
"Sekarang ceritakan padaku, siapa laki-laki yang membawa kamu ke tempat sepi itu? Bagaimana kalau aku terlambat datang? Kamu akan di makan oleh pria itu tanpa ampun," ucap Darius dengan tatapan mata tajam. Saat ini Darius juga sambil menikmati hasil mie goreng buatan Claudia. Dia terlihat sangat berselera menyantap makanan hasil masakan dari Claudia.
"Dia adalah teman satu jurusan dengan ku. Laki-laki itu bernama Galang. Karena kejadian di kampus tadi pagi, dia masih penasaran akan kebenarannya. Apakah aku benar-benar istri tuan atau tidak? Atau kebenaran sesungguhnya adalah aku adalah seorang wanita penghibur. Bahkan dia akan membayar ku dengan harga yang tinggi untuk melayani nya dalam satu malam ini," jelas Claudia. Darius melotot matanya dengan sempurna.
"Dan kamu mau?" sahut Darius.
"Tidak, tuan!" kata Claudia.
"Hem, bagus! Tapi nyatanya kamu sudah mulai menggoda laki-laki itu. Bahkan saat aku datang di rumah itu, kamu sudah nempel di dekat laki-laki brengsek itu," ucap Darius seraya mendekati wajah Claudia yang terlihat gugup.
"Ah aku aku tidak mungkin melakukan itu, tuan!" sahut Claudia.
"Jangan-jangan dia adalah laki-laki yang kamu sukai selama ini yah?" tuduh Darius seraya merangkum kedua pipi Claudia.
"Eh tidak tidak! Aku hanya aku hanya dekat dengan tuan muda saja!" kata Claudia.
"Hem, bagus! Kamu harus ingat, kalau kamu adalah wanita ku. Dan kamu tidak boleh dekat dengan laki-laki mana pun," ucap Darius.
"Kamu mengerti, sweetie?" tanya Darius.
"Iya, saya mengerti tuan!" sahut Claudia.
"Bagus! Ingat, jika aku melihat kamu dekat-dekat dengan laki-laki manapun, aku tidak akan memberikan kamu ijin untuk keluar dari rumah ini selama kamu terikat kontrak denganku menjadi istriku," jelas Darius. Claudia diam tanpa menanggapi ucapan dari Darius.
"Sekarang kamu kembalilah ke kamar kamu. Dan beristirahat lah! Malam ini kamu bisa tidur lebih cepat karena aku malam ini ada urusan di luar dan tidak pulang malam ini," kata Darius.
"Hah? Tuan mau kemana? Menginap di mana? Tidak pulang?" sahut Claudia.
"Kenapa? Kamu ngarep jika malam ini aku tidur dengan kamu?" ucap Darius seraya mendekati wajah Claudia. Claudia menjadi kembali gugup.
__ADS_1
"Eh, em tidak tidak tuan!" sahut Claudia dengan wajah bersemu merah. Darius tersenyum menyeringai.
"Kekasihku Vita baru tiba dari luar negeri. Tentu saja dia sangat rindu dengan aku. Demikian halnya dengan aku. Aku dan Vita pasti akan berkencan dan menikmati malam panjang ini malam ini. Sudah lama kami tidak bertemu, tentu saja kami sangat rindu dan melepaskan kangen. Kamu pasti tahu bukan?" jelas Darius.
Claudia tiba-tiba merasakan sesak dada nya. Ucapan Darius seperti menampar dirinya. Claudia baru sadar bahwasanya posisi nya dalam kehidupan Darius hanya istri kontrak saja. Dan ini hanya dalam jangka waktu satu tahun saja. Setelah kontrak itu berakhir, dirinya dengan Darius seperti tidak terjadi apa-apa dan saling bebas tanpa ikatan lagi. Namun kenapa tiba-tiba saja Claudia ingin selalu dekat dengan tuan muda itu.
"Hai, apa yang kamu pikirkan? Ayo kamu istirahat dan kembalilah ke kamar kamu! Aku akan pergi! Bye!" ucap Darius. Sontak membuat lamunan Claudia buyar.
"Eh hem baik tuan! Tuan, selamat malam! Selamat bersenang-senang dengan seseorang yang anda cintai,tuan! Pasti malam ini adalah malam yang membahagiakan bagi tuan dan kekasih anda itu," kata Claudia.
"Hem, terimakasih!" sahut Darius. Claudia dengan cepat berjalan menaiki tangga menuju ke kamar nya. Sedangkan Darius menatap punggung Claudia sampai tak terlihat pada pandangannya.
"Hem, Vita! Dia pasti sudah menunggu ku lama!" gumam Darius.
*****
Di kamar nya Claudia memukul dadanya sendiri karena merasakan sakit dan sesak. Claudia tidak tahu pasti kenapa dia merasakan perasaan ini.
