
"Tunggu Claudia! Aku ingin bicara!" ucap Galang saat Claudia bersama Hilda menghambur keluar dari ruangan kelas setelah dosen itu selesai memberikan materi kuliah pagi hari itu. Claudia melihat Hilda dan Galang secara bergantian.
"Tapi Hilda mengajakku makan di kantin," sahut Claudia beralasan.
"Eh?? Hem, aku bisa ke kantin sendiri kok! Silahkan kalau mau bicara dengan Claudia!" ucap Hilda.
"Terimakasih Hilda! Aku pinjam Claudia sebentar yah!" kata Galang seraya menarik tangannya keluar dari ruangan kelas itu dan mengajak Claudia menuju ke tempat parkiran. Galang menyuruh Claudia masuk ke mobilnya. Lalu tanpa banyak bicara, Galang menjalankan mobilnya menuju ke suatu tempat.
"Kita mau kemana Galang?" tanya Claudia.
"Ke kafetaria! Kamu belum makan kan? Sekalian aku ingin bicara dengan kamu," ucap Galang.
"Seharusnya kamu tidak perlu mengajakku makan jauh-jauh gini. Di kantin fakultas juga ada," kata Claudia.
"Aku ingin bicara dengan kamu, Claudia. Banyak tanda tanya besar yang harus aku tanyakan terhadap kamu. Dan ini mungkin saja sangat privasi," ucap Galang. Claudia menyipitkan bola matanya menoleh ke arah Galang yang sedang menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sepuluh menit kemudian, mobil Galang masuk ke area parkir kafetaria. Galang menghentikan mobilnya dan segera membukakan pintu mobilnya serta mengajak Claudia turun dari mobil. Galang mencari tempat duduk yang nyaman di sana supaya dirinya bisa dengan santai berbicara dengan Claudia panjang lebar.
Pelayan kafe itu sudah mencatat makanan dan minuman yang sudah dipesan oleh Galang. Claudia menyerahkan semua nya pada Galang. Setelah pelayan itu mencatat pesanan makanan dan minuman untuk mereka berdua, pelayan itu berlalu dan kini menyisakan Galang dengan Claudia di saung itu.
"Sekarang apa yang ingin kamu bicarakan dengan aku?" tanya Claudia.
"Claudia, aku tahu posisi kamu di dalam rumah itu. Rumah kediaman tuan muda Darius itu. Kamu sebagai apa? Dan apa tugas kamu di sana," kata Galang. Ucapan itu sukses membuat Claudia terkejut dan melebar matanya.
__ADS_1
"Kamu tahu? Lalu setelah kamu mengetahui nya, apakah kamu ingin merendahkan dan menghina aku?" sahut Claudia.
"Tentu saja tidak, Claudia! Aku sudah terlanjur menyukai kamu, Claudia! Aku akan menunggu kamu sampai kamu lepas dan terbebas dari tuan muda Darius itu. Aku tahu, kalau kamu hanyalah istri kontrak tuan muda Darius. Dan tidak lama lagi kamu akan diceraikan oleh pria brengsek itu," kata Galang.
"Claudia, aku rela menunggu kamu! Aku siap menjadi suami kamu berikutnya setelah kamu menyandang status janda. Tapi aku tidak ingin menikahi kamu hanya sementara saja. Melainkan aku akan menjadikan kamu istriku untuk selamanya sampai kita menua," ucap Galang serius.
Claudia diam menundukkan kepala. Sebenarnya dia sendiri selama ini menerima menjadi istri kontrak Darius itu karena tergiur dengan nominal yang ditawarkan untuk dirinya. Benar! Claudia telah salah jalan memutuskan untuk menikah kontrak seperti itu. Seolah-olah hanya mempermainkan sebuah pernikahan. Namun ketika Galang menawarkan pernikahan yang benar-benar tulus dan tanpa ada syarat, tentu saja membuat bimbang Claudia.
Claudia tahu saat ini dirinya sedang mengandung atau berbadan dua. Dia dan bayi nya butuh pengakuan. Jika dirinya hamil tanpa memiliki suami, bagaimana jadinya.
"Galang! Aku, aku..." ucap Claudia.
