
Malam hari nya saat suasana kampus fakultas dan jurusan sastra sudah sepi, Lily bersama dengan kelompok genk nya sudah bereaksi menempel poster dengan wajah Claudia yang turun dari mobil mewah. Beberapa foto menunjukkan bahwa Claudia seperti habis berkencan dengan pria. Di sana juga ditulis secara besar-besaran bahwa seorang mahasiswa di jurusan sastra di kampus bergengsi itu ada yang menjadi seorang wanita penghibur. Dia menjual tubuh nya demi memenuhi gaya hidup yang mewah dan glamor. Tulisan itu yang menyudutkan wajah Claudia, sebagai wanita penghibur atau wanita malam. Tujuannya adalah supaya Claudia bisa dikenakan sanksi atau dikeluarkan dari kampus.
"Hem, aku sudah tidak sabar melihat wajah panik, ketakutan, sedih dari Claudia besok pagi. Semua mahasiswa di fakultas ini akan memandang rendah bahkan jijik dengan Claudia. Apalagi Galang yang selalu berusaha mendekati Claudia," ucap Lily.
"Aku juga sudah tidak sabar, melihat kelebihan besok pagi," sahut Ana.
"Hem, tapi apakah tindakan kita ini tidak terlalu keterlaluan dan jahat sih?" kata Ratna.Lily menyipitkan bola matanya tertuju pada Ratna.
"Kenapa? Kamu kasihan dengan Claudia? Kamu sebenarnya diam-diam memihak dengan Claudia yah?" tuduh Lily. Ratna melongo, ada rasa takut jika Lily mulai membenci dirinya. Itu bisa seluruh anggota genk itu ikutan membenci Ratna.
"Eh, tidak kok!" sahut Ratna menciut saat Lily menatap tajam ke arahnya.
"Kamu kalau jadi orang pengecut, lebih baik tidak usah gabung di genk kita ini!" ucap Lily.
"Eh, tidak kok!" sahut Ratna.
"Hem, sudah-sudah! Ayo kita cabut dari tempat ini! Sebelum ada yang melihat kita," ajak Ana.
Semua cewek-cewek itu akhirnya bergegas meninggalkan tempat itu. Mereka masuk ke dalam mobil milik Lily.
"Kalian mau bermalam di rumahku atau pulang ke rumah masing-masing?" tawar Lily.
"Hem, maaf Lily! Kami pulang saja dulu yah! Weekend kita bisa kembali nongkrong bersama," sahut Ana.
"Baiklah! Weekend aku akan mengajak kalian ke puncak villa milik orang tua ku. Aku akan mengajak Galang juga," kata Lily.
"Wah keren! Kita liburan di villa nih. Aku boleh ajak Jaka gak?" tanya Ana.
__ADS_1
"Di mana ada Galang, pasti ada Jaka! Mereka berdua kawan yang tidak bisa dipisahkan seperti kita ini," sahut Lily.
"Hehehe, iya benar!" ucap Ana.
*****
Di rumah kediaman tuan Darius, tepatnya di ruang makan.
"Bagaimana keadaan kaki kamu? Sepertinya tidak ada masalah lagi saat kamu berjalan," kata Darius.
"Seperti yang tuan lihat!" sahut Claudia.
"Tadi pagi nasi goreng nya lumayan enak. Besok pagi bisa buatkan nasi goreng seperti tadi pagi tidak?" ucap Darius. Claudia melebarkan matanya melihat ke arah Darius.
"Hem, nasi goreng yah?! Bagaimana kalau saya ganti dengan mie goreng saja," Claudia mencoba menawarkan menu baru.
"Hem, mie goreng?! Baiklah! Aku besok pagi akan mencicipi hasil masakan kamu, mie goreng," kata Darius.
"Enak yah?" tanya Darius saat melihat Claudia beberapa kali nambah iga bakar nya.
"Heem, enak pakai banget!" sahut Claudia sambil mengunyah iga bakar nya. Darius tersenyum melihat Claudia yang sangat berselera makan malam kali ini.
