelum masuk ke dalam mobilnya.
"Terimakasih, bang Ryan! Saya rasa ini sudah lebih dari cukup," sahut Claudia.
*****
"Wow, kamu sangat beruntung Claudia! Sudah mendapatkan rumah lumayan elit, juga mobil baru. Sepertinya mantan suami kamu itu sangat menyukai kamu deh!" ucap Hilda.
"Menyukai? Nyatanya dia menceraikan aku, Hilda. Bahkan masa kontrak kami seharusnya dua bulan lagi baru habis," sahut Claudia.
"Tidak sayang!? Suatu saat nanti si Darius itu akan menyesal telah menceraikan kamu. Apalagi saat ini kamu telah mengandung anaknya. Eh?? Bagaimana kabar kehamilan kamu? Apakah semua nya baik-baik saja?" ucap Hilda.
__ADS_1
"Dua hari ini aku tidak lagi merasakan mual dan muntah-muntah, Hilda! Setelah dokter memberikan vitamin dan juga obat penghilang rasa mual. Selain kamu yang mengetahui kehamilan ku adalah Galang," kata Claudia.
"Hah, apa? Jadi Galang sudah tahu kalau saat ini kamu hamil?" tanya Hilda.
"Iya, Hilda! Bahkan dia pun sudah tahu kalau sebenarnya aku dengan tuan Darius menikah kontrak saja. Galang ingin menikahi aku, Hilda. Apakah aku harus menerimanya? Sedangkan aku sudah mengandung anak Darius." ucap Claudia.
"Wow, aku sangat iri dengan kamu. Kamu selalu bertemu dengan pria yang sangat mencintai kamu dengan tulus. Bahkan setelah kamu diceraikan dengan Darius itu, Galang mau menikahi kamu dan siap menjadi ayah bagi anak kamu. Ini benar-benar membuat aku terharu, Claudia. Susah mencari laki-laki seperti itu, Claudia. Galang benar-benar sangat mencintai kamu dengan tulus," ucap Hilda.
"Hilda, aku mencintai Darius. Bukan Galang. Haruskah aku menikah dengan Galang sedangkan aku tidak mencintai nya?" tanya Claudia.
"Kamu bertanya seperti itu, Claudia? Apakah saat kamu menikah dengan Darius itu kamu mencintai nya? Tidak kan? Kamu menikah hanya karena tertarik dengan apa yang akan kamu peroleh setelah menjadi istri kontrak nya," sahut Hilda.
"Hilda!" gumam Claudia.
"Sudahlah, lupakan saja semua nya Claudia! Laki-laki yang telah membuang kamu tidak pantas kamu tangisi dan harapkan lagi menjadi suami kamu. Sudah lupakan masa lalu dan pikirkan masa depan kamu bersama dengan anak kamu yang masih di dalam perut mu itu," kata Hilda.
__ADS_1
"Hilda!" gumam Claudia seraya memeluk Hilda. Claudia meluapkan rasa kesedihan nya di bahu Hilda. Tangisan nya meledak-ledak karena sekarang ia telah menjadi janda. Janda dari mantan istri tuan muda Darius.