ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 25 Masih Sama


__ADS_3

Chun Cha memeluk erat tubuh Kim Lee Park sedangkan guru olahraga itu langsung terhenyak kaku.


Kedua mata Kim Lee Park terbelalak lebar saat mengetahui Chun Cha tiba-tiba memeluknya.


''Chun... Cha...", ucap Kim Lee Park.


"Iya !?", sahut Chun Cha.


"A--aku... A--aku... HIAAAAA....HHHH !!!!"


Kim Lee Park berteriak keras lagi seraya melompat mundur menghindari pelukan Chun Cha.


Berbalik arah dan berlari kencang meninggalkan Chun Cha yang berdiri sendirian terbengong-bengong.


"AAAAAAAAAAAAA... !!!"


Terdengar suara teriakan Kim Lee Park dari kejauhan.


Hembusan angin menaburkan Dandelion di sekitar Chun Cha yang termenung masih di halaman luar sekolah.


Menatap sendu jalan sekolah yang sepi senyap.


"Hufh...", hela nafas panjang Chun Cha. ''Dia masih tetap sama seperti kemarin, ketakutan dan lari dariku...'', sambungnya lirih.


Gadis dengan hanbok hitamnya itu serta Jokduri di atas kepalanya berjalan pelan diantara taburan Dandelion yang terus turun mengiringi langkah Chun Cha.


Meninggalkan jejak kaki Dandelion di setiap langkah-langkahnya.


Taburan Dandelion berangsur-angsur menghilang dari pandangan bersamaan dengan perginya Chun Cha dari halaman sekolah.


Lenyap bagaikan di telan bumi hanya meninggalkan ruangan yang sunyi.


Suasana sekolah Alfred-Almond Junior-Senior High School kembali sepi hanya ada sisa-sisa Dandelion yang jatuh di atas tanah.


Dandelion ajaib yang mampu mengubah suasana hati Kim Lee Park.


Terlihat Kim Lee Park terus berlari terbirit-birit sepanjang jalan menuju rumah kontrakannya tanpa menghiraukan pandangan orang-orang di sekitarnya yang lalu lalang.


Dia berlari sekencang-kencangnya hingga dirinya tak sadar telah jauh dari area lokasi sekolah Alfred-Almond Junior-Senior High School.


Kim Lee Park juga tidak menyadari bahwa Chun Cha tidak bersamanya.


Tepat di depan pintu masuk rumah kontrakan, Kim Lee Park dengan cepat-cepat membuka pintu.


KLEK ! KLEK ! KLEK !


Kunci pintu rumah terdengar sedang membuka.


Kim Lee Park tergesa-gesa masuk ke dalam rumahnya, menghidupkan lampu rumahnya dan tak lupa menutup pintu.


Tiba-tiba dia berhenti sejenak di tengah ruangan rumah seperti sedang berpikir.


Menolehkan kepalanya ke arah pintu masuk rumah lalu terdiam mematung.


Menatap ke arah pintu masuk yang tertutup rapat dan dia baru menyadari bahwa gadis berhanbok hitam itu tidak pulang bersamanya lagi ke rumah.


''Kemana dia ?'', gumamnya pelan.

__ADS_1


Dia melangkah pelan mendekati pintu masuk rumah tetapi diurungkannya segera niatnya itu lalu berbalik lagi menuju kamarnya.


Seekor anjing kecil menyalak pelan saat Kim Lee Park melangkah.


GUK... GUK... GUK...


''Hai manis ! Bagaimana kabarmu hari ini ? Maaf, aku lupa kalau kamu harus ke klinik hari ini, banyak yang terjadi akhir-akhir ini di hidupku..., kau tahu itu, tidak mudah aku untuk melewatinya...'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park mengelus pelan kepala anjing kecil miliknya itu sambil meraihnya ke dalam pelukannya.


Membawanya menuju ke kamarnya lalu membuka pintu kamar tidurnya.


KRIEEET...


Ketika pintu kamar terbuka lebar dan Kim Lee Park hendak masuk kedalam kamar.


''Hai ! Sudah pulang ?'', sapa seseorang dari dalam kamarnya.


''Apa ini ???'', teriak Kim Lee Park kaget.


Kim Lee Park jatuh terhuyung-huyung mundur lalu duduk di atas lantai dengan kedua mata terbelalak lebar lagi.


''D--dia... Dia ???'', ucapnya gagap.


''Selamat datang kembali Kim Lee Park !''


Sebuah boneka beruang berukuran besar tiba-tiba hidup dan menyapa Kim Lee Park dengan ramahnya sembari mengangkat salah satu tangannya.


Menjulurkan tangannya ke arah Kim Lee Park yang duduk terjatuh di atas lantai sambil mendekap anjing kecil miliknya erat-erat.


''Perkenalkan aku adalah boneka beruang besar yang sekarang akan menjadi pelayan tersetiamu, Kim Lee Park !'', ucap boneka beruang besar itu.


''Aku dikirim oleh nona Chun Cha untuk menjagamu dan membantumu setiap hari, siap melakukan pekerjaan apapun untukmu, Kim Lee Park'', kata boneka beruang besar itu.


