
Lima tahun kemudian.
Seorang ibu muda sedang menggandeng seorang putra nya. Mereka saat ini sedang berada di pusat perbelanjaan di ibu kota. Ibu muda itu tidak lepas menggandeng putra nya. Namun saat mereka melewati suatu tempat yang menjual berbagai jenis mainan, putra yang digandeng ibu muda itu melepaskan gandengan tangannya dan berlari di tempat yang menjual berbagai jenis mainan itu.
"Alex, jangan lari, sayang! Awas!!" teriak ibu itu lumayan keras. Namun anak laki-laki yang berusia sekitar empat tahun itu tetap berlari tanpa mendengarkan teriakan ibu nya.
"Astaga, Alex!? Dia kalau sudah melihat mobil-mobilan dan pesawat jadi bersemangat," gumam ibu muda itu.
Namun saat ibu muda itu mendekati putranya dan menyusul putra nya itu, Alex sedang bersama seorang pria dewasa. Ibu muda itu menghentikan langkahnya dan berdiri mematung melihat putra nya saat ini sedang bersama dengan pria dewasa itu. Yang membuat ibu muda itu menghentikan langkah nya karena pria dewasa itu wajahnya sangat dikenalinya.
"Tuan Darius?" gumam ibu muda itu yang tidak lain adalah Claudia.
Benar, Alex adalah putra Claudia yang saat ini berusia kurang lebih empat tahun. Claudia masih berdiri mematung menatap Alex putra nya itu sedang berbicara dengan Darius. Claudia berusaha tidak memperlihatkan batang hidungnya supaya Darius tidak mengetahui keberadaan dirinya.
"Mau mainan ini,..." ucap Alex sambil menunjukkan ke mainan mobil-mobilan berwarna putih.
"Mau mobil ini yah, sayang?!" ucap Darius seraya memposisikan berjongkok supaya sama tinggi nya dengan Alex. Darius mengambilkan mobil yang ditunjuk Alex lalu memberikannya pada anak laki-laki itu.
"Iya, om! Bagus mobilnya," ucap Alex dengan mata bersinar.
"Hem, kamu ke sini dengan siapa, sayang?" tanya Darius.
"Saya mommy, om! Eh, dimana mommy ku yah, om?" sahut Alex seraya celingukan mencari keberadaan mommy nya. Namun Alex belum melihat Claudia yang saat ini bersembunyi tidak jauh dari tempat itu.
Darius kebingungan. Namun dia mengajak Alex masuk ke toko mainan itu lalu membayar mainan yang dibawa oleh Alex.
"Loh, darling! Kamu sama siapa? Anaknya siapa itu?" tanya seorang ibu muda yang saat ini juga bersama dengan seorang anak kecil dengan jenis kelamin wanita.
"Entahlah, mommy nya mungkin sedang ke toilet. Anak ini ingin mainan. Biar aku bayar mainan nya dulu," kata Darius.
Alex memperhatikan anak kecil perempuan yang sebaya dengan dirinya. Dia adalah putri nya Darius bersama dengan Vita. Setelah membayar mainan mobil-mobilan yang kini sudah dipegang oleh Alex, Darius bersama Vita serta putri nya meninggalkan toko tersebut. Namun sebelum dirinya meninggalkan Alex, Darius berpesan pada penjaga toko untuk menjaga Alex, sampai mommy nya datang mencarinya.
"Alex, kamu tunggu saja di sini yah! Mommy kamu pasti mencari kamu ke toko mainan ini. Oke?" ucap Darius.
__ADS_1
"Oke, om! Tapi bagaimana aku menghubungi, om ganteng untuk mengganti uang mainan ini? Bagaimana kalau om juga ikut menunggu sampai mommy ku datang ke toko ini?" kata Alex. Darius terkekeh mendengar ucapan Alex.
"Tidak, tidak! Om, sudah membelikan mainan itu pada kamu, nak. Oh iya, siapa nama kamu?" ucap Darius.
"Aku Alex, om! Om nama nya siapa?" sahut Alex.
"Panggil saja, om Darius," kata Darius.
"Darius sayang! Ayo dong, cepetan! Di rumah daddy dan mommy sudah menunggu kita," ucap Vita.
"Sebentar, Vita sayang!" sahut Darius.
"Alex, om harus pulang! Kamu jangan pergi kemana-mana yah, nak sampai mommy kamu datang ke mari lagi. Oke?" kata Darius.
