
Claudia mendorong tubuh Darius yang tidak juga melepaskan ciumannya. Bahkan Claudia serasa sulit bernafas karena Darius meluapkan kerinduan nya yang membuncah.
"Hem em, maaf!" ucap Darius sambil mengusap bibir nya yang belepotan terkena lipstik milik Claudia.
"Main sosor saja kamu, kak!? Aku bukan lagi istri kamu, kak. Dan juga kekasih kamu. Ini main nyosor saja," omel Claudia. Darius mengusap bibir nya seraya tersenyum seringai menatap wajah imut Claudia yang terlihat marah karena dirinya main cium saja.
"Kalau begitu, menikah lah dengan ku Claudia! Jadilah istriku yang menemani ku sampai kita menua bersama," ucap Darius.
Claudia kini mendudukkan pantatnya sedangkan Darius duduk di depan Claudia memandangi wajah Claudia yang selalu terlihat cantik menawan.
"Enak sekali mengajak ku menikah, kak! Aku masih istri orang," ucap Claudia bohong. Darius yang mendengar ucapan Claudia hanya tersenyum saja. Darius tahu kalau Claudia masih jinak-jinak merpati.
"Siapa laki-laki yang mau menjadikan kamu istri, kalau tidak selain aku?" sahut Darius.
Claudia melebar bola matanya saat Darius masih saja berusaha keras untuk mengambil hati Claudia. Tiba-tiba saja pintu ruangan itu diketuk. Suara cempreng ciri khas Alex mulai memenuhi ruangan itu.
"Halo mommy! Halo daddy? Lihatlah aku membawa banyak mainan. Om Ryan telah banyak membelikan aku mobil-mobilan dengan berbagai bentuk," ucap Alex sambil memamerkan mainan nya. Claudia mengerutkan dahinya saat mendengar Alex memanggil Darius dengan sebutan daddy. Claudia segera menarik lengan Alex lalu dengan geram memarahinya.
"Siapa yang kamu maksud dengan daddy, Alex? Daddy kamu saat ini di rumah. Daddy Galang! Dari tadi kamu suka sekali bikin mommy marah deh. Ayo kita pulang!" sahut Claudia.
"Mommy, aku tahu daddy ku adalah daddy Galang. Tapi sekarang daddy Galang sudah meninggal dunia. Aku ingin daddy yang masih hidup, tampan, dan juga suka bikin belikan aku banyak mainan serta kasih aku makan es krim yang banyak. Tidak seperti mommy, selalu melarang ku minum es krim," omel Alex. Claudia langsung mencubit Alex, hingga hal itu membuat Alex semakin bersandiwara.
"Daddy, mommy mencubit ku! Aku tidak mau pulang. Aku tidak mau kembali ke rumah bersama dengan mommy. Daddy tolong bawa aku pulang ke rumah daddy saja. Aku tidak mau mommy ku mencubit dan memarahi aku," kata Alex. Darius dan Ryan saling pandang. Lalu keduanya menatap Claudia sambil menahan tawanya. Darius pura-pura bersikap dingin dengan Claudia.
"Eh? Alex, maafkan mommy! Jangan begitu dong! Ayo kita pulang yah! Mommy tidak lagi memarahi kamu dan mencubit kamu lagi," ucap Claudia berusaha membujuk Alex.
"Tidak mau! Alex lebih baik menjadi anak nya om Darius saja. Om Darius sekarang sudah menganggap aku sebab putra nya. Bahkan om Darius meminta aku memanggil namanya dengan daddy," kata Alex. Claudia melebar bola matanya dengan sempurna. Claudia menatap ke arah Darius dengan tatapan sebal.
__ADS_1
"Kalian?! Benar-benar membuat aku semakin pusing! Kalian mempengaruhi Alex supaya aku bisa kembali pada kamu, kan?" kata Claudia.
Darius tidak mengindahkan ucapan Claudia. Kini Darius berjongkok lalu bicara dengan Alex.
"Alex, kamu sekarang pulang dengan mommy kamu yah, nak! Besok pulang sekolah, om akan menjemput kamu lagi. Bagaimana?" ucap Darius akhirnya.
"Tapi aku ingin pulang ke rumah om Darius. Eh maksud aku daddy Darius," sahut Alex.
"Tidak, tidak boleh! Kamu harus pulang dengan mommy! Pulang ke rumah nenek kakek," sahut Claudia. Darius menatap ke arah Claudia.
"Benar, Alex! Sekarang kamu pulang yah! Kasihan mommy kamu sudah marah-marah seperti itu," kata Darius.
