ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 43 Kegamangan Hati


__ADS_3

Chun Cha berjalan dengan langkah pelan di dalam lorong panjang yang terus berputar-putar seluruh bagiannya.


Wajah Chun Cha tertunduk lesu saat dia melangkahkan kedua kakinya sepanjang lorong.


Tak tampak kecerian yang terpancar dari wajah Chun Cha selama dia kembali ke portal waktu menuju ke masa enam ratus tahun yang lalu.


Langkah kedua kaki Chun Cha bergerak lambat mengikuti langkah kaki Haneul yang berjalan di depannya.


Rambut panjang Haneul melambai-lambai lembut saat dia berjalan sepanjang portal waktu kembali ke masa silam.


Dimana masa enam ratus tahun yang lalu mereka berasal.


Haneul tidak terlalu banyak berbicara kepada Chun Cha yang ada dibelakangnya, dia hanya diam serta terus berjalan tanpa kenal lelah.


Meskipun Haneul tahu bahwa Chun Cha sedang bersedih karena dia harus terpaksa pulang kembali ke masa enam ratus tahun yang lalu.


Masa reinkarnasi Chun Cha akhirnya harus ditunda sebab Haneul tidak menginginkan penderitaan bagi Chun Cha yang mengharuskan gadis berwajah jelita itu menjalani masa reinkarnasinya agar Kim Lee Park kembali kepadanya.


Bagi Haneul hal itu tidaklah benar bahkan tidak wajar menurut pria tampan dengan simbol Mugunghwa di dahinya jika Chun Cha harus terus menjalani masa reinkarnasinya agar suaminya itu kembali kesisinya dengan mengorbankan jiwa Chun Cha sebagai taruhan atas reinkarnasi yang dia jalani.


Kejahatan tidak mesti dibayar dengan jiwa yang suci serta jiwa yang tidak bersalah atas hal yang menimpa tragedi yang dialami Kim Lee Park di masa enam ratus tahun yang lalu.


Bukanlah suatu kesalahan dari Chun Cha yang menyebabkan suaminya meninggal dunia di malam pernikahan mereka dan membuat roh Kim Lee Park terus mengalami ujian reinkarnasi serta menjadi roh penasaran.


Tujuan reinkarnasi Chun Cha hanya ingin menghentikan putaran rantai kesedihan yang dialami oleh Kim Lee Park dimasa enam ratus tahun yang lalu. Dan gadis berhanbook hitam dengan hiasan Jokduri di kepalanya rela mengorbankan jiwanya untuk Kim Lee Park agar laki-laki itu dapat beristirahat tenang dalam kematiannya yang sulit diterima oleh Kim Lee Park meski Chun Cha harus menerima syarat khusus yang diberikan oleh langit kepada dirinya untuk menyerahkan jiwanya dalam masa reinkarnasi jika ingin suaminya kembali padanya.


Awal buruk harus diakhiri dengan hal yang baik agar sesuatu yang buruk dapat berakhir secepatnya.


Haneul melihat garis panjang dihadapan mereka yang memberikan tanda sinyal khusus bagi mereka untuk bersiap-siap memasuki masa dimana masa enam ratus tahun yang lalu mereka berasal dan tinggal.


Pria tampan dengan simbol Mugunghwa di dahinya lalu menoleh ke arah Chun Cha yang berjalan di belakangnya dengan langkah lesu.


"Chun Cha, apakah kamu sudah siap untuk kembali ke masa kita berasal ?", tanya Haneul.


Haneul membalikkan badannya menghadap ke arah Chun Cha yang berdiri melamun dengan pikiran tak terfokus di sini.


"Chun Cha !", panggil Haneul.


Chun Cha hanya menatap Haneul dengan tatapan murung, menunjukkan bahwa hatinya masih berat meninggalkan Kim Lee Park.


"Kita pergi sekarang, Chun Cha !", kata Haneul.


Chun Cha tidak menjawab dan hanya berdiri termenung menatap ke arah Haneul sedangkan pikirannya melayang-layang kepada Kim Lee Park.

__ADS_1


"Kau tidak bermaksud pergi ?", ucap Haneul. "Kau tahu bahwa garis panjang berwarna ungu itu adalah batas antara dua dimensi waktu yang merupakan pintu kembali ke masa enam ratus tahun yang lalu", sambungnya.


"Aku tahu itu artinya, Haneul...", sahut Chun Cha.


"Lantas !? Apa yang membuatmu ragu-ragu sekarang !?", kata Haneul. "Dia !?"


"Entahlah...", sahut Chun Cha.


Chun Cha menundukkan kepalanya ke arah bawah serta terdiam.


"Jika kita melewati garis panjang berwarna ungu ini maka kau ataupun aku tidak akan bisa selamanya dapat kembali ke masa depan lagi", lanjut Haneul.


"Haruskah aku pergi !?", ucap Chun Cha.


"Kalau kau urung kembali pulang ke masa silam maka kamu akan menjalani masa reinkarnasimu yang mengharuskan jiwamu menghilang karena syarat tertentu dari langit, Chun Cha...", kata Haneul.


Haneul menatap Chun Cha dengan wajah cemas serta khawatir akan keputusan yang akan diambil oleh gadis berhanbook hitam itu.


Pria tampan dengan simbol Mugunghwa di dahinya tidak ingin Chun Cha memgambil sebuah keputusan yang merugikan dirinya sendiri bahkan mengundang maut untuk Chun Cha.


''Walaupun kita kembali lagi ke masa enam ratus tahun yang lalu tetap aku tidak dapat hidup layaknya manusia dan tetap menjadi arwah...", kata Chun Cha.


"Apa pilihanmu sekarang ?", tanya Haneul.