"Tuan muda tidak mau tambah lagi?" tanya Claudia yang menjadi tidak enak dipandangi terus-terusan oleh Darius saat makan.
"Aku tidak terbiasa makan malam terlalu banyak. Itu bisa bikin gendut," jawab Darius.
"Tapi tuan muda bahkan sangat bagus badan nya, tidak terlalu gendut kok," ucap Claudia.
__ADS_1
"Itu karena aku selalu menjaga pola makan ku," kata Darius.
"Hem, orang kaya selalu mikir kalau mau makan. Takut gemuk. Kalau orang miskin selalu mikir, bagaimana caranya bisa makan setiap harinya," gumam Claudia. Darius tersenyum mendengar suara pelan Claudia.
"Hem, aku juga harus menjaga penampilan ku kan?" ucap Darius.
"Tuan Darius sudah tampan alami. Pantas saja cewek-cewek saat melihat tuan Darius rasanya ingin memiliki tuan Darius," gumam Claudia.
"Jadi, kamu merasa beruntung bukan? Bisa kenal aku secara dekat? Bahkan bisa menjadi istri kontrak ku? Walaupun hanya selama satu tahun. Dan setelah satu tahun, kamu di depak dari kehidupan ku. Kamu tahu? Aku mudah bosan orangnya. Lebih baik seperti ini saja aku menjalani kehilangan ku," kata Darius.
"Tidakkah, tuan Darius tidak pernah merasakan jatuh cinta itu sendiri?" tanya Claudia hati-hati.
"Aku rasa, jika aku mengucapkan kata I love you atau I miss you saat di atas tempat tidur, itu hanya sebagai pemanis saja. Supaya partner ku semakin bersemangat di atas tempat tidur saat permainan. Setelah itu seperti saat ini. Aku biasa-biasa saja," terang Darius.
"Jadi seperti itu?" sahut Claudia.
"Jadi jaga hati kamu! Jangan sampai kamu. jatuh cinta dengan aku yah? Takut nya kamu karena terbiasa dengan aku, kamu menjadi jatuh cinta dengan aku. Lalu saat satu tahun saatnya kita berpisah, kamu menangis darah karena kehilangan aku," kata Darius.
"Itu tidak akan terjadi, tuan! Aku sudah siap saat itu terjadi. Kebebasan dari jeratan tuan Darius," sahut Claudia.
"Hahaha, bagus itu! Ayo kita naik ke atas! Kamu tahu bukan? Tugas apa yang harus kamu lakukan setelah acara makan malam?" ucap Darius. Claudia sudah paham tugas apa yang akan ia lakukan setelah acara makan malam bersama dengan suaminya itu.
Darius menarik lengan Claudia dan mengajaknya naik ke lantai atas menuju ke kamar utama mereka.
"Tuan Darius! Tidak boleh kah malam ini saya libur dulu? Ada tugas dari dosen yang belum saya kerjakan malam ini," ucap Claudia beralasan.
"Tidak ada penawaran lagi! Ini sudah tugas kamu! Setelah kamu menyelesaikan tugas kamu, silahkan jika kamu mau mengerjakan tugas kuliah kamu. Bahkan aku tidak pernah melarang kamu melanjutkan kuliah kamu. Karena dari pagi hingga sore, aku pun disibukkan dengan aktivitas ku di perusahaan. Jika kamu beruntung, aku pun akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota maupun luar negeri. Tapi jangan khawatir, aku akan mengajak kamu nanti. Supaya kamu bisa jalan-jalan di luar kota maupun luar negeri saat aku melakukan perjalanan bisnis nanti. Orang-orang ku yang akan menemani kamu nanti," terang Darius.
__ADS_1
Claudia diam dan mulai memikirkan cara supaya dirinya bisa secepatnya membuat Darius cukup puas dengan satu kali permainan saja tanpa harus minta tambah lagi yang bisa menghabiskan malam panjang hari ini.
"Ayo, lakukan tugas kamu malam ini!" perintah Darius dengan senyuman lebarnya, menatap Claudia yang sudah kembali gugup seperti biasanya jika harus hendak menunaikan kewajiban nya.