
"Claudia, aku sudah di depan gerbang rumah kamu!" ucap Galang. Galang menghubungi Claudia melalui ponselnya. Pagi ini, Galang sudah sampai di rumah Claudia dengan mengendarai mobilnya. Dia sengaja menjemput Claudia untuk berangkat ke kampus bersama-sama. Claudia yang menerima panggilan suara masuk dari Galang itu bergegas mengintip ke luar. Benar, di depan rumah baru nya itu sudah ada mobil berhenti di sana. Itu adalah mobil Galang.
"Padahal aku mau berangkat sendiri. Tapi karena kamu sudah menjemput ku, ya sudah lah! Aku berangkat ke kampus bareng kamu. Tapi kita jemput Hilda juga yah," sahut Claudia melalui sambungan di handphone nya.
"Iya, nanti kita jemput Hilda ke rumah nya juga," ucap Galang. Panggilan suara itu terputus karena Claudia segera menghambur keluar dari rumah nya lalu mulai mengunci pintu rumah itu. Setelah nya Claudia berjalan keluar menemui Galang yang sudah menunggu di dalam mobilnya yang ia parkir di depan gerbang rumah Claudia.
"Hai," sapa Claudia. Galang tersenyum lebar menunjukkan gigi nya yang putih. Claudia masuk ke mobil itu. Namun saat Claudia pagi ini mengenakan celana jeans, mata Galang melotot tajam.
"Kenapa kamu masih pakai celana jeans?" tanya Galang.
"Kenapa memangnya?" sahut Claudia.
"Claudia, kamu saat ini sedang hamil. Kasihan adik bayi di dalam sana. Dia pasti akan tertekan jika kamu pakai celana agak ketat seperti itu. Lebih baik kamu ganti saja dulu. Kamu pakai rok panjang atau long dress gitu," kata Galang.
"Tapi ini tidak terlalu ketat kok. Celana ini masih nyaman di perut ku," sahut Claudia.
"Claudia! Walaupun saat ini perut kamu belum terlihat membuncit, tapi aku selalu peduli dengan kamu dan juga janin di dalam rahim kamu," ucap Galang.
"Hem, ya sudah deh! Aku akan ganti pakaian yang sedikit longgar. Tapi kamu tidak apa-apa jadi menungguku lagi?" kata Claudia.
"Tentu dong!" sahut Galang.
Claudia kembali masuk ke dalam rumahnya setelah membuka kunci pintu masuk rumahnya. Namun Galang ternyata mengikuti nya masuk ke dalam rumahnya.
"Eh, kamu duduk dulu Galang! Atau kamu mau minum kopi, teh bisa bikin sendiri di dapur," kata Claudia.
__ADS_1
"Hem, tidak! Aku tunggu kamu di sini saja!" sahut Galang sambil duduk di ruang tamu. Lima belas menit kemudian, Claudia sudah keluar dari dalam kamarnya dengan mengenakan pakaian longgar. Galang yang melihat nya menjadi tersenyum karena Claudia mau mendengar nasihat nya.
"Nah, kalau pakai pakaian itu kamu tambah semakin cantik dan anggun," ucap Galang.
"Ya sudah! Ayo kita berangkat! Nanti bisa-bisa ketinggalan materi kuliah loh. Lagipula kita belum menjemput Hilda," kata Claudia.
"Aman, Claudia! Jam kuliah pagi kita di mulai jam sembilan. Sekarang masih jam delapan. Masih ada waktu satu jam untuk perjalanan menjemput Hilda dan sekaligus jalan ke kampus," terang Galang.
"Oke, baiklah!" sahut Claudia.
*****
Di dalam mobil itu Galang sambil berbicara dengan Claudia soal rencananya untuk segera menikahi Claudia. Claudia sudah memantapkan hatinya untuk menikah dengan Galang.
"Aku harus secepatnya menikahi kamu, Claudia! Aku tidak ingin menunda-nunda nya lagi. Sebelum perut kamu terlihat semakin membuncit, aku akan menikahi kamu. Dan kita akan menjadi pasangan suami istri yang sah. Aku ingin pernikahan kita disaksikan oleh orang tua kamu dan orang tuaku. Aku tidak ingin pernikahan kita hanya lah sementara dan main-main seperti saat kamu menikah dengan pria brengsek itu," urai Galang.
