ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN

ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN
BAB 35


__ADS_3

"Di sini rumah tinggal ku, om!" ucap Alex. Ryan menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah itu. Pintu samping itu terbuka lalu Alex turun dari dalam mobil itu.


"Oke, Alex! Om langsung saja yah!?" kata Darius.


"Loh, tidak masuk dulu ke dalam, om!? Padahal aku mau mengenalkan om Darius dengan mommy ku. Mommy ku cantik loh om. Tidak kalah seperti artis yang ada di televisi itu," ucap Alex. Ryan dan Darius saling berpandangan.


"Hem, mungkin lain kali saja yah, nak!? Om, ada urusan kerjaan," ucap Darius.


"Hem baiklah! Mungkin belum rejekinya mommy ku bertemu dan berkenalan dengan om ganteng," sahut Alex. Alex menutup pintu mobilnya dengan kecewa. Tapi Alex sangat senang bisa diantar oleh Darius, idolanya.


Saat Alex masuk ke rumah nenek kakeknya menghambur memeluk nya. Alex menjadi kaget karena nenek dan kakek nya mengira kalau dirinya diculik orang. Sedangkan Claudia saat ini sedang mencari Alex. Bisa dibayangkan betapa paniknya Claudia karena belum menemukan Alex.


"Nenek, kakek, aku baik-baik saja! Di mana mommy?" ucap Alex.


"Mommy kamu sedang mencari kamu, sayang? " ucap kakek Gugun.


"Astaga! Kasihan mommy ku, pasti sekarang lagi sibuk mencari ku. Nenek, kakek kita harus menghubungi mommy kalau aku sudah pulang ke rumah," kata Alex.


"Iya, nak! Ayo sekarang kamu makan dulu sayang," ucap nenek Hindun.


"Oh iya, nenek, kakek, tadi aku diantar oleh om ganteng lagi. Terus dibelikan es krim," kata Alex.


"Benarkah?" sahut nenek Hindun.


"Habis mommy tidak datang-datang menjemput ku sih, jadi saat om ganteng itu lewat dan mengajakku ikut dan menawarkan aku mau diantar ke rumah, aku mau saja nek, kek! Soalnya di sekolah sudah sepi. Aku takut kalau diculik," cerita Alex.


"Oh, ya sudah! Ayo, selesaikan makan kamu, sayang! Setelah itu mandi dan ganti baju," ucap nenek Hindun.


"Iya, nenek!" sahut Alex dengan suara cempreng nya.

__ADS_1


*****


"Lain kali siapapun itu yang mengajak kamu pulang bersama dan menawarkan mau mengantarkan kamu pulang ke rumah, jangan kamu ladeni. Kamu harus menolak nya! Alex! Dengarkan kalau mommy bicara!" kata Claudia yang kini sudah pulang ke rumah. Alex menunduk kepalanya saat Claudia marah dengan Alex.


"Tapi, mommy! Orang yang mengantarkan aku pulang ke rumah adalah om ganteng kok. Sayang sekali mommy tidak ketemu dengan nya. Padahal aku mau mengenalkan mommy dengan om itu," kata Alex. Claudia mengerutkan dahinya saat Alex mengatakan kalau Darius lah yang mengantarkan Alex pulang.


"Pokoknya siapapun itu, kamu tidak boleh pulang dengan siapapun. Kamu harus menunggu mommy sampai menjemput kamu," kata Claudia.


"Mommy, jahat! Om ganteng itu sudah baik sekali dengan ku, malah mommy seperti itu loh! Bahkan dulu om ganteng itu sudah membelikan mainan mobil-mobilan padaku," ucap Alex.


"Halah hanya mainan mobil-mobilan saja dibanggakan. Kalau berani membelikan mobil yang asli dong!" gumam Claudia pelan. Alex tentu mendengar nya.


"Mommy sudah memiliki banyak mobil kan? Kenapa serakah sekali sih?" sahut Alex. Claudia melebar matanya dengan sempurna.


"Eh??" Claudia kaget. Dia tidak mau ribut dengan putra nya. Kalau soal adu mulut, Alex pasti yang menang. Akhirnya Claudia menyingkir pergi meninggalkan Alex main sendiri di kamar nya.


"Jangan terlalu keras dengan Alex, Claudia! Dia terkadang hanya ingin melihat mommy nya bahagia," ucap nenek Hindun saat Claudia sudah keluar dari dalam kamar Alex.


"Benar! Tapi Alex sangat cerdas anaknya. Jangan khawatir kalau soal itu. Cucuku itu pasti bisa menilai mana yang baik dan jahat," ucap nenek Hindun.