"Claudia!! Seharusnya kamu jangan menggunakan perasaan kamu saat berhubungan dengan tuan Darius. Jika perasaan ini semakin lama semakin besar, ini akan membuat sakit ketika waktu perpisahan itu tiba. Di mana masa kontrak aku dengan tuan Darius telah habis. Aku tentu saja akan jauh dengan tuan muda Darius. Apakah aku bisa? Ah, pesona tuan muda Darius benar-benar membuat aku sulit menepisnya. Bahkan tuan muda Darius sangat baik dengan aku," gumam Claudia.
"Tuan muda Darius! Kenapa jantung ku seperti berhenti berdetak saat mengetahui anda malam ini berkencan dengan kekasih anda yang baru tiba dari luar negeri," gumam Claudia.
Claudia masih saja gelisah dan sulit untuk tidur. Di atas tempat tidur nya, Claudia bolak-balik berubah posisi nya dari tidur telentang, tengkurap, miring kanan, miring ke kiri. Namun dirinya sangat sulit memejamkan matanya. Malam ini Claudia merasakan kesepian dan rasanya ingin dipeluk dengan laki-laki yang beberapa bulan ini sudah dekat dengan dirinya.
Claudia pelan-pelan mencari foto Darius di galeri handphone nya yang diam-diam ia ambil saat Darius tidak menyadari nya. Claudia menatap wajah tampan itu lalu mengecup nya. Bibir nya menyebutnya nama Darius berulang-ulang kali. Hingga mata itu akhirnya terpejam.
*****
Jam empat dini hari, Darius datang dengan keadaan mabok berat. Namun kali ini dia datang dengan Vita kekasihnya. Dengan dibantu seorang pria bodyguard Darius, Darius di bawa ke kamar utamanya. Kamar yang berbeda dengan kamar Claudia sendiri.
__ADS_1
"Sudah biar kan aku yang mengurus Darius! Kamu boleh keluar dari kamar ini!" ucap Vita yang kini mereka sudah ada di dalam kamar utama Darius di rumah itu.
"Saya permisi nona!" kata laki-laki bodyguard itu seraya keluar dari kamar itu. Vita segera melepaskan sepatu yang dikenakan oleh Darius.
"Vita sayang! Kenapa kamu membawa aku pulang ke rumah sayang? Kenapa kita tidak di hotel saja?" ucap Darius saat Vita mulai melepaskan kemeja yang dikenakan Darius yang berbau alkohol itu.
"Hem lain kali saja Darius sayang! Kamu sudah sangat mabuk. Lagipula rumah kamu juga tidak kalah nyaman seperti di hotel kok! Sudah lama aku tidak kemari," kata Vita.
"Hahahaha tapi aku bosan dengan suasana di rumahku ini," sahut Darius.
"Kalau bersama dengan aku, pasti kamu tidak akan bosan sayang!" ucap Vita.
"Hahaha benar! Apakah kamu sangat rindu aku, Vita sayang!?" kata Darius.
"Tentu saja, Darius sayang! Kenapa kamu tanyakan lagi soal itu, sayang!?" tanya Vita.
"Karena kamu selalu saja tidak mau jika aku ajak menikah dan memiliki anak," kata Darius.
"Hehehe setelah ini aku bakalan mau sayang! Aku pulang dan kembali ke tanah air ini hanya demi kamu, sayang!" ucap Vita.
"Benarkah?" tanya Darius.
"Benar dong!" kata Vita. Darius segera merengkuh tubuh Vita yang masih mengelap badan Darius yang lengket. Namun Darius sudah tidak sabar menyambar bibir Vita dan akhirnya pergumulan itu terjadi di kamar utama Darius. Dengan suara yang nyaris tanpa kontrol keduanya menikmati percintaan itu yang sudah lama tak mereka lakukan.
Sedangkan di samping kamar utama Darius, di mana sedang tidur Claudia di sana. Namun tiba-tiba saja Claudia terbangun dan kembali lagi teringat akan Darius.
"Tuan Darius?! Sudah jam empat pagi lewat. Apakah tuan Darius benar-benar tidak pulang?" gumam Claudia.
Claudia segera turun dari tempat tidur nya dan keluar dari kamarnya. Tujuannya saat ini adalah memastikan kalau Darius sudah ada di kamar nya atau belum. Pelan-pelan Claudia membuka handle pintu kamar Darius yang ternyata tidak dikunci dari dalam. Saat pintu itu terbuka, Claudia melihat Darius dengan seorang wanita cantik sedang melakukan hubungan intim. Claudia cepat-cepat menutup kembali pintu kamar itu. Beruntung, Darius dan juga Vita tidak mengetahui dan menyadari kalau ada yang membuka pintu kamar utama itu dan melihat mereka sedang bercinta.
__ADS_1
"Dada ku sesak sekali!" ucap Claudia yang kini sudah kembali lagi di dalam kamarnya. Dia kembali memukul dada nya sendiri karena merasakan rasa sesak dan sulit bernafas. Tanpa sadar, air mata itu menetes di kedua sudut matanya.
*****