"Hem em, baiklah! Tapi kapan om Darius menikahi mommy ku? Aku ingin om Darius menjadi daddy ku. Lalu kita bisa tinggal bersama di rumah om Darius," ucap Alex.
"Mommy kamu tidak mau menikah dengan aku, nak! Maaf, om tidak bisa menjadi daddy kamu. Mungkin om akan menikah dengan wanita lain," kata Darius mulai memancing keributan antara anak dengan mommy nya. Kembali Alex merengek meminta supaya Claudia menerima ajakan Darius untuk menikah.
"Bos kecil ini benar-benar licik sekali. Cerdik nya menurun seperti tuan Darius, haha," batin Ryan seraya melihat ke arah Darius dan Alex secara bergantian.
"Ih kamu anak kecil! Kenapa tidak kamu saja yang menikah dengan pria itu?! Enak sekali mommy kamu, kamu atur, hah?" ucap Claudia.
"Huahua mommy jahat! Masak aku di suruh menikah dengan om Darius. Om Darius, om dengar sendiri bukan? Bahkan mommy ku bisa berpikiran jahat seperti itu padaku. Aku tidak mau pulang bersama dengan mommy kalau mommy tidak mau berjanji mau menikah dengan om Darius," kata Alex.
"Ih benar-benar menyebalkan sekali," ucap Claudia.
"Ya sudah, terserah kamu, mau ikut pulang dengan mommy apa tidak! Mommy harus pulang sekarang juga," ancam Claudia. Tapi Alex tetap tidak bergeming dengan ancaman Claudia.
*****
__ADS_1
Di ruang makan itu mereka akhirnya berkumpul dan makan malam bersama. Darius menyuruh anak buahnya untuk berbelanja baju anak untuk Alex. Demikian juga pakaian ganti untuk Claudia pun telah disiapkan. Di mansion pribadi Darius itu, mommy dan anak laki-laki itu kini sedang berada di sana. Sebenarnya Claudia sangat terpaksa mengikuti kemauan Alex, putra nya. Alex bersikeras tidak mau pulang bersama dengan Claudia kalau dia tidak mau berjanji untuk menikah bersama dengan Darius.
Nenek Hindun dan juga kakek Gugun pun sudah diberi kabar kalau saat ini Alex dan Claudia tidak pulang ke rumah dan menginap di suatu tempat. Nenek dan kakek tidak mempermasalahkan hal itu.
"Tuan muda! Saya ada sedikit urusan sebentar di luar," bisik Ryan.
"Hem, baiklah! Besok pagi-pagi sekali kamu harus tiba di sini, Ryan!" sahut Darius pelan.
"Siap, tuan muda!" kata Ryan yang segera berlalu meninggalkan keluarga kecil yang baru saja bertemu itu.
"Bos kecil, om pergi dulu yah! Besok pagi, om akan mengantarkan bos kecil ke sekolah. Oke?" ucap Ryan.
"Siap, om Ryan! Terimakasih banyak om Ryan," sahut Alex. Setelah kepergian Ryan, Alex terlihat menguap. Dia sangat capek, pergi berbelanja mainan dan juga bermain bersama dengan Ryan.
"Daddy, sepertinya aku sudah ngantuk. Aku mau tidur, daddy! Besok harus bangun pagi dan ke sekolah," kata Alex.
"Oke, ayo kita kamar daddy!" ajak Darius.
"Mommy, ayo kita naik ke atas! Mommy juga harus istirahat! Jangan sampai mommy kecapean. Calon pengganti wanita harus selalu sehat. Oke? Jadi lusa kalau mommy menikah dengan daddy Darius, mommy terlihat segar dan tidak lesu," ucap Alex. Darius yang mendengar ucapan Alex terkekeh saja. Claudia semakin manyun saja bibir nya.
"Aku tidur di sini saja," sahut Claudia.
"Eh?? Daddy, bukankah di mansion ini banyak hantu nya kan? Aku rasa, mommy ku tidak takut hantu," ucap Alex.
"Ah, ap apa?? Hantu? Alex, kamu tidur dengan mommy saja," sahut Claudia.
"Tidak mommy! Malam ini aku akan tidur dengan daddy. Ayo kalau mommy ikut dengan kami," kata Alex. Claudia semakin menatap Darius dengan sebal.
__ADS_1
"Bukan aku yang meminta kamu tidur bersama di kamar ku, baby! Alex putra kita, lebih cerdas. Sepertinya Alex sudah tidak sabar ingin memiliki seorang adik," bisik Darius. Claudia hanya bisa menjulurkan lidahnya.