
"Apa?? Kamu di hotel nusa dua, di hotel tempat aku menginap sekarang ini?" ucap Darius. Darius sangat terkejut dengan panggilan masuk di handphone nya, di mana Ida Ayu lah yang menelpon nya.
"Di kamar berapa?" tanya Darius. Saat ini Darius sengaja menerima panggilan masuk dari Ida Ayu itu menjauh dari Claudia. Darius masuk ke dalam toilet dalam kamar nya supaya istrinya itu tidak mendengar pembicaraan nya dengan Ida Ayu.
"Apa?? Itu kamar sebelah aku? Kamu gila, Ida! Kamu benar-benar nekat!?" sahut Darius mulai panik.
Darius melihat petunjuk waktu di ponsel nya. Di handphone nya menunjukkan pukul dua belas malam. Sedangkan di handphone nya belum diubah penyetelan waktu WITA. Jadi saat ini di pulau dewata itu pukul satu dini hari.
Darius keluar dari dalam kamar mandi. Dia bingung harus menjumpai Ida Ayu atau tidak. Sedangkan Ida Ayu sudah berada di kamar sebelah. Dia ingin bertemu dengan Darius walaupun sebentar saja.
"Bagaimana ini?" gumam Darius sambil memandangi istrinya yang sudah tertidur pulas. Akhirnya Darius nekat menyambar jaketnya lalu hendak keluar dari kamarnya meninggalkan Claudia setelah merapikan selimut Claudia yang tersingkap hingga terlihat kedua kaki nya yang putih. Namun sebelum Darius sampai ke pintu kamar hotel itu Claudia terbangun dan memanggilnya.
"Kak Darius," panggil Claudia.
"Eh?? Claudia??" gumam Darius.
"Mau ke mana kak?" tanya Claudia. Lalu Claudia berjalan mendekati Darius yang masih berdiri bengong seperti orang bodoh. Dia tentu saja bingung, antara ingin keluar dari kamar itu untuk menjumpai Ida Ayu ataukah mengurungkan niatnya.
"Sudah, sangat larut malam kak! Ayo kita tidur. Atau kakak mau itu?? Maaf, tadi aku tidur duluan karena sudah ngantuk," ujar Claudia sambil menarik tangan Darius kembali ke atas ranjang setelah jaket dan kaos oblong Darius dilepaskan oleh Claudia. Kini Claudia mulai memainkan perannya sebagai istri yang baik. Dia lebih dulu memulai permainan. Darius dengan pasrah menerima serangan dari istrinya yang sebenarnya membuat dia menjadi candu.
"Wanita sama saja. Datangi lah istri kamu saat kamu menginginkan. Ah, benar! Aku sudah memiliki Claudia. Seharusnya aku tidak boleh memikirkan wanita lain lagi. Perempuan yang tiba-tiba datang dari masa lalu seharusnya aku singkirkan. Aku tidak boleh tergoda," batin Darius.
__ADS_1
Darius mulai fokus menikmati semua permainan dari Claudia. Sampai akhirnya Darius membalikkan posisi nya hingga Darius mulai mendominasi permainan.
"Kak Darius," ucap Claudia sambil memeluk pundak Darius dengan erat.
*****
Berkali-kali ponsel Darius berbunyi. Panggilan tidak terjawab sudah hampir lima puluh kali di ponselnya. Bahkan pesan chat dari Ida Ayu pun telah terkirim di handphone Darius. Namun tampaknya Darius dan juga Claudia terlihat kelelahan dengan kegiatan diujung malam yang menguras tenaga. Ida Ayu yang masih berada di kamar sebelah, terlihat uring-uringan karena Darius belum mau menjumpai dirinya.
"Kenapa pesan chat ku tidak dibalas sih? Di baca pun tidak. Dan aku menelpon nya pun tidak diangkat oleh kak Darius. Sebenarnya kak Darius sedang apa sih?" gumam Ida Ayu.
Ida Ayu mulai berdandan. Dia akan menunggu di depan. Setelah Darius dan juga istrinya keluar dari kamarnya, pasti akan ke ruangan makan u untuk menikmati makanan yang sudah disiapkan di hotel itu.
*****
"Eh?? Tidak ada kok!?" sahut Darius.