Kim Lee Park duduk dengan mulut ternganga saat menatap boneka beruang besar miliknya berubah menjadi hidup dan ajaibnya boneka itu mampu berbicara layaknya manusia.


''Chun Cha !!! Mana kamu !!!''


Kim Lee Park langsung berteriak keras memanggil gadis berhanbok hitam itu yang tidak berada di rumah.


''Chun Cha !!!'', teriaknya ulang.


Tetap Chun Cha tidak muncul-muncul di hadapannya meski dia terus memanggilnya berulangkali.


''Kenapa memanggil nona Chun Cha ? Dia sedang pergi karena ada urusan penting, nona berpesan agar aku menyampaikannya pada mu'', sahut boneka beruang besar itu.


''Hah !!!'', jawab Kim Lee Park.


Dia semakin mendekap erat anjing kecil miliknya itu erat-erat sedangkan kedua tangannya bergetar kencang.


Kim Lee Park tidak mampu menutupi kecemasannya saat ini.


Menghadapi sebuah boneka beruang besar yang tadinya hanya diam dan merupakan benda mati tiba-tiba hidup dan berbicara kepadanya serta memandanginya tanpa berkedip.


''Apa yang Chun Cha lakukan ini ? Tidak bisakah dia berhenti menciptakan keanehan-keanehan ini di rumah ?'', ucap Kim Lee Park gelisah.


Kedua tangan serta kaki Kim Lee Park bergetar keras sedangkan keringat terus mengalir membasahi wajahnya yang pucat pasi.

__ADS_1


''Kamu tidak perlu takut padaku karena aku tidak akan membahayakan keselamatanmu'', ucap boneka beruang besar itu.


Boneka beruang besar memiringkan kepalanya lalu memajukan badannya yang besar ke depan.


''Aku dikirim kesini untuk melayani mu dan membantu mu menghadapi semua urusan dalam hidup mu ! Percayalah !'', sambungnya meyakinkan.


''Apa kamu semacam robot masa depan atau hantu yang bersemayam dalam tubuh sebuah boneka beruang ?'', sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park mencoba berbicara dengan berani kepada boneka beruang besar itu.


''Aku bukan robot ataupun hantu yang sedang bersemayam..., atas perintah Langit aku dihidupkan untuk membantu mu juga melindungi mu sampai masa reinkarnasi nona Chun Cha berakhir...''


Boneka beruang besar itu menjawab pertanyaan dari Kim Lee Park dengan lugas dan lancar.


''Tadi kamu mengatakan bahwa kamu dihidupkan oleh Chun Cha tapi sekarang kamu bilang bahwa Langit yang menghidupkan mu ?'', ucap Kim Lee Park.


Kim Lee Park bertanya penuh keingintahuan yang besar masih dengan kedua tangan serta kedua kaki bergetar keras.


''Lewat tangan nona Chun Cha, aku dihidupkan olehnya dengan seizin Langit tentunya'', sahut boneka beruang besar itu.


''Ha... Ha..., benarkah itu !?'', jawab Kim Lee Park.


''Apa kamu mau bertaruh ?'', tanya boneka beruang besar.


''Bertaruh ? Bertaruh apa ?'', jawab Kim Lee Park.


''Jika aku bukan dikirim oleh Langit maka aku akan menghukum diriku sedangkan jika aku adalah benar-benar dikirim oleh Langit maka apa hukuman untukmu yang lebih tepat ?''


Kata boneka beruang besar itu memberikan sebuah pilihan pada Kim Lee Park, mencoba menarik Kim Lee Park bertaruh sesuatu yang besar.


''Aku !?'', sahut Kim Lee Park.


''Benar ! Kamu !'', jawab boneka beruang besar itu tegas.


''Entahlah, aku tidak tahu !? Hukuman apa yang sebaiknya untukku !?'', kata Kim Lee Park.


''Baiklah, taruhan ini tidak usah dengan hukuman tapi aku akan membuktikan padamu sesuatu yang langka dan kamu tidak akan pernah percaya itu benar-benar terjadi !''


Boneka beruang besar itu menjawab ucapan Kim Lee Park penuh semangat.


''Apa itu ?'', sahut Kim Lee Park.


''Lihatlah kemari dengan sungguh-sungguh !'', kata boneka beruang besar itu.


Boneka beruang besar mengeluarkan sesuatu dalam tas kecil miliknya yang terselempang ditubuhnya.


Sebuah lampu senter berukuran besar muncul dari dalam tas kecil miliknya.


''Lampu senter ?'', tanya Kim Lee Park.


''Ini bukan lampu senter biasa tetapi benda ini mampu mengubah mu menjadi kuat !'', sahut boneka beruang besar itu.


''Kuat ? Apa itu benar ?'', tanya Kim Lee Park.


''Kamu mau mencobanya ?'', kata boneka beruang besar lalu bertanya.


''Mencobanya ?'', sahut Kim Lee Park.

__ADS_1


''Iya, mencoba lampu senter ini !'', jawab boneka beruang besar.


Boneka beruang besar itu kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya mencoba meyakinkan Kim Lee Park yang masih duduk di atas lantai dengan memeluk erat anjing kecil miliknya.


__ADS_2