ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN

ISTRI KONTRAK CEO TAMPAN
BAB 30


__ADS_3

"Di mana Claudia? Kenapa rumah ini sepi dan bahkan dikunci? Kemana Claudia? Apakah dia cemburu saat Vita menjumpai aku di kampus tadi?" gumam Darius.


"Ah, sial! Kalau Claudia tidak kembali ke rumah ini, lalu dimana Claudia sekarang?" gumam Darius. Darius menarik rambutnya sendiri. Dirinya menyesal karena meladeni Vita yang meminta maaf saat di kampus Claudia tadi pagi. Bahkan Vita sempat memeluk dirinya.


*****


"Sekarang kita tinggal di sini, Claudia! Tempat ini aman. Pria brengsek itu pasti tidak akan bisa menemukan kita di sini. Karena rumah ini jauh dari kota besar. Namun di sini cukup membuat kita tenang karena penduduk desa di kampung ini sangat cinta damai," ucap Galang.


"Bagaimana dengan kamu, Galang? Apakah kamu akan betah jika tinggal di tempat seperti ini? Bagaimana dengan kuliah kamu dan kerjaan kamu di kota?" kata Claudia.


"Aku masih bisa menjalankan kedua-dua nya, Claudia. Namun untuk sementara waktu, lebih baik kamu jangan melanjutkan kuliah di kampus itu. Ini supaya kamu lebih aman. Karena aku yakin pria brengsek itu pasti masih berusaha mencari kamu di kampus," urai Galang.


"Aku ikut semua saran kamu saja, Galang! Lagi pula aku sudah menjadi istri kamu. Apa yang menjadi perintah kamu, aku akan berusaha melaksanakan nya," kata Claudia.


Galang merengkuh tubuh Claudia dengan penuh kelembutan. Benar, mereka berdua sudah menikah walaupun tidak ada pesta pernikahan. Galang hanya ingin meresmikan status Claudia menjadi istrinya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, Claudia! Sementara ini aku belum bisa memberikan pernikahan yang indah serta pesta pernikahan yang megah dan mewah. Semoga kamu mengerti dengan semuanya yah, sayang!" ucap Galang.


"Tidak apa-apa Galang! Yang terpenting orang tua kamu merestui pernikahan kita yang sederhana ini. Dan aku merasa sangat bersyukur karena kamu menerima aku apa adanya. Padahal saat ini aku telah mengandung anaknya Darius, tetapi kamu masih mau menikah dengan ku. Ditambah aku sudah sering menyakiti hati kamu," kata Claudia.


"Hai Hai Claudia, sayang! Jangan lagi bicara seperti itu. Justru aku sangat bersyukur karena kamu menerima cinta ku dan mau menikah dengan ku. Menjadi istriku sampai kita menua bersama," ucap Galang.


Galang memeluk mesra Claudia. Dikecup keningnya dengan penuh kelembutan.


"Setelah ini aku janji, kita akan membuat pesta besar-besaran Claudia. Setelah anak kita lahir. Bahkan orang-tua ku sudah merencanakan pesta pernikahan secara besar-besaran untuk kita," kata Galang.


"Mereka sangat menyukai kamu, Claudia! Percayalah padaku! Mereka sangat senang karena kamu akan memberikan keturunan untuk keluarga kami," kata Galang. Claudia menyipit bola matanya mendengar ucapan Galang.


"Tapi ini bukan darah daging kamu, Galang! Bagaimana kalau mereka mengetahui nya, kalau anak yang aku kandung ini bukan lah hasil hubungi dengan kamu, Galang!" ucap Claudia.


"Tenang lah, sayang! Mereka tidak akan mengetahui nya. Karena aku tidak akan membiarkan mereka mengetahui kebenarannya," kata Galang.

__ADS_1


"Suatu hari nanti, jika Tuhan memberikan lagi seorang bayi mungil dari benih-benih ku, aku akan sangat bersyukur. Apalagi kamulah yang menjadi ibu dari anak-anak ku, kelak," ucap Galang.


"Aamiin! Kamu sangat baik Galang!" sahut Claudia.


Galang merangkum kedua pipi Claudia. Lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Claudia yang cantik mempesona. Kedua pasang mata diantara keduanya saling menatap. Tiba-tiba saja wajah Claudia bersemu merah.


"Galang! Aku pasrah dan rela jika kamu menginginkan ku sekarang," ucap Claudia.


"Hem, tapi... tapi.. saat ini kamu sedang hamil, Claudia," sahut Galang.


Tanpa banyak menanggapi keraguan Galang, Claudia membungkam bibir itu. Galang melebar bola matanya saat Claudia berinisiatif dan dengan suka rela menunaikan kewajiban nya. Namun Galang tiba-tiba saja ragu dengan semua itu.


"Claudia! Hentikan sayang! Aku tidak ingin melakukannya sekarang! Nanti saja setelah kamu melahirkan bayi mungil itu. Baru kita akan melakukan nya. Aku harus bersabar, sayang! Aku mencintaimu, Claudia!" ucap Galang. Claudia menarik nafasnya seolah merasakan kekecewaan.


"Galang!" gumam Claudia. Galang merengkuh tubuh Claudia yang kini sudah berbadan dua itu. Claudia menangis terharu dengan sikap Galang yang benar-benar tulus mencintai dirinya.

__ADS_1


"Sudah yah, sayang! Jangan menangis! Aku tidak menginginkan ini, sayang! Aku mencintaimu bahkan sangat mencintai kamu," ucap Galang seraya mengusap puncak kepalanya dengan lembut. Claudia terisak karena tangis nya. Dalam hati Claudia bertekad akan menyayangi dan belajar mencintai Galang karena Galang benar-benar tulus mencintai Claudia.


__ADS_2