"Oke, siap om Darius ganteng!" sahut Alex sambil memeluk mainan mobil-mobilan nya.
Darius dengan langkah lebarnya mengejar istri dan putri kecilnya. Darius tersenyum saja saat berkenalan dengan Alex. Dirinya merasa seperti sangat dekat dengan Alex.
"Anak laki-laki itu sangat manis dan cerdas sekali. Wajahnya seperti wanita yang dulu pernah dekat dengan ku... tapi siapa?? aku lupa," pikir Darius. Saat ini Darius menggendong putri kecilnya yang usianya lebih muda dari pada Alex. Mungkin hanya beda satu tahun saja.
*****
"Mommy kemana saja sih? Aku sampai kebingungan mencari mommy!" ucap Alex.
"Hem eh em mommy tadi ke toilet. Tiba-tiba perut mommy sakit," jawab Claudia bohong.
"Tuh, benar kan kalau mommy ke toilet," sahut Alex.
"Alex, itu mainan punya siapa?" tanya Claudia.
"Ini tadi ada om ganteng bernama om Darius membelikan nya untuk ku. Dia baik sekali, mom! Seandainya saja aku punya daddy seperti om Darius tadi. Wah, aku bakalan senang sekali," ucap Alex. Claudia mengerutkan dahinya mendengar ucapan putra nya.
"Daddy kamu daddy Galang. Sampai kapan pun kamu tetap putra nya daddy Galang," sahut Claudia.
__ADS_1
"Daddy sudah meninggal dunia, mom! Aku akan mencarikan mommy ayah baru. Aku mau daddy baru, mommy!" ucap Alex.
"Huh, ayo sudah jangan ngelantur. Kakek dan nenek kamu sudah menunggu di rumah," kata Claudia sambil menarik tangan Alex meninggalkan mall itu.
*****
"Alex, ayo dihabiskan makanan nya!" ucap nenek Hindun.
"Ayo, Alex cepat habiskan makan nya! Nanti kakek akan mengajak kamu belajar naik kuda," sahut kakek Gugun.
"Benarkah, kek? Hore?! Mommy, aku akan berlatih naik kuda!" ucap Alex berbinar matanya.
Claudia beserta ibu Hindun serta pak Gugun tersenyum saja melihat Alex yang sangat senang jika belajar naik kuda.
Nenek Hindun dan kakek Gugun ini adalah ayah dan ibu nya Galang. Setelah Galang meninggal dunia, mereka memboyong Claudia beserta Alex ke mansion pribadinya. Betapa kepergian Galang di dunia ini membuat kedukaan bagi orang tua Galang. Memang sudah lama Galang memiliki penyakit yang serius. Dan hanya orang tua Galang saja yang mengetahui nya. Bahkan ketika Galang memutuskan untuk menikahi Claudia, orang tua Galang tidak melarang dan menentangnya. Ibu Hindun dan pak Gugun ingin melihat putra nya bahagia dengan wanita pilihan nya. Mengingat usia Galang yang diperkirakan oleh dokter hanya sebentar.
Namun saat Galang menikah bersama dengan Claudia. Galang bisa memiliki umur yang lebih panjang dari perkiraan dokter. Walaupun pada akhirnya, penyakit yang diderita Galang sudah parah.
Satu tahun ini, Galang sudah meninggal dunia. Dan selama satu tahun ini Claudia dan Alex tinggal bersama dengan nenek Hindun dan kakek Gugun.
"Claudia! Kamu juga harus makan yang banyak, sayang!" ucap nenek Hindun.
"Iya, bu!" sahut Claudia.
"Nenek, kakek! Boleh gak sih, kalau Alex punya daddy baru lagi? Aku akan mencarikan mommy daddy baru yang ganteng seperti om Darius yang tadi membelikan mainan mobil-mobilan di mall," ucap Alex.
Nenek Hindun dan juga Kakek Gugun saling berpandangan lalu keduanya sama-sama melihat ke arah menantunya, Claudia. Claudia hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hem, boleh saja! Kalau mommy kamu ingin menikah lagi. Lagipula mommy kamu juga masih sangat muda untuk menikah kembali," sahut kakek Gugun.
"Kakek?!" gumam Claudia.
"Aku tidak akan menikah lagi, kek!" sahut Claudia.
__ADS_1
"Jangan seperti itu, Claudia! Kamu juga berhak bahagia dan perlu seseorang yang memperhatikan dan menyayangi kamu," kata nenek Hindun. Claudia hanya diam menundukkan kepalanya.