Padahal sejak tadi antara Darius dan juga Ida Ayu saling mencuri- curi pandang. Darius tentu saja enggan untuk menemui Ida Ayu. Takut jika pesona Ida Ayu akan membuat Darius khilaf. Sedangkan Ida sendiri pun juga tidak mau gegabah mendekati Darius yang sedang bersama istri nya.
"Sepertinya, kak Darius sangat tertarik dengan wanita yang duduk sendirian di ujung sana. Biar aku yang samperin yah! Aku akan mengajaknya bergabung di meja ini. Kak Darius bisa berkenalan dengan wanita cantik itu," ucap Claudia sambil berjalan ke arah Ida Ayu. Namun Darius dengan cepat menahan tangan Claudia.
"Eh, em sayang?! Jangan!! Itu tidak perlu sayang!! Maaf kalau kamu tersinggung kalau aku tadi sempat memperhatikan wanita itu. Sekarang duduklah, dan selesai kan makannya. Setelah itu kita akan jalan ke tempat wisata di pulau Bali ini yang belum kita singgahi kemarin," kata Darius dengan memeluk bahu Claudia. Claudia kembali duduk sambil melihat ke arah Ida Ayu yang masih saja sesekali memperhatikan dirinya dan juga Darius.
__ADS_1
Mereka menikmati hidangan pagi itu yang sudah disiapkan. Mereka keluar dari kamar mereka pukul sepuluh. Ada jadwal hari ini ke tempat wisata yang belum mereka kunjungi kemarin. Claudia dan Darius akan dijemput oleh sopir tour travel untuk mendampingi dan mengantarkan Claudia dan Darius menikmati keindahan pulau Bali.
"Siapa sih wanita itu? Apakah antara Darius dan juga wanita itu sudah saling mengenal. Kenapa antara Darius dan wanita itu sering curi curi pandang gitu. Aneh," pikir Claudia.
"Kak Darius! Kalau kakak mengenal wanita itu atau kakak pernah merasa mengenal nya, lebih baik didatangi atau disapa kak. Jangan sampai penasaran," kata Claudia.
"Hem, em??" Darius menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sebelum Darius menjawabnya, Ida Ayu terlihat berjalan melenggang mendekati meja Claudia dan Darius.
"Hai, apakah kamu Darius? Aku Ida Ayu, teman sekolah kamu. Kamu ingat??" ucap Ida Ayu akhirnya. Ida Ayu mulai nekat mendekati Darius dengan cara itu. Tentu saja antara Darius dan Ida Ayu saling mengenal bukan karena mereka teman satu sekolah dulu.
"Tuh, benar kan kak? Makanya sejak tadi kalian berdua saling memperhatikan gitu. Jadi kalian dulunya adalah teman sekolah," sahut Claudia.
Ida Ayu dan Darius tersenyum. Ida Ayu mulai ada kesempatan untuk masuk dalam lingkaran mereka. Sampai akhirnya Ida Ayu pun ikut bersama dengan Claudia dan Darius berkeliling wisata di pulau Bali.
"Nah, banyak tempat-tempat yang indah di pulau Bali ini kak! Kalian harus mengunjungi wisata tanah lot. Kalian pasti suka kalau sudah ke sana," ucap Ida Ayu seperti seorang guide.
"Kak Darius ingin berenang ke pantai, Ida! Kamu bisa renang kah? Nanti kita berenang di pantai bersama yah," sahut Claudia. Darius seperti sangat canggung dengan kehadiran Ida Ayu di antara mereka. Padahal ini acara adalah bulan madu antara dirinya dengan istrinya. Tetapi kenapa harus ada Ida Ayu yang seolah merusak keintiman antara dirinya dengan Claudia.
"Nah, mari biar aku foto kalian berdua. Sedikit mesra dong biar terlihat romantis," ucap Ida Ayu sambil mengarahkan gaya pada Darius dan Claudia. Darius semakin sengaja memeluk bahkan mencium Claudia. Tentu saja didalam hati Ida Ayu terasa terbakar api cemburu.
__ADS_1
"Sialan! Awas saja setelah ini. Kalau ada kesempatan, akan aku buat istri kamu jadi cemburu dengan ku," batin Ida Ayu sambil memfoto mereka berdua.