"Kita akan tetap kuliah sayang! Walaupun kita sudah menikah. Namun saran ku, jika kamu sudah mulai membuncit perut kamu lebih baik kamu cuti dulu. Nanti baru kamu melanjutkan kuliah kembali setelah melahirkan," ucap Galang.
"Hem, begitu yah! Baiklah, aku ikut apa kata kamu saja deh!" sahut Claudia. Galang tersenyum lebar mendapati Claudia yang sekarang ini menjadi nurut dengan diri nya.
*****
Kini di dalam mobil itu sudah ada tiga orang yaitu Galang, Claudia dan juga Hilda. Galang menghentikan mobilnya saat sudah di parkiran fakultas. Semuanya segera turun dari dalam mobil.
Penampilan Claudia yang berbeda dari biasanya menjadi perhatian beberapa mahasiswa yang mengenal Claudia. Seperti Lilly, Ratna dan juga Ana. Ketiga wanita itu memang paling hobi menyebarkan berita yang tidak benar. Apalagi Claudia datang bersama dengan Galang. Sedangkan Galang adalah pria yang disukai oleh Lily sejak lama.
__ADS_1
"Kamu lihat, Lily! Galang datang ke kampus bersama Claudia juga Hilda. Kenapa Galang akhir-akhir ini sering dengan mereka berdua yah?" ucap Ana seperti membakar hati Lily.
"Iya, benar! Pasti diantara Galang dengan Claudia ada sesuatu. Aku yakin itu! Bukankah dulu, Claudia itu sering diantar jemput dengan mobil mewah? Tapi sekarang kok sudah tidak lagi yah?" sahut Ratna. Lily mulai mengerutkan dahinya.
"Mungkin saja benar dugaan kita selama ini. Bahwasanya Claudia itu memang dulu nya piaraan pria ganteng itu. Tapi aku rasa Claudia sudah tidak dipakai lagi lantaran pria itu sudah bosan dengan Claudia," kata Lily dengan praduga nya.
"Dan sekarang Claudia mencari sasaran baru yaitu Galang! Wah ini tidak bisa dibiarkan, Lily! Dia telah merebut laki-laki incaran kamu selama ini yaitu Galang," Ana mulai membuat panas Lily.
"Hem, kalau menurut kalian ada yang aneh tidak dengan penampilan baru Claudia?" tanya Lily. Ana dan juga Ratna mulai berpikir dan mencari apa yang aneh dari penampilan Claudia.
"Tidak ada yang beda. Claudia tidak ada yang berubah kok. Malah dia terlihat semakin cantik saja," sahut Ratna.
"Bodoh! Claudia selama ini jika ke kampus sering nya pakai celana. Tapi sekarang Claudia mengenakan baju longgar dan tidak mengenakan celana. Aku pikir, Claudia menutupi sesuatu deh," jelas Lily. Ana dan juga Ratna mengerutkan dahinya. Mereka mulai berpikir dan menduga-duga.
"Hah? Jangan bilang kalau saat ini Claudia sedang hamil! Itu enggak banget, Lily!" sahut Ratna.
"Hahaha nah itu dia! Claudia hamil. Dan saat ini dia telah berbadan dua karena perilakunya yang suka bergonta-ganti dengan seorang pria. Terbukti kan sekarang? Jadi pria tampan yang dulu pernah menjemput Claudia itu, hanya membual dan bicara omong kosong ketika mengaku bahwa dirinya adalah suami dari Claudia," ucap Lily.
"Wah benar-benar gila, Claudia itu!" sahut Ratna.
"Tapi bisa saja apa yang dikatakan pria tampan yang mengaku suami Claudia itu nyatanya memang benar suami Claudia. Tapi sekarang diceraikan oleh suaminya itu! Bagaimana menurut kamu?" kata Ana mencoba menebaknya.
"Kita lihat saja nanti! Jika tidak lama lagi ada kabar kalau Claudia mau menikah, itu artinya Claudia sedang berbadan dua," ucap Lily.
"Wow, kamu sangat cerdas sekali Lily! Kamu bahkan bisa memprediksi sesuatu yang belum kamu ketahui," kata Ana.
__ADS_1
"Hem, aku hanya menebaknya saja. Tapi tolong aku dong! Bagaimana kalau Galang yang akan menikah dengan Claudia??" ucap Lily. Ana dan juga Ratna saling berpandangan lalu mereka kembali berpikir untuk mendekatkan Lily dengan Galang.