
Saat Claudia teringat saat bersama dengan Darius. Tiba-tiba saja suara ketukan pintu rumahnya terdengar. Bunyi bel masuk disertai ketukan pintu itu membuat Claudia langsung bergerak turun dari tempat tidur nya. Dengan langkah gontai, Claudia membuka pintu masuk rumahnya itu.
Saat pintu itu terbuka lebar, seorang pria tampan dengan perawakan tinggi besar berdiri menatap tajam ke arah nya. Bau alkohol menyengat ke hidung Claudia.
"Darius?! Kekenapa kemari?" ucap lirih Claudia. Tanpa disuruh masuk Darius langsung masuk ke dalam rumah Claudia. Dia langsung duduk di sofa ruangan itu. Dengan tatapan tajam melihat ke arah Claudia.
"Kenapa masih berdiri disana! Duduklah didekatku Claudia!" ucap Darius terkesan memerintah.
Claudia tanpa banyak bicara duduk di sebelah Darius. Claudia masih bertanya-tanya kenapa tiba-tiba saja Darius datang ke rumahnya. Hingga beberapa saat kemudian, Darius mulai bicara. Bau alkohol di mulutnya masih menyengat dihidung. Mungkin saja tercecer di baju nya hingga bau itu masih tercium oleh Claudia. Claudia yang saat ini sedang hamil muda sebenarnya tidak bisa mencium bau seperti itu. Namun ini sangat aneh saat pria yang telah membuat nya hamil itu membuat dirinya tidak merasa mual saat mencium bau yang terlalu menyengat.
"Vita telah mengkhianati aku, Claudia! Bahkan aku telah mendapati Vita berkencan dengan seorang pria di salah satu penginapan. Pria yang baru tiba dari luar negeri. Dan ternyata Vita selama ini diam-diam telah menjalin hubungan dengan pria itu sejak berada di luar negeri," cerita Darius.
Claudia tentu saja terkejut dengan cerita Darius. Dia tidak akan menduga jika Vita yang sangat dicintai dan disayangi oleh Darius ternyata hanya mempermainkan dirinya. Bahkan diam-diam masih menjalin hubungan dengan pria asing sejak di luar negeri.
__ADS_1
"Selama ini aku hanya dipermainkan oleh Vita. Bahkan semua yang diminta oleh Vita selalu aku penuhi, termasuk memberikan apartemen untuk nya. Demi karirnya sebagai modelnya bisa melejit, aku bisa membuatnya naik diposisi atas. Menjadi model yang dikenal dinegeri ini," ucap Darius.
Claudia menyimak cerita Darius tanpa memotong ucapannya. Claudia tentu ikut merasakan sedih saat pria disebelahnya itu kini sedang kecewa.
"Claudia!! Aku sedih! Aku salah telah mencintai seorang wanita. Yang ternyata hanya memanfaatkan aku saja," ucap Darius.
Tiba-tiba saja, Claudia memeluk tubuh Claudia. Tidak pernah Claudia melihat pria ini menangis. Namun sekarang?? Dia seperti sangat rapuh dan kecewa. Apakah Darius benar-benar sangat mencintai Vita? Bukankah dia adalah pria yang suka bergonta-ganti wanita? Tapi kenapa dia menjadi rapuh dan seperti gila saat melihat wanita nya mengkhianati nya. Darius melihat pengkhianatan dan perselingkuhan Vita bersama dengan pria asing itu. Bahkan Vita adalah sudah menjadi tunangannya.
"Tuan muda!!?" gumam Claudia lirih.
"Kak Darius!" ucap Claudia.
"Hem, itu lebih enak didengar!" sahut Darius.
__ADS_1
Kini Darius mulai bersandar di sofa itu. Dengan telaten, Claudia mulai membantu melepaskan kaos kaki dan sepatu yang dikenakan oleh Darius. Setelah nya merenggangkan dasi yang masih dikenakan Darius di lehernya. Satu kancing kemeja nya dilepaskan oleh Claudia. Lalu Claudia membaringkan Darius di sofa itu dengan bantal kecil yang ada di sana.
"Akan aku buatkan air hangat untuk, kak Darius terlebih dahulu!" ucap Claudia.
Namun tiba-tiba saja tangan Claudia ditarik oleh Darius. Hingga kedua tubuh mereka saling menempel dan dekat.
"Eh, em kak Darius!" gumam Claudia.
Tanpa banyak bicara dan tanpa permisi pada Claudia. Bibir merah delima milik Claudia kini diraup oleh Darius. Tentu saja Claudia sangat terkejut dengan hal itu.
Benar! Sebelum kedatangan Darius yang tiba-tiba itu, Claudia memang merindukan saat-saat seperti ini. Tapi bukan berarti mengharap semua terjadi dan menjadi kenyataan. Sedangkan keduanya tidak ada lagi memiliki status hubungan, baik pacaran, istri kontrak maupun tunangan. Namun sekarang ini, Darius seperti ingin kembali mengulang kejadian dulu. Bedanya, dulu Claudia sering melayani Darius. Tapi sekarang ini Darius seperti ingin memanjakan Claudia seperti seorang kekasih. Bahkan ciuman itu sangat hangat dan penuh kelembutan.
"Claudia?!" Bisik Darius. Suara itu sukses membuat seluruh aliran darah Claudia berdesir hangat. Kembali Claudia pasrah dalam kungkungan Darius.
__ADS_1
Kegiatan itu cukup lama mereka lakukan. Hingga suara laknat keduanya saling bersahutan memenuhi ruangan tengah itu. Tanpa dia sadari di luar pintu masuk itu, ada pasang telinga mendengar suara mereka karena pergumulan nikmat.
"Pria brengsek itu kembali lagi! Bahkan kembali merenggut kenikmatan tubuh wanita ku! Bangsat!" umpat pria itu yang tidak lain adalah Galang.