ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 30 Permainan Level Satu


__ADS_3

Kim Lee Park melompat menghindari bola basket yang datangnya dari atas.


Menahan laju bola basket itu dengan salah satu tangannya yang berubah berwarna biru.


Muncul asap putih dari telapak tangan Kim Lee Park.


Bola basket ditangannya langsung lenyap saat dirinya mencengkeram bola basket itu erat-erat.


WUSHHH...


''Apa yang terjadi ?'', gumam Kim Lee Park.


Dia menoleh ke arah telapak tangannya yang berasap ketika menggenggam bola basket tadi.


''Bola basket itu menghilang ?'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park melemparkan pandangannya kepada boneka beruang besar yang menggantung di luar sana.


''Sepertinya aku tahu cara untuk menyelesaikan game ini !'', ucapnya keras-keras.


''Cepatlah ! Kamu selesaikan game ini !'', sahut boneka beruang besar.


''Baik !'', sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park menatap ke arah depan dimana bola-bola basket berhamburan datang ke arahnya.


Dia bergumam pelan lalu mencondongkan setengah badannya ke depan.


''SIAP !'', ucap Kim Lee Park.


Bola basket dari arah depan Kim Lee Park mengarah tajam kepadanya dan tidak satu bola basket tetapi lima bola basket langsung datang kearahnya.


''Satu..., dua..., tiga..., empat..., lima...''


Kim Lee Park menghitung bola-bola basket yang datang kepadanya kemudian dia menangkap bola itu dengan tangan birunya yang masih mengeluarkan asap.


HAP ! HAP ! HAP !


Kim Lee Park menahan laju tubuhnya dari serangan bola-bola basket sedangkan bola basket yang berhasil ditahannya dengan kedua tangannya langsung lenyap tak tersisa.


''Wow !?", gumam Kim Lee Park. "Bola-bola itu lenyap..., ini keren sekali !", sambungnya.


Ekspresi wajah Kim Lee Park berubah senang tetapi serangan bola-bola basket yang mengarah kepadanya kembali berdatangan.


"Ternyata masih ada bola-bola basket lagi yang muncul !", kata Kim Lee Park.


Kali ini serangan bola-bola basket yang datang ke arahnya lebih banyak dari sebelumnya.


"Apa ini ? Banyak sekali !?", gumam Kim Lee Park.


Kim Lee Park berusaha menahan laju bola-bola basket dengan kedua tangannya.


Hampir posisi tubuhnya berpindah dari posisinya.


"Hmmm... Aku tidak akan lengah kali ini !", gumamnya.

__ADS_1


Seperti pada tahap awal tadi bola-bola basket yang barusan ditangkapnya langsung menghilang dari kedua tangannya.


Kim Lee Park terus-menerus menahan bola-bola itu sambil berpikir.


"Sampai kapan aku menahan serangan bola-bola basket ini ?", ucapnya.


Kim Lee Park mulai memutar otaknya dan mencari cara untuk menyelesaikan permainan pada tahap awal ini.


Dia memperhatikan arah bola-bola basket yang berhamburan kearahnya.


"Apa aku harus memainkan game virtual ini seperti saat bermain bola basket yang sebenarnya !?", kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park mulai mengambil ancang-ancang untuk memulai pertandingan bola basket dengan lawan tanding sistem Kubik Besar yang tidak dapat ditebaknya.


"Meski lawanku hanyalah bola basket yang telah diatur oleh sistem virtual kubik besar tapi aku tidak boleh meremehkannya !", kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park berlari cepat ke arah serangan bola basket yang berhamburan kepadanya.


Dia berlari diantara bola-bola basket yang datang dengan sangat cepat ke arahnya.


Menangkap satu persatu bola-bola basket dengan tangannya yang berwarna biru lalu memainkan bola basket itu dengan melemparkannya satu persatu ke dalam keranjang basket.


DANG !


Bola basket masuk kedalam keranjang basket dengan sempurna.


DANG... DANG... DANG...


Terdengar bunyi suara bola-bola basket yang masuk kedalam keranjang basket saat Kim Lee Park melemparkannya.


Lapangan basket perlahan-lahan naik keatas secara otomatis.


Berubah pelan dengan dinding-dinding yang mulai mengelilingi lapangan basket. Dan Kim Lee Park saat ini berada dalam lapangan basket di dalam kotak kaca berukuran raksasa.


''Lapangan basket ini berubah setelah aku memainkan game awal ini !?'', gumamnya pelan. ''Apa langkah selanjutnya !?'', sambungnya.


