
Dua kali Kinan salah menyanyikan lagu tersebut namun hatinya tak surut untuk kembali mencoba hingga akhirnya hymne dan mars persatuan istri anggota bisa di lantunkan hingga selesai.
Disana ibu Riri Hakim selaku istri Danyon terus menatap wajah Kinan.
"Sudah berapa lama kenal dengan Letnan Ranjha?" Tanya ibu Riri Hakim.
"Ijin ibu, baru saja. Kami di jodohkan." Jawab Kinan jujur.
"Kamu masih muda, kenapa memilih Letnan Ranjha?"
"Ijin.. karena saya di jodohkan dengan Letnan Ranjha. Jelas kalau saya di jodohkan dengan Pak Hakim, tentu ibu akan marah sama saya." Ucap Riri sudah mulai malas.
Riri sudah tau kalau Kinan adalah putri almarhum Kapten Armayudha. Pria yang pernah turut membesarkannya hingga keluarga sang Mama akhirnya mengambilnya kembali karena Kapten Armayudha telah tiada. Kini yang menjadi soal adalah.. Kinan tidak mengenal siapa dirinya. Bahkan sama sekali tidak tau bahwa Letnan Ranjha adalah mantan kekasihnya.
Riri tersenyum kecut mendengarnya meskipun Kinan terkesan tidak sopan padanya.
"Baiklah.. luluskan permohonan pengajuan surat nikah ini..!!" Perintah Ibu Riri Hakim.
"Ijin ibu.. di luluskan??" Tanya seorang pengurus ranting.
"Iya, luluskan..!! Letakan rasa hormat ibu-ibu.. beliau istri dari atasan suami ibu-ibu sekalian..!!"
"Baik ibu, siap laksanakan..!!"
"Selamat bergabung dengan kepengurusan ranting, ibu Riasat. Untuk selanjutnya nanti ibu dan bapak bisa langsung menghadap untuk tahap selanjutnya..!!" Kata salah seorang istri anggota.
"Siap.. terima kasih ibu. Mohon arahan dan bimbingannya..!!" Kinan menunduk takzim pada seluruh istri pengurus ranting.
-_-_-_-_-
Kinan duduk terdiam sambil menatap wajahnya pada cermin rias di hadapannya. Ia tidak begitu suka dengan tatapan mata ibu Riri Hakim pada Bang Ranjha saat akan berpamitan pulang tadi. Entah kenapa hatinya tiba-tiba merasa tidak tenang.
Bang Ranjha yang baru kembali dari batalyon untuk menyelesaikan tugas langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Kinan nampak murung.
"Ada apa? Kenapa wajahmu di tekuk begitu."
"Bisa nggak sih kalau Om kalau lihat istrinya Danyon nggak usah pakai senyum." Protes Kinan.
"Senyum gimana? Saya hanya menghormati sebagai respon pada istri senior." Jawab Bang Ranjha.
"Tapi wajahnya Om nggak begitu, sepertinya Om juga naksir Bu Riri deh." Tuduh Kinan.
__ADS_1
"Nggak usah banyak buat skenario. Nggak ada naksir-naksiran." Ucap tegas Bang Ranjha tidak ingin membahas tentang istri seniornya lagi.
Kinan memperhatikan wajah Bang Ranjha yang terlihat datar saja.
"Aneh sekali. Seperti ada sesuatu di antara mereka." Gumam Kinan.
\=\=\=
Waktu terus bergulir, kesibukan Kinan dan Bang Ranjha sudah mulai padat. Kinan sibuk dengan kegiatan barunya dan Bang Ranjha sibuk dengan tugasnya sebagai Danki karena ada jabatan kosong yang harus di tempati.
"Besok kita harus menyelesaikan syarat terakhir. Periksa kesehatan untuk lampiran data." Kata Bang Ranjha yang saat itu pulang sudah lewat jam delapan malam.
"Om saja, Kinan malas Om." Tolak Kinan.
"Nggak bisa donk dek, harus berdua. Ini mau menikah, bukan daftar kerja."
"Kinan malas kena sinar matahari. Kinan pusing." Kinan langsung naik ke atas ranjang dan berniat tidur tapi Bang Ranjha menarik tangan Kinan. "Apa sih Om??"