"Huh, baiklah nek! Saya ke kamar dulu, nek! Titip Alex," kata Claudia. Nenek Hindun kini masuk ke kamar Alex dan ikut menemani Alex bermain di dalam kamarnya.


*****


"Kak Galang, seandainya kamu masih hidup! Kamulah yang pasti melindungi ku. Bahkan mungkin kamu tidak akan membiarkan aku dan juga Alex bertemu dengan pria itu. Pria yang sudah menyakiti aku. Namun tapi kenapa disaat namanya disebut anak ku, hatiku kembali bergetar. Bahkan saat itu aku melihat wajahnya, rasa rindu kembali membuncah. Galang, maaf jika aku masih tidak bisa menghapus pria itu di hatiku," gumam Claudia sambil menatap pantulan bayangan nya di dalam cermin di depannya.


*****


Di mansion pribadi Darius.

__ADS_1


"Darius," ucap Vita seraya memeluk Darius dari belakang.


"Hem, ada apa Vita!?" ucap Darius yang masih fokus dengan Kerjaannya. Darius masih berkutat di depan laptop nya. Dia terlihat sibuk walaupun sudah kembali di rumahnya. Vita menjadi geregetan dengan tingkah cuek Darius kepada nya.


"Darius, aku hamil," ucap Vita akhirnya.


"Oh, baguslah! Jadi Salma akan mendapatkan adik dong," sahut Darius. Vita tambah gemas saat melihat reaksi Darius yang seperti nya menanggapi kehamilan nya itu biasa-biasa saja.


"Darius, kok kamu seperti itu sih? Kamu tidak senang yah kalau aku hamil lagi anak kamu?" ucap Vita. Kini tangannya sudah meraba-raba bagian dada Darius.Tapi Darius masih tidak beraksi.


"Aku sedang fokus, Vita! Aku senang kok kamu hamil lagi," kata Darius.


"Tapi sikap kamu seperti kurang senang begitu," sahut Vita dengan merengek manja.


"Aku sangat senang, Vita. Tapi kamu lihat sendiri bukan?Kalau aku sedang sibuk meneliti laporan dari Ryan soal keuangan perusahaan," ucap Vita.


"Huh, sebel deh!" ucap Vita. Vita merajuk lalu meninggalkan Darius yang masih sibuk di depan laptop nya. Vita kini ke kamar utamanya meninggalkan ruangan kerja Darius yang letaknya terhubung dengan kamar utama mereka. Vita kini mengambil ponselnya lalu menghubungi Leon.


"Leon, aku ingin bertemu dengan kamu," tulis Vita melalui pesan WA.


"Baiklah, aku tunggu kamu di depan kafe sedap malam," balas Leon.


"Hem, oke tunggu aku di sana!" tulis Vita melalui pesan WA nya.


Vita mengganti pakaian nya dan sedikit berdandan. Lalu mulai keluar rumah tanpa pamit pada Darius yang berada di ruangan kerjanya. Namun Darius mengamati gerak-gerik Vita melalui CCTV-nya yang dihubungkan dengan layar laptop nya. Darius tersenyum sinis saat mendapati istrinya itu keluar rumah tanpa ijin darinya. Darius menghubungi Ryan dan memerintahkan sesuatu padanya.


"Ryan, kamu ikuti istriku yang saat ini keluar mansion. Saat ini dia sedang mengarah ke kafe sedap malam. Pastikan kamu mendapatkan informasi penting soal ini. Jangan lupa, ambil bukti foto kebersamaan mereka. Jangan lewatkan setiap kejadian dari pertemuan mereka," ucap Darius memerintah Ryan.


"Siap tuan muda!" sahut Ryan diseberang sana.

__ADS_1


Benar, selama ini Ryan telah menemukan bukti-bukti perselingkuhan Vita bersama dengan Leon, mantan pacarnya. Sebenarnya mereka masih selalu berhubungan dan sering bertemu. Kekasih Vita sejak dirinya diluar negeri mengembangkan karirnya sebagai model. Ternyata sampai sekarang mereka masih sering bertemu. Hingga Ryan menyimpulkan bahwa Salma atau putri kecil Darius bukanlah darah daging dari Darius. Melainkan hasil hubungan perselingkuhan nya Vita dengan Leon.


"Mungkin saja kehamilan Vita yang kedua ini bukanlah anakku. Aku harus melakukan tes DNA. Apakah Salma benar-benar anak kandung ku atau bukan? Dan kehamilan Vita sekarang ini, apakah karena pria bule itu?" gumam Darius.


__ADS_2