ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 61 Sebuah RENCANA BESAR


__ADS_3

Cheonsa terdiam meresapi semua pembicaraan dari kelima pria asing yang sedang merencanakan sebuah rencana besar.


Rencana yang tidak dapat dijangkau oleh nalar ataupun pikiran.


"Apa itu rencana menggagalkan pernikahan Kim Lee Park dengan Chun Cha ?", ucap Cheonsa termenung.


Dilirknya Chun Cha yang terbaring di atas pangkuannya sedang terlelap nyenyak setelah luka yang dia alami akibat belati tajam di tubuhnya menancap dalam, menyebabkan luka parah pada Chun Cha.


Untung saja Cheonsa mampu menyelematkannya dari ancaman berbahaya akibat belati tajam beracun ketika mereka turun dari danau jingga menuju kembali ke masa enam ratus tahun yang lalu.


Untuk mencari kebenaran akan kematian Kim Lee Park di malam pernikahannya dengan Chun Cha.


Baru saja ada sebuah petunjuk yang mengarah pada penyebab kematian dari Kim Lee Park tetapi rencana itu kedengarannya sangat buruk di telinga Cheonsa.


"Menerbangkan diri melintasi dimensi ?", gumam Cheonsa.


Kerut di dahi sang malaikat reinkarnasi terlihat jelas guratannya saat dia berpikir mengenai rencana yang disusun oleh kelima pemuda tadi di ruangan megah ini.


"Jangan-jangan mereka menggunakan kekuatan cenayang untuk membantu Kim Lee Park kabur...di... malam pernikahan...dengan...melintasi dimensi... !?", ucapnya mulai merasakan sesuatu keanehan dari rencana besar lima pemuda.


Perisai pelindung perlahan-lahan terbuka, Cheonsa beranjak berdiri dari tempatnya duduk seraya meletakkan kepala Chun Cha secara hati-hati agar gadis itu tidak terbangun dari tidurnya ke atas bantalan empuk yang sengaja di sediakan oleh Cheonsa.


"Aku harus pergi sebentar, Chun Cha...'', bisik Cheonsa lembut.


Cheonsa berdiri sembari terus memandangi wajah Chun Cha yang masih terlelap pulas akibat keletihan kehilangan banyak darah.


Tangan Cheonsa bergerak lembut ke arah Chun Cha lalu berputar-putar perlahan membentuk lingkaran cahaya terang yang hangat.


Menyelimuti tubuh gadis cantik itu agar dia terlindungi dari ancaman luar selama Cheonsa pergi nanti, meski perisai pelindung masih menyelubungi area keberadaan Chun Cha saat ini tetap Cheonsa waspada akan bahaya disekitar tempat ini.


Kemungkinan buruk yang akan datang secara tiba-tiba tanpa Chun Cha sadari karena Cheonsa takut akan keselamatan gadis itu terancam jika mengingat akan kecerobohan Chun Cha yang tidak memperdulikan keadaan disekitarnya.


"Aku harus mencari penyebab kematian Kim Lee Park sebelum Chun Cha sadar kembali...", ucap Cheonsa.


Terlihat kecemasan di raut wajah Cheonsa saat dia mendengar sebuah rencana besar yang mungkin saja itu adalah penyebab kematian Kim Lee Park enam ratus tahun yang lalu.


"Aku tidak ingin gadis itu langsung mengetahui penyebab kematian pria bodoh itu meski awalnya aku memaksakannya agar Chun Cha segera tahu alasan Kim Lee Park meninggal di malam pernikahannya", lanjutnya menyesal.


Cheonsa bergerak cepat meninggalkan ruangan kamar mengejar kelima pemuda yang tadi berdiskusi mengenai rencana mereka.


Menyelinap pelan diantara bangunan-bangunan megah yang ada di area sekitar tempat yang luasnya mirip istana.


Cheonsa melangkah menghampiri kelima pemuda yang sedang berjalan beriringan sedangkan dia sendiri mengikuti mereka dari arah belakang.


Kelima pria muda berpakaian Hwarot sedang berjalan cepat dengan langkah yang agak terburu-buru. Dan ekspresi mereka terlihat tegang, hampir tidak ada pembicaraan dari kelimanya.

__ADS_1


Cheonsa terus mengikuti langkah kelima pemuda itu yang arahnya menuju ke sebuah gudang besar dekat sebuah kolam ikan.


Seorang pria yang bernama Myung Sik berjalan mendahului yang lainnya seraya melangkah cepat ke arah depan pintu gudang lalu mendorong masuk.


"Semua persiapan telah aku sediakan di gudang ini, tinggal menggunakannya saat malam pernikahan nanti", ucap Myung Sik.


"Bukannya malam pernikahan Kim Lee Park tinggal satu hari lagi", sahut Beom Seok.


"Benar, malam pernikahanmu tinggal hari ini saja, bukan Kim Lee Park ?", kata Myung Sik sambil menoleh ke arah Kim Lee Park.


Kim Lee Park menganggukkan kepalanya seraya menghampiri Myung Sik yang berdiri di sebuah peti kayu besar di bawah jendela gudang.


"Apa kau menyimpan semuanya di dalam peti ini ? Dirumahku ?", ucap Kim Lee Park.


"Iya, karena aku pikir rumahmu lebih dekat dari tempat acara pernikahan nanti, bukankah gadis itu sudah menginap di rumah mu", sahut Myung Sik.


