
"Aku pikir kamu tidak akan punya nyali untuk menghadiri acara pertunangan ku. Ternyata kamu cukup berani, Claudia. Bahkan kamu datang bersama dengan seorang pria. Benar-benar hebat! Lepas dari aku kamu dengan cepat menemukan pengganti ku," ucap Darius.
"Eh? Em, aku?!" sahut Claudia.
Darius semakin mengetatkan pelukan nya. Hingga diantara mereka benar-benar dekat. Claudia berusaha membuang muka, namun semakin Claudia enggan menatap Darius, Darius semakin menguatkan pelukan di pinggang Claudia. Alunan musik slow masih diputar. Bahkan beberapa pasangan dari tamu-tamu yang hadir pun ikut berdansa. Cukup lama, Darius berdansa dengan Claudia. Hingga Vita selalu memperhatikan ke arah nya.
"Bukankah wanita itu salah satu pelayan di. rumah Darius? Kenapa mereka seperti nya sangat dekat. Apakah ada sesuatu diantara mereka," pikir Vita. Galang pun tidak lepas melihat ke arah Vita yang terlihat cemberut karena Darius belum juga menyudahi dansa nya bersama dengan Claudia.
"Apa yang anda pikirkan, nona?" tanya Galang.
"Hem, siapa wanita itu? Kenapa sangat dekat sekali dengan Darius?" sahut Vita.
"Dia calon istriku! Apakah cantik?" jawab Galang dengan ekspresi penuh kebanggaan.
"Oh, kalau begitu berhati-hati lah! Kelihatannya calon istri kamu itu tertarik dengan calon suami ku," kata Vita.
Vita segera menyudahi dansa nya dengan Galang. Dengan cepat, Vita menghampiri Darius tanpa ragu.
__ADS_1
"Darius!" ucap Vita seraya menarik tangan Darius hingga tangan itu lepas lepas memeluk pinggang Claudia. Claudia segera ditarik juga oleh Galang dan kembali melanjutkan berdansa. Tentu saja Galang tidak ingin wanita yang dia cintai nya itu mendapatkan malu karena sikap Vita. Lalu dengan cuek Galang berdansa memeluk Claudia seperti selayaknya sepasang kekasih.
"Sial! Dia sengaja membakar hati ku!" pikir Darius.
"Eh, apakah aku cemburu? Tidak, tidak, itu tidak mungkin!" pikir Darius. Vita terlihat manyun bibir nya melihat kekasih nya diam-diam memperhatikan Claudia.
"Sebenarnya ada apa sih? Kenapa Darius terlihat perhatian dengan wanita itu yang kata nya adalah calon istri dari pria itu," batin Vita.
*****
Keduanya kini sedang berada di bathtub dan berendam bersama dengan air hangat. Mereka masih membicarakan pesta pertunangan mereka yang terbilang sangat mewah dan megah. Acaranya berjalan dengan lancar. Namun ada yang mengganjal di hati Vita, saat acara pesta dansa. Di mana di sana ada Claudia yang seperti nya bisa mengancam posisi nya sebagai istri Darius.
"Kamu senang sayang? Acara pertunangan kita tadi?" tanya Darius seraya menyelipkan rambut Vita yang basah ke belakang telinga.
"Senang, dong sayang! Tapi boleh kah aku bertanya satu hal pada kamu?" tanya Vita. Darius menyipitkan bola matanya.
"Kamu mau tanya apa, baby?" sahut Darius.
__ADS_1
"Hem, wanita yang berdansa dengan kamu tadi, bukannya salah satu pelayan di mansion kamu? Kata pria yang datang bersama dengan wanita itu mengatakan, kalau wanita itu adalah calon istrinya," kata Vita. Darius melebar matanya.
"Hem, benar dia dulu pernah bekerja di mansion ku. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Kenapa?" tanya Darius.
"Tidak, tidak sayang! Aku hanya cemburu saja saat kamu memeluk nya di saat dansa tadi malam," jawab Vita dengan bibir yang manyun.
"Hahaha, kamu cemburu yah? Itu artinya kamu benar-benar mencintai aku dan takut kehilangan aku, sayang!" sahut Darius.
"Benar! Aku sangat takut jika kamu berpaling dari aku. Aku takut jika kita gagal menikah, sayang!" kata Vita.
"Itu tidak akan mungkin, baby! Kecuali kamu yang berulah dan mengkhianati aku," sahut Darius. Kalimat itu sukses membuat jantung Vita seperti terkena panah.
"No, itu jelas tidak mungkin aku lakukan sayang! Aku mencintaimu lebih dari apapun itu," sahut Vita.
"Oh ho?! Benarkah?" ucap Darius.
Vita berinisiatif memainkan peranan nya. Membuat senang Darius itulah tujuan Vita. Supaya Darius selalu menjadikan Vita sebagai candu bagi nya.
__ADS_1