"Jujur, aku tidak memiliki sebuah pilihan untukku sendiri karena sama-sama sangat sulit bagiku, pulang ke masa lalu tetapi aku akan tetap menjadi arwah dan abadi", sahut Chun Cha.


"Lalu !?", kata Haneul dengan serius.


"Jika aku kembali dan menjalani masa reinkarnasiku maka aku harus memberikan jiwaku sebagai bayaran kepada langit jika aku tidak berhasil membuat Kim Lee Park jatuh cinta kepadaku", ucap Chun Cha.


"Dan kau tahu resikonya tapi masih bersikeras pergi kembali ke sisi pria yang tidak memiliki hati itu !?", kata Haneul.


"Tapi setidaknya aku masih punya kesempatan dapat hidup kembali jika masa reinkarnasiku berhasil aku jalani di masa depan bersama Kim Lee Park", sahut Chun Cha.


Chun Cha menatap Haneul dengan harapan besar.


"Seandainya aku berhasil menjalani masa reinkarnasiku dan dapat membuat Kim Lee Park menyukaiku maka aku akan memperoleh imbalan besar atas keberhasilanku", kata Chun Cha.


"Katakanlah itu padaku ! Aku akan mendengarkan ucapanmu, Chun Cha !", jawab Haneul.


"Aku dapat membuatmu kembali hidup abadi, Haneul ! Dan kau tidak akan menjadi arwah penasaran lagi !", kata Chun Cha.


Haneul terhenyak kaget mendengar penjelasan Chun Cha, tubuh pria tampan dengan simbol Mugunghwa di dahinya bergetar hebat dan hampir terjatuh.

__ADS_1


"Aku bisa meminta langit untuk membebaskan arwah gentayanganmu agar kamu dapat kembali tenang atau aku bisa meminta pilihan lainnya agar kau hidup abadi, Haneul'', ucap Chun Cha.


"Tidak..., aku tidak menginginkannya..., aku tidak ingin hal itu darimu jika mengharuskanmu kehilangan jiwamu, Chun Cha..., tidak, tidak akan pernah !", sahut Haneul.


Haneul mengalihkan pandangannya dari Chun Cha ke arah lainnya dengan wajah muram.


Dalam hati Haneul yang sejujurnya bahwa dia tidak menginginkan apapun dari Chun Cha karena dia hanya ingin gadis itu sadar bahwa hal yang dia tempuh dan dia pilih merupakan sebuah keputusan yang sangat berbahaya bagi keselamatan Chun Cha.


"Tidak, Haneul ! Percayalah bahwa ini bukanlah sesuatu yang mustahil atau hal yang tidak masuk akal !", kata Chun Cha.


Chun Cha berjalan pelan menghampiri Haneul lalu berdiri menghadap ke arah garis panjang berwarna ungu yang ada dihadapannya.


"Aku tidak akan kembali ke sana lagi, Haneul !", ucap Chun Cha.


Haneul memejamkan kedua matanya seraya menarik nafas dalam-dalam kemudian menahan dirinya tetap terdiam.


"Sudah merupakan keputusanku untuk tidak akan kembali ke masa enam ratus tahun yang lalu lagi..., karena aku sudah memutuskan akan mengejar harapanku dimasa depan bersama Kim Lee Park meski aku harus menerima resiko besar...", kata Chun Cha.


Haneul semakin tegang serta bertambah cemas, mendengar keputusan Chun Cha untuk tetap bersikukuh kembali ke sisi Kim Lee Park.


Ketakutan Haneul yang membayangkan masa depan Chun Cha yang mengharuskannya kehilangan jiwanya jika gadis itu tidak dapat menyelesaikan masa reinkarnasinya dengan membuat Kim Lee Park jatuh cinta padanya.


"Apa yang akan terjadi padamu, Chun Cha ?", kata Haneul.


Haneul menatap tajam Chun Cha yang berdiri menatap ke arah garis panjang berwarna ungu di hadapan mereka.


"APA !? APA YANG AKAN TERJADI PADAMU !!! HAH !?", teriak Haneul putus asa.


Chun Cha tersentak melihat tanggapan dari Haneul yang seakan-akan tidak terima jika Chun Cha harus kehilangan jiwanya hanya demi pria bernama Kim Lee Park kembali kepadanya.


"Entahlah, Haneul..., aku tidak tahu hal yang akan terjadi padaku...", kata Chun Cha.


"Aku tidak ingin melihatmu musnah dan lenyap dari dunia ini, meski kamu hanyalah arwah penasaran tetapi aku tetap menerimamu yang seperti ini !", ucap Haneul.


Chun Cha tertawa pelan ketika mendengar ucapan Haneul kepadanya.


Kata-kata yang seharusnya diucapkan oleh Kim Lee Park, orang yang sangat dia harapkan untuk menerimanya serta mencintainya justru Chun Cha mendengar ucapan manis itu dari Haneul, arwah gentayangan yang tidak memiliki kesempatan bereinkarnasi yang tidak seperti dirinya.


"Apa menurutmu aku akan senang ? Apa aku akan bahagia jika aku harus kehilangan jiwaku demi seorang pria ?", sahut Chun Cha.


Haneul lantas terhenyak kaget ketika mendengar ucapan dari Chun Cha kepadanya.


Kebingungan dan tidak mengerti dengan jalan pikiran yang ada di dalam kepala gadis berparas jelita itu.

__ADS_1


Baru semenit dia meyakinkan Haneul bahwa dirinya akan rela mengorbankan dirinya untuk Kim Lee Park kemudian semenit lagi Chun Cha berubah pikiran.


Haneul semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Chun Cha yang sebenarnya. Dan Haneul hampir kehilangan kewarasannya jika dia harus memikirkan sikap serta jalan pikiran dari gadis bernama Chun Cha.


__ADS_2