"Benar, dia sudah menginap disini sejak lima hari yang lalu karena acara pernikahan sengaja dirayakan di rumah ku atas permintaan sang raja pada kami", ucap Kim Lee Park.


"Kaisar ?", tanya Ye Joon kaget sembari melangkah mendekat ke arah Kim Lee Park dan Myung Sik berdiri.


Kim Lee Park hanya menjawabnya dengan anggukkan kepala ringan.


"Kaisar sendiri yang memintanya ???", tanya Ye Joon hampir tidak percaya dengan yang dia dengar. "Wow ! Hebat ! Sulit dipercaya ???", sambungnya.


"Bukan dari keluarga kami melainkan dari pihak keluarga mempelai perempuan yang merupakan kerabat dekat sang raja", sahut Kim Lee Park.


"Apa !???", sahut keempat pemuda itu secara kompak.


Raut wajah keempat pria muda itu langsung berubah saat mendengar tentang hubungan kekerabatan antara raja dengan keluarga Chun Cha.


Wajah mereka langsung menegang serta berubah pucat pasi.


"Kim Lee Park !!! Apa kau bodoh ???", ucap keempat temannya kompak.


"Apa !?", sahut Kim Lee Park terkejut.


Cheonsa yang sedari membuntuti kelima pemuda itu dan berdiri bersandar di dinding gudang hanya tersenyum sekilas seraya bergumam pelan.


Saat dia mendengar percakapan diantara kelima pemuda di dalam gudang besar.


"Benar, bukan... Kalau dia memang pria bodoh..., dan dia tidak mengakuinya...", ucap Cheonsa kesal.


Cheonsa terlihat benar-benar kesal sewaktu dia melihat Kim Lee Park yang dinilainya sangat keterlaluan dan sedikit bodoh sebagai seorang laki-laki yang mengabaikan kebaikan hati Chun Cha.


Gadis yang telah rela mengorbankan sisa hidupnya serta kesempatannya hidup baru hanya untuk menjalani reinkarnasi mengejar cinta Kim Lee Park.

__ADS_1


"Kau ingin lari dari gadis yang merupakan keturunan langsung raja negeri ini !? Dan hendak melintasi waktu ke dimensi lain menuju masa depan hanya ingin pergi meninggalkan seorang gadis luar biasa dari trah Joseon ???", ucap keempat pria muda kembali kompak.


"Dia benar-benar tidak waras !", sahut Beom Seok.


"Benar, lebih baik kita tidak usah memperdulikannya sebaiknya kita urungkan saja niat kita membantunya", ucap Myung Sik menimpali.


"Kita lebih baik tidak ikut campur atau berurusan dengan keluarga raja Joseon karena hidup kita akan terancam punah", sambung Beom Seok.


"Kenapa Kim Lee Park ? Kau melepaskan kesempatan berharga ini untukmu ?", tanya Ye Joon.


"Sudah aku katakan bahwa aku tidak bisa melakukan pernikahan ini, aku tidak sanggup membuatnya menderita karena keegoisan keluarga bangsawan terhadap rakyat kecil", sahut Kim Lee Park.


"Maksudmu ? Kau sungguh-sungguh menolaknya ?", kata Myung Sik.


"Benar...", sahut Kim Lee Park sendu.


"Kau merelakan kebahagianmu hanya karena kau ingin gadis itu bahagia dengan kekasihnya atau karena kau tidak mencintainya, Kim Lee Park", ucap Beom Seok.


"Tidak dua-duanya dari kedua alasan itu...", sahut Kim Lee Park.


Semua terdiam saat Kim Lee Park menjawab ucapan keempat sahabatnya yang menyentakkan mereka.


"Lantas...", ucap Myung Sik.


"Aku hanya ingin memutar waktu berharga kami menjadi sebuah kesempatan untuk kami bertemu kembali sebagai pasangan yang seutuhnya tanpa ada kenangan yang tersisa di masa lalu...", sahut Kim Lee Park.


Wajah Kim Lee Park sangat serius saat dia mengucapkan keinginannya yang terdalam sebagai seorang calon suami dan bukan sebagai pria biasa di mata Chun Cha.


"Aku ingin di pertemuan kami nanti, dia akan selalu mengingatku sebagai suaminya dan bukan orang lain yang menjadi masa lalunya dalam ingatannya", lanjut Kim Lee Park.


"Tunggu ! Apa maksud perkataanmu Kim Lee Park ?", ucap Myung Sik.


Myung Sik mengerutkan keningnya seraya menatap serius ke arah Kim Lee Park.


"Kau sedang membual, Kim Lee Park ?", kata Beom Seok.


"Tidak...", sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park menggelengkan kepalanya pelan seraya menundukkan kepalanya dengan raut sedih.


"Apa kau sengaja menginginkan gadis itu untukmu seorang, maksudku kau ingin menghapus ingatan masa lalu gadis itu dengan menerbangkan dirimu yang bodoh ini ke masa depan melewati dimensi lain ?", ucap Myung Sik.


"Yah..., itu benar yang kamu katakan...", sahut Kim Lee Park sendu.


Keempat pemuda yang merupakan sahabat terbaik Kim Lee Park sama-sama menolehkan kepala mereka dan saling berpandangan serius setelah mendengar jawaban atas pertanyaan mereka terhadap Kim Lee Park.

__ADS_1


__ADS_2