
Saat pagi tiba, keduanya masih di balik selimut tebal dan masih polos saling berpelukan erat. Darius seperti enggan melepaskan Claudia. Saat keduanya saling berpandangan, Darius mencium kening Claudia.
"Selamat pagi, cinta?!" ucap Darius.
"Cinta?" sahut Claudia seraya mengernyitkan dahinya. Darius tersenyum lebar saat mendapati Claudia memperlihatkan wajah imutnya.
"Mulai sekarang, kamu adalah cinta ku," sahut Darius Tanpa ragu.
"Eh, em bagaimana dengan non Vita, tunangan kak Darius? Lagipula bukannya kita sudah tidak ada keterikatan hubungan kontrak lagi?" ucap Claudia.
"Setelah aku mengetahui kalau Vita sudah mengkhianati aku, aku akan memutuskan semuanya. Aku akan menggagalkan pertunangan ku dengan Vita. Aku akan menjadikan kamu tunangan ku dan kita akan segera menikah secara besar-besaran. Dan ini bukan lagi permainan dan bersifat sementara. Aku akan mengumumkan bahwasanya kamulah pengantinku dan istriku," kata Darius serius.
"Tapi kak!?" sahut Claudia.
"Tidak ada tapi-tapian. Bukankah kamu juga menyukai ku bukan?" kata Darius. Darius kembali memeluk tubuh Claudia. Namun Claudia berusaha melepaskan pelukan itu.
"Maaf, kak! Aku harus segera mandi karena ada kuliah pagi ini," ucap Claudia.
"Baiklah, bersiap-siaplah! Aku akan mengantarkan kamu ke kampus," kata Darius seraya melepaskan pelukan nya.
*****
"Galang?!" ucap Claudia saat melihat Galang sudah duduk di depan teras rumahnya. Bahkan penampilan nya seperti belum mandi dan kucel. Darius memperhatikan pria itu yang menatap dirinya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Pria brengsek!" ucap Galang sambil melayang nya pikulan ke arah muka Darius. Namun dengan cepat Darius menangkis nya bahkan tangan yang digunakan untuk memukul dirinya kini diplintir lalu Darius dengan mudah bisa membekukan Galang.
"Ada masalah apa dengan ku, bung? Tiba-tiba saja memukul ku?" kata Darius.
"Kurang ajar! Lepaskan tanganku!" ucap Galang dengan suara keras.
"Awas kamu, kalau macam-macam lagi dengan ku! Bahkan kamu bukan tandingan ku!" kata Darius. Galang mendengus kesal. Lalu menatap tajam ke arah Claudia.
"Claudia, bukankah kamu sudah disakiti oleh pria ini. Kenapa kamu dengan mudah nya menerima dia kembali. Bahkan kamu semalam tidur dengan pria ini. Apakah kamu sudah tidak mempunyai harga diri lagi? Lagi pula kamu sudah berjanji akan menikah dengan ku. Kenapa kamu berubah pikiran, hah?" ucap Galang.
Claudia benar-benar menjadi bimbang. Sedangkan dia sudah menyanggupi ajakan menikah dengan Galang karena dirinya saat ini sedang hamil. Sedangkan kehamilannya ini masih ia rahasia kan terhadap Darius. Kini Darius melihat ke arah Claudia dan Galang secara bergantian.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan memberikan kesempatan pada kamu, Claudia! Kamu harus segera memutuskan akan menikah dengan siapa. Aku atau pria brengsek yang sudah menyakiti kamu. Bahkan dia datang dan kembali kepada mu di saat dia sedang patah hati dan sakit hati dengan tunangan nya," kata Galang. Galang segera meninggalkan kedua orang itu. Darius tersenyum saat melihat Galang pergi dari rumah itu.
*****
Darius menghentikan mobilnya di depan gerbang fakultas. Namun di sana sudah berdiri menunggu seorang wanita cantik dan seksi bak seorang model. Dia adalah Vita, tunangan Darius. Claudia tentu saja sangat terkejut saat melihat Vita, tunangan Darius itu sudah berdiri di depan gerbang kampus nya. Claudia menatap Darius yang juga terkejut saat melihat Vita ada di sana.
"Darius, sayang! Maafkan aku sayang! Aku ingin bicara dengan mu, sayang! Semua yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan, sayang! Aku mohon, sayang!" ucap Vita seraya menunduk dan memeluk ke dua kaki Darius.
