ISTRI REINKARNASIKU 600

ISTRI REINKARNASIKU 600
Bab 48 Berdebat


__ADS_3

Kim Lee Park mengarahkan telapak tangannya ke arah pria kembar yang ada di hadapannya.


Sinar cahaya terang memancar keluar dari arah tangan Kim Lee Park, menembus lurus menuju ke arah kembarannya.


Pria yang wajahnya menyerupai Kim Lee Park tidak tinggal diam karena dia membalas serangan Kim Lee Park yang terarah lurus kearah dirinya.


Keduanya saling membalas serangan-serangan yang saling mengarah ke masing-masing lawan.


BLAAAARRRRR... !!!


BLAAAARRRRR... !!!


BLAAAARRRRR... !!!


Terdengar suara ledakan-ledakan keras yang berasal dari serangan-serangan keduanya hingga mereka sama-sama terpental jauh.


Kim Lee Park melompat tinggi menghindari serangan dari pria kembarannya yang mengarah ke arah dirinya.


Memutar tubuhnya cepat seraya mengarahkan kedua telapak tangannya tepat menuju ke pria yang mirip dengannya.


Sinar cahaya terang berwarna kebiru-biruan membias luas mengenai tubuh pria kembarannya dan membuatnya terpental jauh hingga menabrak tembok.


DUAAAAK !!!


Tubuh pria yang menyerupai wajah Kim Lee Park langsung jatuh tersungkur dengan tubuh mulai berubah menjadi transparan.


Kilatan demi kilatan cahaya memenuhi seluruh wajah pria kembaran Kim Lee Park lalu membias memerah menutupi permukaan wajahnya.


"Kau jago juga, ini semakin membuatku bertambah tertarik dengan mu, Kim Lee Park", kata pria kembar seraya mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


Sorot mata pria yang wajahnya mirip sekali dengan Kim Lee Park yang tadinya berubah berwarna hitam kini kembali normal.


"Aku semakin ingin memiliki tubuhmu dan menguasai jiwa murni mu itu, Kim Lee Park", ucapnya sambil tertawa kecil.


"Kau lucu, ingin menguasai ragaku tapi kau memburuku dan ingin melenyapkan keberadaan ku", sahut Kim Lee Park.


"Jika tidak melenyapkan jiwamu maka aku tidak akan pernah bisa mendapatkan ragamu", kata pria kembar itu.


Kim Lee Park tersenyum pahit lalu bergerak perlahan-lahan mendekati kembarannya dengan kedua telapak tangan memancarkan cahaya kebiru-biruan.


"Aku tidak ingin melukaimu atau bertarung dengan mu tetapi kau yang memaksaku untuk melakukan hal yang tidak pernah aku sukai", ucap Kim Lee Park.


"Karena kamu menolak memberikan raga mu kepadaku maka aku terpaksa memaksakan kehendak ku untuk memiliki mu, Kim Lee Park", kata pria kembar itu.


"Jika kamu melukai tubuh ku maka kau akan gagal mendapatkan diriku karena goresan serangan akan menyebabkan kerusakan yang parah pada tubuhku", sahut Kim Lee Park.


Pria yang wajahnya menyerupai Kim Lee Park langsung tersentak kaget mendengar penjelasan darinya.

__ADS_1


Terdiam sejenak lalu menatap serius ke arah Kim Lee Park dengan hati-hati.


"Bukankah yang aku katakan itu adalah benar adanya !?", kata Kim Lee Park.


Kim Lee Park tersenyum lebar sambil memutar kedua telapak tangannya yang bercahaya kebiru-biruan.


"Kau tidak akan memiliki cara untuk mendapatkan ragaku ini dan kasihan sekali denganmu karena hanya pasrah saja menerima kenyataan pahit ini, bukan ?", ucap Kim Lee Park.


"Apa kau sudah puas mengolok-olok ku ?", sahut pria kembar itu.


"Aku tidak akan pernah puas sampai kau sadar diri dan membiarkan ku pergi dari tempat terkutuk ini", kata Kim Lee Park.


"Kau masuk ke labirin waktu di dalam lubang hitam karena kesalahan mu sendiri dan itu bukanlah suatu kesalahan ku jika kau terjebak di dalam sini selamanya", ucap pria kembar seraya meringis.


Kim Lee Park bergerak cepat lalu mencekik leher pria yang wajahnya menyerupai dirinya kuat-kuat hingga pria kembar itu kesulitan bernafas.


"Uhk !?", rintih pria kembar itu kesakitan.


"Kenapa ? Kau kesakitan atau merasakan kengerian saat harus berhadapan dengan kematian ?", ucap Kim Lee Park.


Pria kembar itu lalu tertawa tertahan seraya berusaha menjawab ucapan Kim Lee Park dengan tersendat-sendat.


"Kau... benar-benar... tidak... bodoh... dan... tidak... juga pintar... karena aku... tidak akan pernah... bisa mati..., Kim Lee Park...", sahut pria kembar itu.


Kim Lee Park tersentak kaget ketika mendengar ucapan dari pria kembarannya, tangannya bergetar hebat saat mencekik leher pria itu.


"Kau bukan manusia tapi kau bisa bernafas, berasal dari apa sebenarnya dirimu ?", kata Kim Lee Park.