Kim Lee Park mendongakkan kepalanya ke arah atas sembari memperhatikan lapangan basket yang telah berubah dengan dikelillingi kotak kaca mulai dari samping hingga dari arah atas kotak kaca.


''Sepertinya ini baru permainan yang sebenarnya'', kata Kim Lee Park.


TET... TET... TET...


Suara keras seperti alarm tiba-tiba terdengar saat lapangan basket berhenti.


Muncul dari arah depan lapangan sosok pemain basket dalam formasi lengkap.


''Para pemain lawan ?'', ucap Kim Lee Park kaget.


Kim Lee Park terperangah kaget ketika dia melihat sejumlah pemain lawannya muncul dihadapannya.


Ada lima pemain lawan yang wajahnya semuanya sama dan tingginya rata-rata sama sedang berdiri dihadapan Kim Lee Park.


''Apa ini robot virtual ?'', gumam Kim Lee Park.


Belum sempat Kim Lee Park sadar dari keterkejutannya kelima pemain lawannya mulai bergerak ke arahnya.

__ADS_1


''Apa !?'', ucapnya sadar.


Kim Lee Park menoleh ke arah satu persatu lawan pemain basket yang mulai berdatangan kepadanya.


Kelima pemain basket lawan bergerak dengan saling menerima bola basket lalu mendriblenya ke arah depan.


''Aku harus melawan kelima pemain basket sendirian ?'', ucap Kim Lee Park.


Dia melangkah mundur ketika kelima pemain lawan datang kepadanya dengan saling mengoper bola basket.


''Ini sepertinya bukan main-main lagi... Dan aku rasa ini saatnya permainan yang sebenarnya dimulai...'', kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park mulai bersiap-siap melawan kelima pemain basket lawan yang berlari ke arahnya dengan mendrible bola basket.


Salah satu dari mereka berlari berputar ke arah Kim Lee Park dengan sangat cepat.


Kim Lee Park mencoba menghadang laju pemain bola basket yang berusaha menembus pertahanannya dengan mencoba memasukkan bola basket ke arah keranjang basket.


''Dia mencoba memasukkan bola basket ke arah keranjang basket milikku'', gumam Kim Lee Park.


Kim Lee Park menghadang gerakan lawannya yang mencoba masuk ke dalam area miliknya.


Pemain lawan tiba-tiba melemparkan bola basket kepada rekannya satu team saat Kim Lee Park berhasil menghadang dirinya.


WUSHHH...


Bola basket melayang melewati Kim Lee Park yang berdiri menahan laju lawannya.


Kim Lee Park terdiam sesaat ketika dia menyadari bola basket yang ada ditangan lawannya telah lenyap dan terlempar ke arah pemain lawannya yang lain.


Mendadak tubuh Kim Lee Park bereaksi dingin sesaat saat lawannya berhasil mengecoh dirinya.


Bola basket telah berpindah tangan sekarang, dan rekan lawannya mulai berlari mendrible bola basket menuju ke arah keranjang basket.


Kim Lee Park memutar tubuhnya cepat, beberapa dari kelima pemain basket lawan berlarian menuju ke arah keranjang basket miliknya.


''Mereka bermaksud memasukkan bola basket itu kedalam keranjang basket milikku ?'', ucap Kim Lee Park. ''Dan ini bukanlah sekedar menahan bola basket tapi ini pertandingan !''


Dua dari pemain basket lawan saling melemparkan bola basket sembari terus berlari ke arah keranjang basket milik Kim Lee Park.


Salah satu pemain bola basket hendak bersiap-siap melakukan lemparan bola basket ke arah keranjang basket.


Kim Lee Park melesat cepat ke arah lawannya yang berusaha memasukkan bola basket.


Pemain basket lawan Kim Lee Park langsung melakukan gerakan memutar salah satu kaki sebagai porosnya dan posisi kedua tangan memegang bola.


Gerakan itu disebut pivot yang bermanfaat untuk menghindari lawan yang ingin merebut bola.


Dia berlari cepat mendekati keranjang basket Kim Lee Park.


Kim Lee Park kembali melesat kilat ke arah lawannya dan mencoba menahan laju serangan bola basket yang berusaha masuk kedalam keranjang basket miliknya.


Guru olahraga itu berdiri dengan kedua tangan terentang ke atas berusaha menahan laju pemain basket yang mencoba memasukkan bola basket ke arah keranjang basket miliknya.


Pemain lawan langsung melompat sembari melesakkan bola basket yang ada ditangannya dengan gerakan mengumpan yang dilakukan dengan cara melempar bola ke arah rekan setim melewati lengan pemain lawan yang melakukan gerakan menghalangi.

__ADS_1


Kim Lee Park terkecoh...


__ADS_2