Vita sengaja memohon dengan cara seperti itu supaya Darius mau memaafkan dirinya. Sedangkan Claudia yang melihat semua itu, segera berlari meninggalkan pasangan kekasih yang sudah bertunangan itu. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi melihat peristiwa itu. Bahkan melihat Claudia juga turun dari mobil mewah milik Darius. Kembali desas desus pun terdengar. Bahkan kembali. gosip mulai deras diperbincangkan.
"Dasar wanita murahan! Laki-laki yang sudah bertunangan itu bahkan diganggu dan digoda nya. Kasihan wanita yang menjadi tunangan nya itu," kata salah satu mahasiswi yang melihat kejadian itu.
__ADS_1
"Benar! Dia wanita perebut laki-laki yang sudah memiliki kekasih. Dasar tidak tahu malu!" sahut salah satu mahasiswi yang lain.
"Claudia yah?? Memang dia dikenal cewek malam yang suka jualan, kok! Pelacur, tetaplah pelacur!" sahut mahasiswi yang lain lagi.
Galang, bukan tidak mengetahui nya, dengan semua peristiwa dan kehebohan di kampus itu. Galang tentu memperhatikan saat Claudia sudah berkaca-kaca kedua matanya saat melihat ada Vita, sang tunangan Darius itu. Galang segera mengejar Claudia yang menjauhi kerumunan itu. Bahkan Galang kembali menyelematkan Claudia dari suara-suara sumbang yang kembali menyudutkan dirinya.
Galang menarik tangan Claudia masuk ke dalam mobilnya. Claudia yang bingung sambil terisak tidak bisa menolak Galang untuk meninggalkan kampus itu.
"Sekarang lebih baik hari ini kamu tidak usah kuliah dulu," ucap Galang. Claudia mengusap air matanya yang jatuh.
"Aku akan mengantarkan kamu ke rumah! Jangan sedih Claudia! Ingat, saat ini kamu sedang mengandung," kata Galang.
"Seharusnya aku mendengar semua kata-kata mu, Galang! Seharusnya aku tidak perlu mempercayai pria itu. Bahkan saat tunangan nya kembali datang meminta maaf kepada nya, Darius kembali memeluknya," ucap Claudia dengan menangis tersedu-sedu.
"Aku tidak mau tinggal di kota ini lagi, Galang! Bawa pergi aku jauh dari kota ini! Aku tidak mau ketemu lagi dengan pria itu. Di akan sewaktu-waktu datang ke rumah itu dan akan kembali mengganggu ku. Bahkan merayu ku. Jelas-jelas Darius masih memaafkan Vita tunangan nya. Bahkan tadi mereka saling berpelukan. Hatiku sakit, Galang. Pria itu selalu saja mempermainkan aku," ucap Claudia panjang lebar.
"Kalau kamu tahu. Bahkan aku juga lebih sakit hati jika menyadari bahwasanya kamu mencintai pria itu. Beberapa kali kamu disakiti oleh pria itu, masih saja menerima dia datang kepada mu. Bahkan tadi malam, kalian menghabiskan malam panjang bersama. Aku tahu itu, Claudia! Bahkan tanda cinta itu membekas di leher kamu. Huh,"batin Galang seraya menjalankan mobilnya.
"Galang! Kamu mau kan, menikahi aku dan membawaku menjauh dari pria itu! Mulai sekarang aku berjanji, tidak akan berhubungan dengan pria itu. Aku hanya akan menganggap kamu sebagai suamiku ketika kamu sudah menikahi aku," ucap Claudia.
"Aku minta maaf, Galang! Aku telah salah dan selalu menyakiti kamu. Aku menyesal Galang! Apakah kamu masih mau maafkan aku dan menikahi aku? Apakah kamu juga masih mau membesarkan anakku seperti anak mu juga?" kata Claudia. Galang menghentikan mobilnya di pinggir jalanan sepi. Galang segera memeluk Claudia.
"Aku selalu memaafkan kamu, Claudia sayang! Aku akan menikahi kamu sayang? Karena aku sangat sangat mencintai kamu. Dan anakmu akan menjadi anakku juga," ucap Galang seraya mengusap punggung Claudia dengan penuh kelembutan.
__ADS_1