"Kamu kangen nggak sama saya?"
"Kangen apa? Setiap hari kita ketemu." Jawab Kinan.
"Kangen eheemm-eheeem." Bang Ranjha sudah memberi kode cantik sembari mencium sela leher Bang Ranjha. "Lama sekali khan sejak hari itu. Kangen kamu panggil Mas lagi..!!"
"Kamu diam saja, terima beres, biar Om Ranjha yang kerja keras. Asal jangan tidur..!!" Bujuk Bang Ranjha.
Mau tidak mau, karena tubuhnya pun terasa sangat lelah.. Kinan menurut saja tapi pakaian Bang Ranjha membuatnya sangat mual.
"Buka kaosnya Om, Kinan mual..!!"
Apapun permintaan Kinan segera di penuhi olehnya. Hasratnya sudah menekan ujung syaraf prianya. Secepatnya Bang Ranjha membuka pakaiannya dan melemparnya ke segala arah. Kontrol diri Bang Ranjha pun hilang hingga pria tersebut lepas kendali. Ia menggenggam kedua tangan Kinan lalu mengarahkan ke atas dan memulai semuanya.
"Maas Riiiiss..!!"
ccppp
"Mas gemes banget dek..!!"
***
"Ayo dek, mau lewat waktu subuhnya. Cepat mandi..!!" Sudah lewat setengah jam Bang Ranjha membangunkan Kinan tapi gadis itu tak juga bangun dari tidurnya. "Kinan.. dek.. ayo sholat..!!"
__ADS_1
"Nanti Maass. Perut Kinan panas, malas bangun."
"Untuk hal lain Mas masih bisa toleransi, tapi untuk hal ini Mas nggak bisa kasih kamu kelonggaran dek..!! Cepat bangun, atau tangan Mas melayang..!!!" Ancam Bang Ranjha meskipun sebenarnya dirinya juga tidak sampai hati memarahi Kinan.
:
"Nanti di jemput Ariel ke Batalyon ya, baru kita sama-sama ke rumah sakit. Pagi ini Mas ada tugas yang tidak bisa di tinggal." Kata Bang Ranjha.
Kinan tidak menjawab karena masih dongkol masalah tadi. Bibirnya masih terlipat kesal.
"Mas minta maaf..!! Berbuatlah apa yang kamu inginkan di rumah ini karena urusanmu sama Mas, tapi soal ibadah.. itu pribadi manusia dengan Tuhannya.. harus kamu pahami, kamu adalah tanggung jawab Mas jadi tolong kurangi bolong sholatnya..!!" Bang Ranjha mengecup kening dan bibir Kinan sebelum berangkat ke Batalyon.
Kinan menunduk tidak berani menjawab ucap Bang Ranjha dan hanya berani menerima uluran tangan Bang Ranjha yang akan berangkat kerja. Sekali lagi Bang Ranjha mengecup kening dan bibir Kinan. "Yang semalam enak dek. Mudah-mudahan kamu suka dengan kerja keras Mas semalam."
"Mas tidak mengecewakan." Jawab Kinan singkat tapi penuh makna.
"Alhamdulillah."
...
Kinan turun dari mobil setelah Prada Ariel membantu Kinan membukakan pintu.
"Terima kasih Om..!!"
"Siap ibu, sama-sama."
Baru selangkah berjalan, kaki Kinan terasa ringan dan mengambang tapi matanya sudah melihat Bang Ranjha yang sedang berbicara dengan Bang Tyo di seberang lapangan. Kaki itu terus melangkah melewati jembatan di sungai kecil meskipun langkahnya mulai gontai. Selangkah lagi Kinan berjalan...
byuuuuurr..
"Ya Tuhan, Bu Ranjhaaa..!!" Pekik Prada Ariel.
Seketika Bang Ranjha terkejut dan reflek menoleh tapi lebih terkejut lagi saat tau Kinan tercebur ke dalam sungai.
"Kinaaaaann.. deekk..!!!" Secepatnya Bang Ranjha berlari untuk menolong Kinan.
.
.
.
__ADS_1
.