"Sudah aku katakan bahwa aku bukanlah tercipta sebagai manusia tetapi aku adalah bentuk perwujudan lain dari dirimu saat kamu memasuki labirin waktu yang ada dilubang hitam ini", sahut pria kembar itu.


"Kau berbohong padaku ! Dan aku tidak percaya ucapan mu !", kata Kim Lee Park merengut.


"Untuk apa aku berbohong ? Tidak ada gunanya bagiku karena aku katakan dari awal bahwa aku adalah kamu tapi aku bukanlah kamu, Kim Lee Park", sahut pria kembar.


"Cukup omong kosong mu itu ! Dan pergilah dariku tapi sebelum kau pergi beritahu padaku dimana jalan keluar dari lubang hitam ini ?", ucap Kim Lee Park serius.


"Aku tidak dapat mengatakannya karena itu sebuah larangan bagi kami penghuni lubang hitam yang tercipta dari bagian tubuh orang yang masuk kedalam sini", sahut pria kembar.


"Apa kau benar-benar ingin lenyap dari sini ?", kata Kim Lee Park.


"Bukan masalah bagiku jika aku harus lenyap dari tempat ini karena aku akan kembali lagi muncul berulangkali sampai kau atau orang lain yang masuk ke lubang hitam ini menemukan jalan keluar dari sini", sahut pria kembar.


"Kau... !!!", ucap Kim Lee Park geram.


Kim Lee Park menarik tangannya dari leher pria yang wajahnya menyerupai dirinya lalu membanting tubuh pria itu ke arah lain.


BRAAAK !!!

__ADS_1


Pria kembar itu terpelanting jauh hingga tubuhnya jatuh telungkup ke atas permukaan ubin.


"Menyerah Lah ! Aku sarankan agar kau menyerah padaku dan segera katakan dimana jalan keluar dari lubang hitam ini !", kata Kim Lee Park.


Tiba-tiba terdengar suara tawa dari pria kembarannya yang tubuhnya mengarah telungkup menghadap bawah.


Tubuh pria kembar itu berguncang keras saat dia menertawakan Kim Lee Park.


Berangsur-angsur tubuh pria kembarannya itu berubah menjadi transparan saat Kim Lee Park mendekati dirinya.


Menghilang dari pandangannya lalu tubuh pria kembarannya itu kembali muncul di tempat lain.


"Apa itu sebenarnya ?", gumam Kim Lee Park.


Kim Lee Park menoleh ke arah kembarannya yang melayang di udara dengan seluruh tubuh memancarkan sinar cahaya hitam serta mengeluarkan asap tebal disekitar dirinya.


Penampilan pria yang wajahnya mirip sekali dengan dirinya benar-benar sangat mengerikan hingga Kim Lee Park tersentak kaget.


"Bagaimana dia bisa berwujud menyerupai diriku ?", ucap Kim Lee Park.


Kim Lee Park menatap lurus ke arah pria kembarannya dengan tatapan ngeri.


"Tapi aku tidak melihat lubang hitam ini seperti ruangan hitam yang gelap seperti bayangan ku sebelumnya...", kata Kim Lee Park.


Ruangan yang ada di sekeliling Kim Lee Park berbentuk seperti taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran indah bahkan lantai nya terbuat dari lapisan ubin keramik yang sangat cantik.


Perhatian Kim Lee Park teralihkan lagi kepada pria yang wajahnya mirip dengan dirinya.


Pria kembar itu bergerak turun ke arah bawah dengan merentangkan kedua tangannya ke arah kanan dan kiri serta mengeluarkan cahaya hitam yang berasap tebal.


Berdiri melayang-layang jauh dari jangkauan Kim Lee Park.


"Kenapa kau tampak kebingungan ?", tanya pria kembar itu sambil tersenyum tipis.


"Tidak ada yang perlu aku bingung kan karena menurut ku tidak ada yang menarik buatku", sahut Kim Lee Park.


"Aku merasakan bahwa kau merasa ngeri melihat sosok ku ini, Kim Lee Park", kata pria kembar itu.


"Aku merasa ngeri saat melihatmu karena aku pikir jika kau tidak akan pernah sanggup untuk mengubah kembali wujud dirimu menjadi normal seperti semula", sahut Kim Lee Park.


Kim Lee Park menatap ke arah kembarannya dengan wajah serius tapi dia mulai melihat pemandangan disekitar mereka berubah perlahan-lahan tanpa dia sadari jika Kim Lee Park tidak mengamatinya dengan benar.


Pemandangan disekitar Kim Lee Park yang awalnya adalah taman yang dipenuhi oleh berbagai bunga yang bermekaran indah berangsur-angsur berubah menjadi sebuah lapangan basket yang luas.


Kim Lee Park terhenyak kaget hingga dia tidak mampu berkata-kata bahkan untuk bergerak sedikitpun, dia tidak mampu melakukannya.


Pria kembarannya lalu tersenyum simpul seraya bergerak pelan serta terbang melayang ke arah dirinya sambil mengarahkan kedua telapak tangannya menghadap lurus ke arah Kim Lee Park.

__ADS_1


__ADS_2