"Kamu tidak perlu menjawab sekarang, Claudia! Aku sabar menunggu kamu kok, sampai kamu benar-benar keluar dari rumah itu dan tidak lagi berhubungan dengan tuan muda yang kaya raya itu. Aku ingin menikah dengan kamu tanpa syarat karena aku benar-benar tulus mencintaimu, Claudia," kata Galang.
Tiba-tiba pelayan datang mengantar pesanan makanan dan minuman mereka. Galang dan Claudia sementara terdiam dan tidak melanjutkan bicaranya. Setelah pelayan itu meletakkan makanan dan minuman pesanan mereka, barulah Galang meraih tangan Claudia lalu mencium punggung tangannya.
"Aku mencintaimu, Claudia! Sumpah Demi apapun, aku terlanjur mencintaimu! Aku tidak perduli jika kamu belum mencintai ku saat ini. Namun aku yakin, aku bisa membuat kamu jatuh hati dengan ku," sahut Galang.
"Sudahlah, sekarang jangan membahas ini lagi! Lebih baik kita makan dulu yah!" sambung Galang.
Claudia mulai memakan makanan itu dengan sangat lahap. Galang yang melihat Claudia makan dengan lahap seperti itu menjadi tersenyum lebar.
"Ayo, kamu harus makan yang banyak!" kata Galang seraya menyodorkan piring yang berisi iga bakar. Claudia mengambil nya dan memakannya dengan semangat.
__ADS_1
"Makanan ini enak, Galang! Maaf, akhir-akhir ini selera makan ku bertambah dan jadi makan sangat banyak," ucap Claudia. Galang tersenyum lebar.
"Tidak apa-apa! Kalau kamu mau lagi, aku bisa memesankan nya lagi untuk kamu. Atau mau di bungkus?" kata Galang.
"Eh, Jangan-jangan! Tidak usah!" sahut Claudia.
*****
Setelah Claudia dan Galang selesai menikmati makan bersama di kafetaria itu, keduanya kembali ngobrol.
"Aku minta maaf soal waktu itu! Aku benar-benar sangat marah dan cemburu saat mengetahui kalau kamu adalah istri dari pria itu. Dan aku sempat ingin melecehkan kamu. Namun hal itu tidak sempat aku lakukan karena laki-laki itu tiba-tiba datang dan bisa menemukan keberadaan kita," cerita Galang.
"Lupakan! Semuanya sudah berlalu!" sahut Claudia.
"Jika aku mengingat saat itu, aku sangat malu pada diriku sendiri dan juga kamu. Karena aku tidak bermaksud menghina dan merendahkan kamu," kata Galang.
"Kamu tidak salah, Galang! Aku memang tidak ada beda nya dengan seorang pelacur. Aku pantas kok jika di hina seperti itu. Karena pernikahan yang aku jalani bersama dengan tuan muda Darius seperti permainan saja. Hanya seperti bentuk kesepakatan dan kami sama-sama saling menguntungkan. Di mana aku mendapatkan uang dan tuan muda Darius itu mendapatkan tubuh ku untuk menghangatkan ranjang nya," jelas Claudia.
"Tapi bagiku, kamu tetaplah Claudia ku! Aku tidak perduli jika kamu sudah disentuh oleh pria lain. Dan bukan aku yang perdana menyentuh kamu," kata Galang.
Tiba-tiba saja Claudia memegang kepalanya. Dia kembali merasa pening dan mual. Karena rasa ingin muntah nya tidak bisa ditahan lagi, Claudia segera berdiri dan berlari kecil menuju toilet terdekat dari sana. Galang menyipitkan matanya. Tentu saja Galang mulai berprasangka buruk dengan apa yang dialami oleh Claudia.
"Mual, pusing, muntah-muntah? Dan tadi Claudia sangat banyak makan nya. Jangan-jangan??!" gumam Galang.
__ADS_1
"Bukannya ciri-ciri itu sering terjadi pada wanita yang sedang mengalami ngidam atau hamil?" gumam Galang.
Karena Claudia tidak juga kembali dari toilet, Galang mencari Claudia. Tentu saja Galang sangat mengkhawatirkan keadaan Claudia.